Mudik Lebaran, Untuk Apa?

Dan anak rantau saling berebut tiket, tempat duduk untuk mudik lebaran dan mencium kaki sang Ibu, berkumpul bersama keluarga atau bahkan unjuk gigi dengan segala aksesoris hidup.

Gelombang mudik lebaran hari ini adalah puncak dimana arus lalu lintas sangat rawan mengalami kecelakaan, terlebih pengendara sepeda motor yang terkadang menggunakan jalanan seperti sebuah sirkuit. Mereka rela bergantungan diatas kereta, berdiri di dalam bus, ataupun tidur di kamar Kapal tanpa kasur. Mudik lebaran, sebuah tradisi yang terkadang kita sendiri tidak mengerti tujuan sebenarnya.

kamar kapal Mudik Lebaran, Untuk Apa?

Tetap mudik, walaupun di kamar Kapal tanpa kasur (PELNI, Belawan 08/2011)

Sebut saja Ray, seorang anak rantau yang kukenal beberapa tahun belakangan sudah tak bekerja 3 bulan terakhir. Keputusannya untuk tetap mudik lebaran sempat aku sanggah dengan alasan yang nantinya memberatkan diri sendiri. Dengan uang pinjaman Ray bersikeras membeli beberapa buah tangan, tiket dan tentunya lembaran uang yang masih baru. Untuk apa semua itu, Ray? Hanya untuk mengatakan kepada keluargamu bahwa kau masih hidup senang di perantauan?

Mudik Lebaran, Nafsu Atau Rasa Malu?

Bagi anak rantau yang mudik lebaran, bertemu rekan seperjuangan mungkin adalah hal yang paling menarik dengan berbagai kisah pahit ataupun senang. Hingga tak sedikit memunculkan kisah palsu dibalik kesenangan diri mereka di kampung orang lain. Oh ya,… tentunya ini hanya sebuah masalah ‘gengsi’ yang masing-masing tak mau diremehkan karena kegagalan meraih sukses, hingga kita tak mampu membedakan siapa yang berkata jujur.

Anak rantau meninggalkan kampung halaman mereka dengan satu alasan yaitu meraih nafsu duniawi, tapi mereka tak sanggup menerima rasa malu ketika nafsu tidak terpenuhi. Ini seperti sebuah coreng di muka yang bisa menjadi buah bibir penduduk kampung. Mereka yang membawa materi berharga akan dipandang, padahal belum tentu roda empat yang ditunggangi adalah milik pribadi. Dan kenapa Ray tetap bersikeras membeli buah tangan beserta pecahan uang baru, yang sebenarnya tak sanggup menutupi rasa malu diatas nafsu. Satu hal yang kita lupa:

Mudah berlaku jujur di bulan Ramadhan dengan alasan menjalankan ibadah, tapi sangat sulit untuk tetap jujur usai Ramadhan.

Minal Aidin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir Bathin

Apa guna kita berpuasa selama sebulan? Hanya mengikuti kewajiban ibadah beragama, atau melatih kita menahan nafsu, jujur dan merasakan hidup susah? Itu semua sudah umum dan tak perlu panjang lebar membicarakannya. Ini seperti sebuah ajang dimana mudik lebaran menjadi salah satu pameran kepada keluarga dan rekan di kampung halaman yang mungkin sepenuhnya tak benar, dan hikmah di hari Fitri hilang.

Inti Post:

    pelni medan, kamar tidur di kapal, kamar kapal motor, cerita ketika mudik lebaran, orang jepang mudik, kapal pelni ke medan, mengumpulkan uang untuk mudik dan lebaran, mudik dan alasannya, alasan tidak mudik saat lebaran, tiket kapal pelni, mengubah satu hal penting tentang kampung halaman beserta alasan dan contohnya, masalah-masalah yang ada ketika mudik lebaran, kata anak rantau kepada ibu di kampung, kapal pelni, cerita mudik lebaran dengan motor, berita alasan mudik lebaran, bagaimana cara yang baik mengumpulkan uang untuk mudik lebaran dan sekolah anak, yang sering dicari saat orang mudik,
Advertisement
63 Responses to “Mudik Lebaran, Untuk Apa?”
  1. August 29, 2011 at 2:23 PM #

    abang mudik juga gak..??

    minal aidzin walfaidzin :D

    • August 29, 2011 at 2:35 PM #

      Ngga, lagi seret :(

  2. August 29, 2011 at 2:48 PM #

    Tinjauan tulisan ini menarik sekali.
    Aku mencoba mengurai alur logika budaya mudik yang menurutku sangat indah.

