Kita tahu bahwa negara ini dibangun dan didirikan dengan darah pahlawan yang menjadi kakek bahkan buyut kita sendiri. Kita tahu bahwa semua itu telah berlalu dan giliran penerus membangun dengan modrenisasi. Mengingat mereka tak butuh waktu seumur hidup, beberapa menit atau bahkan seharian jika Anda suka. Toh,.. mereka hanya perlu doa bukan penghargaan seperti monumen dan tugu pahlawan yang kini nyaris tak dilirik orang.

Monumen Sisingamangaraja, berdebu disamping sebuah Plaza
Monumen,… disetiap kota memiliki ciri khas monumen itu sendiri tergantung pahlawan yang dikenang. Sedalam apa mengenang jasa mereka dari sudut pandang pemerintahan sekarang? Upacara, membuat monumen, tugu dan patung, mengenalkan kepada siswa tentang perjuangan mereka, lukisan teranyar, dan terakhir doa (yang jarang dilakukan). Yang terakhir justru dilakukan setahun sekali setiap bulan Agustus, padahal manumen dan tugu mereka bertengger setiap hari diselimuti debu jalanan. Oh, malangnya monumen itu hingga tak seorangpun meliriknya.
Adakah yang salah ketika saya melirik monumen dan tugu itu seraya berdoa didalam hati walaupun hanya hitungan detik? Apakah Anda juga melakukannya? Tak salah jika melintas didepan monumen dan tugu pahlawan sembari mengucapkan doa walaupun sepenggal kalimat ‘Ya Allah, berikan meraka rahmat Mu’. Kita lebih menyenangi melirik banner dan iklan jalanan hingga tak sadar maut didepan kenderaan kita. Inilah zaman yang nyaris melupakan pahlawan, padahal dulu pada saat Soeharto memimpin setiap kelurahan sibuk mengadakan berbagai acara peringatan di hari pahlawan. Seperti hari Kartini, adakah di kelurahan Anda mengadakan suatu acara seperti perlombaan bagi kaum wanita?
Siapa Yang Mengenang?
Pahlawan nasional itu bukan hanya untuk dikenang, menghargainya dengan event dan doa adalah salah satu wujud bahwa kita menghargai jasa mereka. Tak dibayangkan jika Kartini waktu itu tak ikut andil dalam perjuangan kaum wanita, tak terbayangkan jika kakek dan buyut kita tidak ikut andil dalam membedil musuh di medan pertempuran. Apa jadinya negara ini? Mungkin kita tak pernah merayakan hari kemerdekaan, dan wanita tak lebih sebagai seorang istri.
Bukan saling tuding bahwa kita tak pernah mengucapkan rasa syukur dan mendoakan pahlawan nasional. Tak menuding pemerintahan sekarang yang sibuk dengan gedung baru dan korupsi merajalela hingga tidak menghidupkan kembali event di hari pahlawan. Tak hanya militer dan pegawai sipil yang sibuk upacara di hari tersebut, tapi kita juga pantas mengucapkan doa dimanapun. Sepenggal kalimat yang tak lebih lama dari membaca pesan di handphone, walaupun sekali seumur hidup! Mungkin di saat ini kita tak menemukan acara peringatan yang semarak, tapi tak harus mengubur doa bersama zaman.
Saya yakin ketika lebih dari 200 juta penduduk Indonesia mengucapkan sepenggal kalimat doa hanya untuk mengenang dan bersyukur, disaat itu negara kita akan berubah menjadi lebih baik dari saat ini.
Inti Post:
- patung sisingamangaraja, monumen sisingamangaraja, patung pahlawan, patung sisinga mangaraja, nama monumen di medan, monumen kota medan, sejarah patung sisingamangaraja, PATUNG SISIMANGARAJA DI TELADAN, patung pahlawan sisingamangaraja, PATUNG TUGU, perjuangan kereta api, monumen sisingamangaraja di medan, pahlawan sisingamaraja, TUGU SISINGAMANGARAJA TELADAN, monumen di medan, patung pahlawan kartini, patung sisimangaraja, patung monumen di indonesia, lokasi patung sisingamangaraja, landmark kota medan patung sisingamangaraja,













Kalau dalam hal ini saya menilai Pemerintah kurang kreatif dalam mempromosikan potensi wisata lokal. Jadi jangan salahkan kalau orang Indonesia lebih suka jalan-jalan ke luar negeri.
Kok ceritanya sampe ke luar negeri?
maksudnya orang kita kok malah tertarik lihat objek wisata di luar negri padahal di dalam negri banyak objek wisata yang bagus… gitu kali mas…
Bener juga x ya
wah menarik nich
salam hangat dari blue
Apanya yang menarik?
Jadi inget film naga bonar jadi 2 yang menangisi patung sudirman dengan posisi tangan hormat. Tapi aneh juga yang buat patung itu, ngapain juga dibuat hormat (-_-”)
Tapi soal doa, lah wong untuk diri sendiri aja kadang lupa buat berdoa, apalagi buat pahlawan yang sama sekali gak kita kenal, emang susah lah..
Nah, yang seperti ini…. susah
btw… itu patung pahlawan apa dan ada di samping sebuah plaza apa ya?
Sekarang apa sih yang ngga mungkin?
itu patung pahlawan sisinga mangaraja di medan terletak disamping plaza Ramayana, polsek medan kota dan stadiun teladan medan.
Pahlawan dan monumen itu hanya sepenggal cerita masa lalu. Masa kini, ya hanya memikirkan yang masa kini saja. Betul? Itulah yang sekarang terjadi di negeri ini
Betul mas, gimana ya rasanya jadi pahlawan kalau dihargai begini?
banyak yang yang mengalihakan perhatian kita dari kenangan jasa2 pahlawan2..
Tak terhitung jumlahnya yang bisa melupakan kita tentang segala hal!
“Saya yakin ketika lebih dari 200 juta penduduk Indonesia mengucapkan sepenggal kalimat doa hanya untuk mengenang dan bersyukur, disaat itu negara kita akan berubah menjadi lebih baik dari saat ini”.
Amien…yuk sama2 berdoa dan bersyukur…semoga negara ini akan menjadi lebih baik lagi.
Syukurlah, masih ada yang ingat untuk mendoakan
betul bang..saya sebagai anak medan merasa miris liatnya apalagi ini terletak dekat stadiun dan polsek medan kota..