Melihat gambar sejarah ditahun perjuangan Indonesia, kereta api merupakan transportasi favorit. Walaupun hanya berupa gambar tapi foto itu membuat sebuah pandangan akan kebutuhan transportasi yang meningkat, padahal saat itu kebutuhan industri belum seperti saat ini. Mulai dari zaman kependudukan kolonial Belanda hingga berganti masa penjajahan Jepang, kereta api merupakan kebutuhan utama sebagai transportasi hasil bumi.

Sepur, salah satu peninggalan Belanda di Medan
Jalur Yang Dibangun Dengan Darah
Semasa penjajahan kolonial Belanda pembuatan jalur kereta api menggunakan cara yang merugikan bangsa, kerja rodi, dan bahkan pada saat pemerintahan Jepang berkuasa puluhan ribu jiwa dikorbankan hanya untuk membangun sebuah jalur kereta api di Sumatera. Belum lagi mereka yang terpisah dari keluarga, derita itu sepertinya tak hilang begitu saja.
Sepur, sebutan kereta api pada saat itu yang digunakan sebagai transportasi penjajah yang melewati setiap daerah rempah yang subur. Kemudian membawa muatan itu hingga ke negeri pemeras hingga bertahun tahun. Seberapa besar kerugian yang kita peroleh? darah dan hasil bumi tidak terhitung jumlahnya. Tapi inilah peperangan, nilai keuntungan tetap diperhitungkan sekalipun harus memusnahkan bangsa terjajah.
Setelah masa penjajahan berakhir, kereta api masih tetap menjadi alat transportasi utama di negeri kita. Gerbong kereta selalu penuh dan berlebih muatan, hingga setiap daerah yang telah dibangun jalur Sepur menjadi bagian pemerintah dalam peningkatan ekonomi. Sebagian besar jalur Sepur atau kereta api melintasi daerah perkebunan dan pertambangan. Selain digunakan sebagai alat transportasi industri pemerintah juga mengembangkan transportasi umum untuk memenuhi kebutuhan dan perkembangan daerah tersebut.
“Kakek lebih senang naik Sepur saat berbelanja ke Kota” Sebuah kebanggan tersendiri bagi sang Kakek, walaupun saat menaiki Sepur harus berdesakan hingga gerbong seakan membengkak. Jalur kereta api terus ditambah, hingga bertahun tahun setelah kemerdekaan transportasi ini tetap menjadi kebutuhan utama.
Isi Perut Habis, Jalur Kereta pun Mati
Di Sawah Lunto (Sumatera Barat) dulu merupakan salah satu tempat penambangan batu bara yang dibangun pada masa penjajahan, termasuk Jepang telah menodai tempat ini dengan ribuan darah. Hasil yang diperoleh dari sini tidak tanggung-tanggung, merupakan tempat penghasil tambang besar di Sumatera saat itu.

Kereta industri yang masih beroperasi di Sumut
Saat ini kita hanya bisa melihat jalur kereta yang mati, isi perut bumi di Sawah Lunto tidak memungkinkan lagi untuk diambil. Sebagian jalur kereta itu hanya digunakan sebagai transportasi umum yang peminatnya bahkan tidak ada sama sekali. Jalur itu hanya digunakan pada saat hari libur sebagai sarana transportasi pariwisata. Ada berapa banyak jalur kereta yang mati? Padahal jalur Sepur atau kereta api itu dibangun dengan harga termahal yang ada saat ini, dibangun dengan tangan dan darah yang tidak ternilai harganya. Ketimbang membiarkan besi tua itu menghilang satu persatu, alangkah baiknya menginvestasikan pembangunan dan perawatan kereta yang akan membuat transportasi ini tetap hidup dan menjaga sejarah kita.
Gerbong Kereta Sumber Kejahatan
Dalam kasus yang beredar, kejahatan terjadi didalam gerbong terus meningkat seiring berkembangnya transportasi kereta api. Mulai dari pelecehan seks, penodongan, pencurian, dan bahkan pemaksaan dikelas ekonomi pasti terjadi untuk setiap keberangkatan.