    Orang bekerja di tempat rantau untuk mengumpulkan uang termasuk salah satunya untuk dibawa mudik Lebaran… selama Lebaran uang itu dihabiskan lalu harusnya pulang kembali ke tempat kerja untuk mengumpulkan uang demi Lebaran berikutnya…

    • August 29, 2011 at 3:04 PM #

      Nah, begitulah kebanyakan nasib anak rantau yang sering membiasakan diri bahwa mudik adalah kewajiban tiap tahun. Padahal itu semua menjadi beban.

  3. August 29, 2011 at 6:33 PM #

    Aku pertama kali merantau memang galau sekali kalau tidak mudik waktu Natal. Tapi ternyata setelah dijalani ya biasa-biasa saja. Selama 19 th tinggal di Jepang hanya pulang Natal 2-3 kali saja. Kami percaya, doa kami akan sampai ke Tuhan meskipun tidak bersama-sama merayakan.

    Yang saya pernah dengar dari teman juga, mereka mudik untuk memamerkan kemajuan mereka di rantau. Jadi Idulfitri kok menjadi ajang pameran. Nah, apanya yang suci jadinya ya? Mudik memang bagian dari budaya, tapi kita perlu berpikir logis juga. Apakah ada ayat AlQuran yang mewajibkan pulang kampung? Saya ingin tahu.

    EM

    • August 29, 2011 at 10:29 PM #

      Ngga ada ayat Quran yang mewajibkan Mbak EM, ini semua tradisi tapi kebanyakan dari kita malah salah kaprah dan menganggap hal itu kewajiban. Padahal, tak pulang sekalipun bukan masalah, yang penting tetap mendoakan. Dan sekarang lebih gampang lagi, tinggal angkat handphone.

      Btw, 2-3 kali mudik 19 tahun? Itu cukup membuat terpukau kalau melihat kampung halaman yang sudah berubah banyak :)

      • September 20, 2011 at 8:54 AM #

        mudiknya bukan waktu hari raya agama, maksud saya. Tentu saja saya mudik setahun sekali, sebagai pemenuhan janji kepada orang tua waktu saya menikah dengan orang Jepang.

        EM

        • September 20, 2011 at 2:21 PM #

          Lho,… bukannya baru mudik stelah 7 tahun :D

  4. August 29, 2011 at 11:57 PM #

    Saya malah gak pernah mudik. Lha wong gak pernah merantau dan selalu tinggal di udik.

    Alamendah mengucapkan:
    Taqoballahuminna wa minkum shiyamana wa shiyamakum wa kullu aamin bi khoir minal aizin walfaizin.
    Mohon maaf atas segala salah dan khilaf yang dilakukan.
    Selamat Idul Fitri 1432 H; Fitrikan Bumi, Fitrikan Diri.

    • August 31, 2011 at 9:11 PM #

      Bersyukurlah, karena mudik selalu menguras isi kantong :)

  5. August 30, 2011 at 9:15 AM #

    Aku gak pernah mudik. tapi kebanyakan orang pontianak emang jarang merantau untuk mencari pekerjaan diluar.

    Tapi kalau mudik cuma untuk memperlihatkan bagaimana kita udah sukses atau purapura sukses kasian banget yak..

    Minal aidiwalfaidzin mas..
    Mohon maaf lahir dan batin :)

    • August 31, 2011 at 9:24 PM #

      Kebanyakan perantau seperti itu, selalu menganggap keluar kampung suatu jalan keberhasilan. Nah, kalau ngga berhasil, tentunya menutupi rasa malu dengan berbagai cara

  6. August 30, 2011 at 8:32 PM #

    Met lebaran bagi yang merayakan ..
    mohon maaf lahir batin

  7. August 31, 2011 at 11:34 AM #

    Ini seperti sebuah ajang dimana Lebaran menjadi salah satu pameran kepada keluarga dan rekan di kampung halaman yang mungkin sepenuhnya tak benar, dan hikmah di hari Fitri hilang: sepakat!!!

    selamat menunaikan hari raya idul fitri…

  8. Vulkanis
    August 31, 2011 at 12:27 PM #

    Saya lagi mudik juga nih Bro..

  9. August 31, 2011 at 9:56 PM #

    Alasan yang umum kayaknya karena tradisi
    Alasan yang lain misalnya karena ngikuti umumnya
    Dan Alasan lainnya lagi adalah karena temennya banyak, rame2…

    • September 1, 2011 at 3:32 PM #

      Yang paling sering alasan terakhir, rame dan bisa ngerumpi sekalian Pak Mars :)

  10. August 31, 2011 at 10:16 PM #

    Kalau alasan utama saya sih untuk silaturahmi saja dengan orang tua dan keluarga di kota kelahiran. Kebetulan jarak antara kota tempat tinggal saya sekarang dengan kota kelahiran tidak begitu jauh (masih dalam satu propinsi yang sama). Kira-kira cuma berjarak 200 Km.

