Bunga bukan hanya menghiasi ruang istana Anda, tapi juga memberikan pesona dan wibawa bagi mereka yang meng-agungkan misteri bunga didalamnya.
Sejak dulu hingga kini, misteri bunga bukan hanya menjadi salah satu bagian dari upacara agama atau bahkan banyak diantara kita masih bertumpu dengan bunga walaupun bertentangan dengan agama. Bagi kaum wanita, bunga menjadi kebanggaan tersendiri ketika meja-meja rumah dihiasi dengan tangkai bunga alami. Bunga memberikan aroma segar yang bisa menghipnotis jiwa Anda ketika mekar di pagi hari, siapapun akan takluk dengan misteri bunga layaknya burung dan serangga.

Antrian pedagang bunga Kamis sore
Misteri Bunga Dalam Budaya
Dalam hal spritualis, misteri bunga menjadi dasar komunikasi dengan dunia yang mereka yakini. Tapi tak sepenuhnya kita mempercayai bahwa mereka yang mengkonsumsi bunga adalah orang syirik atau pemuja setan. Kebiasaan budaya terdahulu seperti mandi bunga yang diyakini menambah pesona tubuh dengan keharuman alami, itupun sudah dilakukan sejak zaman nabi. Tapi ada sebagian dari kita menganggap bahwa budaya itu telah keluar dari jalur keyakinan agama.
Ada banyak misteri bunga dan budaya negeri yang berkaitan dengan bunga dan kita pun mulai lupa. Jangankan hal yang berkaitan dengan spritual, menghias pengantin pun sudah jarang menggunakan rangkaian bunga alami. Semua sudah menggunakan plastik dengan keharuman yang mirip dan lebih praktis. Belakangan saya tak pernah lagi melihat budaya penanaman uri bayi menggunakan kendi dan bunga, dan ada yang membuangnya begitu saja.
Mempercayai Misteri Bunga
Mendapatkan bunga tak semudah dahulu, dimana setiap rumah memiliki aneka ragam jenis bunga berwarna warni. Ketika butuh, cukuplah hanya dengan bertegur sapa serta ramah tamah maka bunga tersebut bisa diperoleh dengan mudahnya. Kita tak akan menemukan situasi dulu disaat ini yang tidak lagi memiliki halaman tanah penuh tanaman bunga. Semuanya sudah serba batu dan pagar tak pernah terbuka bebas.
Sebut saja Marini, seorang pedagang trotoar yang sudah puluhan tahun berdagang bunga di sekitar pasar. Mereka adalah salah satu jalan bagi Anda yang membutuhkan bunga dengan cepat. Dalam kesaksian Marini:
Permintaan pembeli sekarang semakin meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya terlebih di Kamis sore, dan sebagian dari mereka bukan beragama Budha ataupun Hindu.
Ini bukan musibah bagi pedagang bunga dalam situasi menguntungkan dibalik derasnya kemajuan teknologi yang katanya ‘telah meninggalkan jauh budaya kita’. Jadi, kita jangan beranggapan bahwa dengan adanya teknologi dan kuatnya tekanan penggunaan gadget maka budaya bunga akan menjadi misteri nantinya.
Apakah kebutuhan bunga di Kamis sore hanya untuk sebuah pemujaan, atau hanya sebuah misteri bunga dalam budaya?
Inti Post:
- budaya yang hilang, budaya budaya misteri, malem jumat kembang apa ?, macam-macam gambar bunga dan tangkai, mandi kembang apakah syirik, mandi kembang kantil, misteri budaya, misteri bunga, misteri dalam bunga, misteri tanaman, macam-macam bunga yang dipakai mandi kembang, macam budaya yang musnah, budaya bunga, budaya mandi kembang, bunga budaya, Bunga Misteri, cerpen bunga di taman, cerpen bunga pom-pom, hilang spesies bunga, hubungan makan bunga kantil setiap hari kamis,













Saya tidak tahu apa hubungannya hari Kamis dengan permintaan bunga yang meningkat. Apa bunganya ini dipakai buat ritual, Mas?
Tentang kebiasaan tanam bunga yang mulai kurang diminati karena sempitnya lahan, secara umum, ya. Namun ini tak berlaku buat saya, Mas. Meski rumah saya sempit hanya seluas 94 M2 tanahnya tapi saya masih menanan bunga di taman depan rumah. Mengapa? Karena itu satu-satunya hiburan alami saya di rumah. Berkebun itu menyenangkan, lho.
Saya ngga tau pasti bunga yang dibeli Kamis sore dipergunakan buat apa nantinya, bisa jadi ritual malam Jumat.