Gerbong kelas Ekonomi yang sering terjadi aksi kejahatan
Pria ini menawarkan dagangannya kepada saya, tapi saya menolak untuk membeli. Tiga orang teman lainnya datang menghampiri seraya mengeluarkan sebilah pisau dan memaksa saya untuk membeli dagangannya seharga tiga kali lipat dari harga biasanya. Mereka hanya menjajakan dagangannya disaat kereta api berhenti di satu stasiun dan turun sebelum kereta itu berangkat. Kelas ekonomi, seperti itu adanya yang rentan dengan kejahatan dan tidak terkendali, mereka bebas berkeliaran.
Bagaimana dengan pelecehan seks? Bahkan anak hilang di stasiun kereta sering terjadi. Gerbong kereta api seperti sebuah rumah hantu yang membuat penumpang merasa takut untuk masuk kedalamnya.
Kereta itu penuh sejarah, dan kita telah lupa ‘siapa kita’.
Inti Post:
- alat transportasi jaman dulu, kereta api, gambar alat transportasi, alat transportasi jaman dulu dan sekarang, alat transportasi masa lalu dan masa kini, kereta api jaman dulu, jalur mati kereta api, gambar kereta api, sejarah peninggalan belanda di medan, kereta api jaman belanda, kereta api jaman penjajahan, peninggalan belanda di medan, gambar transportasi zaman dahulu, kereta api jaman dahulu, alat transportasi masa lalu, transportasi zaman dahulu, transportasi masa lalu, kereta api dulu, gambar kereta kuno, proses industrialisasi pada masa kolonial,













Foto2ne keren keren mas… mantap tenan
Opo ne keren, itu juga asal jepret ko’
Kereta di INdo penuh sejarah. ..
tapi ya gitu2 ja . .. ga berkembang banget. .. kayak negara maju . .maklum kan negara berkembang. .
Perlu dikembangkan, biar transportasi kita lebih maju lagi.
Tapi dari dulu julukan kita ko’ negara ‘berkembang’ terus ya?
difoto darimana itu mas…motonya pasti sembunyi2 ya..haha…
Hahaha,…. soalnya waktu jepret ngga dikasi masuk, jadi cari tempat aman buat ambil pic-nya.
Semasa kuliah di Depok, hampir semua teman2 sekelas saya pernah hilang henpon di Kereta Ekonomi.
Tapi mau gimana lagi, yg paling irit ya naek kereta
Itulah kereta kita, menyediakan pekerjaan bagi pengangguran…
Jaringan kereta api meninggalkan jejek kuat pada wilayah-wilayah disinggahi. Stasiun menjadi simpul ekonomi. Bahkan kota kecilk seperti Salatiga dulu punya aramada bus zaman Belanda untuk menjadi feeder bagi Stasiun Beringin
Kalau dulu kereta merupakan penunjang ekonomi. Kalau sekarang stasiun justru merupakan simpul kejahatan, Paman Tyo!
sarana transportasi yang satu ini memang sarat dengan nilai2 historis. tak berlebihan kalau hingga sekarang pun masih eksis. sayangnya, pengelolaannya tdk terurus dg baik. proses kapitalisasi pun masuk. untung-rugi menjadi kalkulasi utama, tanpa mempertimbangkan kenyamanan dan keselamatan penumpang. entah sudah berapa nyawa yang menjadi “tumbal” buruknya layanan jasa kereta api. doh!
Entah karena terlalu banyak rel kereta tua yang harus diurus, atau malah dana transportasi terlalu besar sunatannya. Tapi setidaknya menghargai sejarah merupakan satu hal penting walaupun sebagian orang menganggap itu hanya sebuah transportasi saja.
ntah ndak tau kenapa saya lebih suka liat alat transportasi ini… apalagi yg klasik… tapi manfaat dari kereta sendiri sangat membatu pekerjaan
Yang klasik enaknya buat transportasi wisata, serasa berada di zaman itu.
Kereta api kadang identik dengan masalah. Kadang penumpang yang diatas gerbong, tabrakan kereta, dll. Sebenarnya kalau bisa tertib naik kereta api itu menyenangkan..
Tertib di gerbong ekonomi? Itu susah lho, mas.
Banyak yang harus dibenahi di Indonesia, salah satunya ya transportasi paling banyak penggunanya ini… Serem banget klo sampe tindak kriminalnya begitu mah :takut
Masalahnya, pemerintah bukan hanya ngurusi transportasi. Yang jelas saja terlewatkan!
Kereta ya.. Ane juga pernah dapet pengalaman kurang enak waktu ke surabaya dari Jogja.. Padahal kelas eksekutif.. waktu pesan makan, makanan terlihat mengiurkan.. tapi begitu dimakan.. ya ampuuun… rasanya.. yang bikin lebih kaget, begitu bayar “80ribu mas” ucap pramusajinya (berdua dengan teman).. weleh.. weleh.. mau dibawa kemana Bangsa ini.. ups! ga boleh mengeluh ya mas? Kita-kita ini yang harus merubah bangsa. CMIIW
Salam..
Jimmy Ahyari Posting Terakhir..Cara Beriklan di Internet
Sayangnya,… yang ingin merubah bangsa ini menjadi lebih baik tidak sebanding jumlahnya dengan mereka yang tidak mau tahu!