    • September 1, 2011 at 3:33 PM #

      Wah, berkumpul paling cuma butuh seharian, dan ngga melelahkan pastinya :)

  11. September 1, 2011 at 5:46 AM #

    Mudik? Sebuah tradisi yg aneh, apa krn bertepatan dg hari dimana manusia kembali fitri?
    Minal aidzin wal faidzin gan, mohon maaf lahir dan batin

    • September 1, 2011 at 3:35 PM #

      Trasdisi ngga aneh sih, cuma pribadi masing2 yang ingin aneh

  12. September 1, 2011 at 7:20 AM #

    sudut pandang memahami mudi yang jeli, hehe, di desa dimana saya tinggal hal ini relevan sekali

    • September 1, 2011 at 3:34 PM #

      Kebanyakan berujung seperti itu, ajang pameran :)

  13. September 1, 2011 at 7:41 AM #

    aY udah lama gak mudik…
    soalnya sekarang memang udah gak merantua lagi hehehehe

  14. September 1, 2011 at 11:17 AM #

    saya gak mudik mas :D
    Selamat Idul Fitri 1432 H
    Maaf Lahir dan Batin ya

    • September 1, 2011 at 3:36 PM #

      Ngga perlu sering2 Bang, berat di kantong :D

  15. September 1, 2011 at 1:18 PM #

    Maaf lahir batin ya.
    Memang jujur dengan keadaan diri sendiri tak mudah, apalagi saat bertemu dengan teman2 yg sudah lebih sukses, rasanya gimana gitu.. Memang tak mudah…. Tapi kan harus ikhlas.

    • September 1, 2011 at 3:37 PM #

      Kalau semua manusia hidup sama rata, dunia juga ngga perlu keadilan dan kejujuran ngga diperlukan :)

  16. September 1, 2011 at 4:59 PM #

    karena kota dan kampungnya nggak terlalu jauh, mudik lah…
    Met Idul fitri mohon maap lahir dan bathin mas…

    • September 3, 2011 at 5:54 PM #

      Kalau ngga jauh tentunya pulang donk, rugi kalau kelewatan :)

  17. September 1, 2011 at 5:01 PM #

    Biasanya kalau mau mudik saya pesan tiket diawal-awal puasa biar kebagian tiket, tapi untuk tahun ini saya tidak mudik…he…he..he… Sama alasannya…. Lagi seret….

    • September 3, 2011 at 5:52 PM #

      Terlalu sering juga bisa buat kering, ngga cukup bawa se-ikat :P

  18. September 1, 2011 at 9:31 PM #

    tidak harus bawa oleh2 atau buah tanganjuga sih
    tergantung niatnya juga, mudik balik ke kampung mau apa
    kalau niatnya pgin ketemu bapak ibuk dikampung,
    seharusnya tidak usah malu, kalau memang belum ada buah tangan

    • September 3, 2011 at 5:53 PM #

      Seharusnya begitu, tapi tak semua yang mudi dengan niat mencium telapa kaki ibu

      • September 7, 2011 at 11:02 AM #

        benar juga yah.. emamng beraneka ragam
        alasan utk mudik heheh

  19. September 2, 2011 at 12:31 AM #

    Mudik lebaran oleh kebanyakan orang diartikan sebagai penyambung tali persaudaraan kembali dengan saudara dan rekan di daerah asalnya…salam kenal nich….mohon ma’af lahir dan batin….

    • September 3, 2011 at 5:55 PM #

      Walau pertama kali komen, saya maafkan dihari yang fitri. Mohon maaf lahir bathin

  20. September 2, 2011 at 10:01 AM #

    Mas, maapin saya lahir batin ya… TT__TT

    • September 3, 2011 at 5:56 PM #

      Sama2 *sungkem* :D

  21. September 3, 2011 at 9:30 AM #

    kalau saya untuk silaturahim dan makan-makan,heheheh

  22. September 3, 2011 at 5:53 PM #

    mudik sudah menjadi bagian dari ranah kultural, mas, jadi serepot apa pun budaya ini akan jalan terus. selamat idul fitri juga, mohon maaf lahir dan batin. semoga berkah dan rahmah senantiasa tercurah kepada kita semua, amiin.

  23. September 3, 2011 at 11:51 PM #

    secara umum sih untuk silaturahmi bagi perantau
    tapi ya itu kadang ada bumbu yang merusak puasa kita
    misal jadi sombong dikampung halaman (nggak nyadar)
    lupa 7 hari terakhir puasa kira harus ngapain

    • September 5, 2011 at 1:14 PM #

      Ya, kadang ikut terpancing dengan orang lain yang ikut sombong. Alhasil kita juga ngga mau kalah :(

  24. September 4, 2011 at 7:22 AM #

    Saat komen ini saya juga lagi mudik di Surabaya, Mas. Mudik bagi saya sudah aktivitas tahunan yang saya lakukan tiap tahun. Kalau tidak gitu kapan ketemunya sama ibu dan bapak dan keluarga besar.