Soal tanah yang sempit itu wajar zaman sekarang, mengingat memiliki tanah tak semurah dahulu, semua sudah dibuat ukuran pas satu petak rumah
Ga bisa nyalahin luas tanah dong kan, nanem di pot ga perlu tambahan tanah kang, apalagi kalo pake metode hidroponik
Emang yang punya rumah aja yang ga mau nanem
Hahahaha, yang terakhir itu….. kalau ditanya ke penghuni rumah paling jawabnya simpel, “Sibuk”
justru baru tau klo bunga laris di kamis sore
wong saya cuma beli bunga klo mau ziarah,
tapi klo bunga yang buat di dalam rumah ya belinya cuma pas lebarang doang
sementara untuk nanem bunga sendiri, tidak memungkinkan karena tidak ada lahan.
beda waktu masih di medan dulu, halaman luas, yang ada malah sebel nyiram tanaman karena kecapekan ehehehhe
Yuk, pulang. Saya udah lama ngga naik ke puncak lihat tanah Karo yang penuh taman bunga
niatnya sih cepet2 pulang kampung, tapi masih sibuk sama urusan program punya momongan xixixi … ntar deh doain yah dapet segera biar bisa mudik
Begitu keluar langsung diarak ke kampung.
*ngarep dilisting undangan*
Waaah, siapin kerbau buat banyak kondangan
hmm,,, saya ga tau kang…
mungkin karena budayanya masyarakat hindu dulu segala pemujaan berhubungan dengan bunga kali…
Apa masih ada yang ritual ‘budaya’ malem jumat?
Hmm, buat apa juga yak beli bunga saat malam jum’at? *berfikir mistis* hahaha
Saya ngga bilang malem jumat lho Nie,….. *malah mikir Nie pernah….*
waaah baru tahu soal bunga di hari kamis. Apa ini ada hubungan dgn senin-kamis, atau kamis yang musti keramas? Jadi bunga ditaruh di tempat tidur hihihi
EM
Atau seperti film India, sebelum ‘bercinta’ peraduan dihiasi bunga2
Bunga laku di hari Kamis mungkin mau dipake di malam jumatnya …
Yang paling laku bunga apa ya? Melati?
Atau tujuh warna?
Kalau boleh tahu di daerah mana tuh Mas ? yang banyak beli pada Kamis sore..
Saya suka buka, wanginya bagus untuk aroma terapi. di depan halaman saya malah ada bunga Jeumpa khas Aceh yang tumbuh… kalau bunga kantil wanginya bikin merinding..hiihiiiii…..
Hemmm…. ada chapcai goreng + bakso, saya mesti tambah 2x. wkwkwkwkwk….
Saya tau sampean ngga suka chapcai, makanya saya tambahin gratis bakso
Apakah kebutuhan bunga di Kamis sore hanya untuk sebuah pemujaan, atau hanya sebuah budaya?…
Jawab: Mungkin keduanya, sobat…. ^_
Mungkin saja, atau cuma kebiasaan
Bunga itu kalau sedap kalau dipandang, terkadang bunga juga disalah gunakan untuk hal2 yang bersifat bertentangan dengan agama..
Kalau hubungan bunga dengan hari kamis, saya baru tau sekarang bang.
Makanya, sekali2 cari dukun
kalau di jogja ada tuh pasar kembang, jadi satu deret jual bunga semua, tapi ya itu, gak semua bunga dapat ditemui.
Oooo, bukan berarti pasar kembang menyajikan dagangan komplit. Artinya, kalau ngga dapet harus menanam sendiri
Bunga memang indah, dan sangat enak di pandang mata..
Makanya saya gak ikut-ikutan membuang bunga dengan sia-sia. Apalagi dengan maksud “komunikasi dengan yang mereka yakini”! Apaan tuh???
Ya itu, komunikasi roaming dengan Bos mereka
bunga…
dibeberapa pedalaman desa hal2 seperti masih kental gan,
sebab mereka meyakini “komunikasi” dg ghoib yaa salah satunya dg bunga..
Ternyata, tradisi itu sulit dilenyapkan ya? Di desa ataupun kota juga ngga jauh beda
kupu kupu juga jarang ditemukan juga..
Kupu2 lebih seneng mudik ketimbang hidup di kota.
bunga, sebuah ‘benda’ yg menjadi simbol emosi entah itu bahagia krn cinta, berduka karena ada yg telah pergi, atau sbg rasa syukur (biasanya dalam upacara2 adat ada yg memanfaatkan bunga) . .
apakah ada yg bisa menggantikannya?
Belum, pengantin dengan bunga plastik pun masih terlihat tak menarik
Berarti bunganya mau dipake buat malam jumat ya?
hmmmmm
Menurut Anda?…..
Tapi berprasangka buruk itu tak baik lho