    Tentang mudik untuk apa? Apakah ada motif lainnya seperti pamer keberhasilan? Jujur rasa itu ada tapi saya tak terlalu pikirkan. Saya lebih suka apa adanya aja.

    Oh, ya maaf lahir dan batin, ya Mas Anto. Mohon maaf kalau saya ada salah.

    • September 5, 2011 at 1:15 PM #

      Menjaga apa adanya yang susah, terkadang ada yang memancing2 agar kita ikutan didalamnya :(

  25. September 4, 2011 at 5:33 PM #

    enak ya bisa ikutan kontes ini.. saya pengen ikut tamping kebentur template yg ga bisa masang banner :)

    • September 5, 2011 at 1:16 PM #

      Lho, ko’ bisa? ganti banner aja deh :D

  26. September 5, 2011 at 1:06 PM #

    Kampung saya di Magelang, kuliah di Jogja, hampir tiap minggu saya mudik :)

    • September 5, 2011 at 1:17 PM #

      Lha, itu bukan mudik namanya. Uah jadi rumah sendiri :)

  27. September 5, 2011 at 1:08 PM #

    walaupun sebetulnya bukan kewajiban, tapi mudik seolah2 menjadi wajib karena keinginan untuk bertemu dengan keluarga setahun sekali

    • September 5, 2011 at 1:18 PM #

      Ya, kalau memang punya uang lebih, itu bukan masalah. Terkadang ada juga yang tidak memiliki tapi memaksa :(

  28. September 5, 2011 at 10:27 PM #

    wah, bener banget mas. kalau mudik, semua ongkos jadi naik :(
    btw, mohon maaf lahir batin :)

  29. September 6, 2011 at 10:34 AM #

    Saya juga anak rantau yang pulang kampung Bang… yang rela panas2an naik motor dari Semarang ke Cilacap demi menjemput maaf dan silaturrahim keluarga… dan tentunya menjemput salam tempel. hehehe

    • September 7, 2011 at 11:47 PM #

      Panas2an, mudik jalan kaki :p

  30. September 6, 2011 at 11:15 AM #

    selamat lebaran mas,
    maaf kalau ada salah2 kata selama berkunjung ke blog ini..:-)

  31. Danu Akbar
    September 6, 2011 at 12:27 PM #

    Hm.. bener banget.
    Kayaknya tujuan mudik udah melenceng sekarang mah

  32. September 6, 2011 at 1:10 PM #

    Bismillah
    Alhamdulillah, lebaran kali ini saya sudah tidak di perantauan lg mas..berkah istri hamil saya jadi bisa kumpul terus di kota cirebon setelah berjauhan karena sy hrus bkerja di kota Bogor.
    sungguh melelahkan mudik itu mas..belum lg menghabiskan uang hehe.
    Saya kapok merantau lg :D
    met lebaran mas,,mohon maaf apabila banyak kesalahan dr saya
    Kang Ian dan Istri

    • September 7, 2011 at 11:49 PM #

      Mudik bisa menghabiskan setahun pendapatan kerja, percuma kan?

  33. September 6, 2011 at 4:35 PM #

    kayanya mudik itu sudah tradisi orang@ yang ada di sini dah,,,
    minal aidzin walfaidzin :D

  34. September 6, 2011 at 4:37 PM #

    kayanya mudik itu sekarang mah pada ribet2 dah, suka banyak yang bawa barang yang berlebihan,,, Minal aidin walfaizin yachh :)

  35. September 6, 2011 at 11:48 PM #

    Mudik tidak melulu soal hari raya, selain inti dari mudik adalah tradisi berhari raya, ada ‘kepentingan’ lain juga sejatinya. Bagi sebagian orang sangat jarang mendapatka jatah libur seperti saat cuti hari raya Idul Fitri, dan momen inilah yang sebenarnya dimaksimalkan untuk bisa pulang kerumah dan bertemu dengan kerabat dan keluarga.

    *Mohon maaf lahir dan bathin, mas, untuk segala salah, baik yang saya sengaja atupun tidak

    • September 7, 2011 at 11:51 PM #

      Saya juga mohon maaf, apalagi tak sempat & membalas semua kometar :)

Trackbacks/Pingbacks
  1. Twilight Express » Blog Archive » Apa isinya? - August 31, 2011

    [...] bulan Ramadhan dan menjelang Hari Idulfitri, aku sering membaca candaan yang mengatakan, “Mudik ke kampung, menemukan kaleng Khung Guan, isinya rengginang”. Yang mau disampaikan bahwa Lebaran (baca [...]

Leave a Comment

Comluv