Gatot Kaca kita kenal sebagai seorang Hero, berotot kawat tulang besi yang tak beda dengan cerita Superman, mereka tak butuh helm!
Terang saja manusia super seperti ini tak butuh yang namanya pelindung, apalagi helm yang dipercaya sebagai salah satu penutup kepala teraman saat berkendara motor. Apa yang ada dibenak kita mungkin akan berifikir, bahkan berhayal ‘seandainya‘ dan kemudian mempercayai dirinya memiliki tulang besi layaknya sang super hero yang tak butuh helm. Ini bukan cerita tentang Gatot Kaca ataupun Superman sang super star komik barat, tapi sebuah reality dunia berkendara motor dengan gaya jagoan Western ditambah kebut kebutan tanpa helm.

Berkendara menggunakan helm?
Dengan Helm, Kehilangan Wajah Tampan
Menggunakan helm hanya akan menutupi wajah tampan, tak memakai helm maka semakin jelas bahwa saya memang tak tampan
Itu hanya salah satu alasan, kenapa pria malas menggunakan helm disamping tak bergaya film Western dengan rambut panjang dan motor gede ![]()
Bahkan ada yang beranggapan dengan menggunakan helm berkaca hitam dengan jaket hitam seperti seorang anggota perampok Bank. Ketika menghampiri salah satu toko maka gerak geriknya terus diikuti, takut kalau dagangannya hilang. Ada lagi yang lebih lucu ketika pria dengan kostum seperti ini menghampiri sekelompok orang pengguna narkoba, ada yang spontan lari karena menganggap pria ini dari Kepolisian, padahal niat hanya ingin bertanya alamat ![]()
Helm Dan Rambut
Orang bilang tak gaul jika si rambut panjang menggunakan helm, ya seperti didalam film Western itu! Dan helm pun hanya diikat dibagian belakang motor, bahkan ada yang mengikatkannya di paha atau lengan. Mereka inilah pria sejati dengan tulang besi yang lebih sayang paha dan lengannya dibanding kepala.
Tak ada bedanya dengan wanita yang lebih memilih meninggalkan helm dirumah, agar rambutnya tergerai ditiup angin seperti iklan di TV yang mampu memikat hati sang pria
Ada juga yang takut tatanan rambutnya rusak seperti songkok, atau helm yang meninggalkan bau tak sedap dirambut mereka.
Sadar Keselamatan Karena Dijaga Helm
Inilah yang masih menjadi kebiasaan buruk kita, taat berlalu lintas ketika ada yang jaga. Saya, walaupun hanya membeli sebungkus rokok berjarak kurang dari 200 meter masih tetap menggunakan helm, minimal topi untuk melindungi dari terik panas matahari. Tak memakai helm saat berkendara jauh akan membuat kepala saya pusing karena tiupan angin bercampur debu dan asap. Dengan memakai helm mata saya tak pernah perih karena debu, dan banyak orang mengalami kecelakaan akibat gangguan pandangan.
Helm bukan saja melindungi kepala yang sebenarnya bukan tulang besi, bahkan helm membuat Anda lebih gaya ketika berkendara motor. Helm memang bukan kewajiban ketika berkendara di sekitar lingkungan rumah, tapi tak ada salahnya membiasakan diri karena tak satu orangpun tahu kapan terjadinya kecelakaan.
Saya, Anda, mungkin bisa berbagi dengan yang lain, karena dari salah satu media yang saya baca:
Pada tahun 2010 di Sumatera Utara tercatat korban kecelakaan tak kurang dari 7.000 orang, 33% diantaranya meninggal dunia. Dari 3.731 kecelakaan, 70% melibatkan sepeda motor, dari 3 korban sepeda motor yang terluka 1 orang dengan cidera kepala. Pastikan Helm dikepala Anda!
Inti Post:
- hero gatot kaca, gambar wolverine naik motor, tulang besi, penyebab kecelakaan berkndara (motor), pakai helm sebelum anda kecelakaan, membuat rambut rapi saat pakai helm, melindungi rambut ketika memakai helm, masyarakat tidak suka memakai helm, kepala pusing saat memakai helm, kenapa di bank harus buka helm, karena itu diperlukan helm yang bisa melindungi kepala saat terjadi, wanita malas pke helm fullface,













Lantaran muka saya gak bagus2 amat sehingga gak pantes dipamerin juga rambut saya yang sering ketombean, mending saya pakai helm aja.
Hahaha,… sama mas. Saya juga kurang pede kalau ngga pakai, wajah ngga pantas dinikmati
Klo punya tengkorak besi kya Wolverine X-Men, mungkin ga pakai helm ga ditilang pak Pulisi.
Klo saya mah, cuma manusia biasa pake helm aja masih ketilang.
Kulit Wolverine masih bisa lecet ko’, pasti kena tilang
Saya dulu demen banget pake helm (model helm proyek), sekarang males.. helm-nya gede2, bikin leher pegel.
Helm proyek ringan, dulu juga banyak yang pakai sebelum ada larangan
Banyak yang mengaggap helm itu hanya aksesoris, nggak penting, bikin risih… hanya produk undang-undang.
Bukan hanya helm, tapi kelengkapan yang lain pun (kadang) seperti bikin berat, bikin nggak ‘gaul’, kaca spion maupun aksesoris yang lain serasa nggak diperlukan…
Terus, kalau kenapa-napa kesannya menyalahkan…
Kita itu lebih suka menyalahkan ketimbang introspeksi diri, jarang ada yang merasa menilai kekurangan diri sendiri
sekarang pke helm bukan karena keselamatan tapi karena menghindari keluarnya uang yang masuk ke kantong “******”.
Takut karena ngga lengkap kan?
hahah..karena gak lengkap makanya takut.
tapi klo lengkap nanti gak kelihatan muka gantengnya bang.
Kalau tulangnya krupuk ya wajib pakai helm, kalau bisa helmnya dua, hehehee
Tulang kerupuk lebih untung, ngga perlu beli lauk
tempo hari sempat nyunsep masih untung (kata orang jawa)pake helm, jaket, sepatu yang memang bagian dari safety riding kita sendiri.
soal pake helm, keluar pagar rumah kudu pake helm biar tidak semriwing
Jadi sekarang kemana mana bawa helm? Ke tetangga sebelah juga kudu pake, mas. Mana tau kepleset di selokan bisa cidera kepala lho
ya..emang ada kepala besi….
Yang ada mungkin….. keras kepala
Wihh hebat pake bawa statistik lho

Waktu masih di Indonesia saya males pake helm, soalnya bikin rambut lepek
Hahahah,…. Apalagi kalau pake cream rambut, gaya yang diatur bisa jadi kacau
Krn beberapa kali selamat gara2 helm jadi ga prnah ga pake helm klo bepergian
Bukan selamat dari kejaran massa, kan?
Saleum,
saya katakan sekali lagi ” Gunakanlah Helm disaat anda berkendaraan…” Pesan ini disampaikan oleh dmilano, wkkk….
saleum dmilano
Sepintas, posting mirip iklan ya
HaHaHa… Saya tersindir!
Jadi ingat dengan pengalaman saya sendiri. Dulu waktu masih remaja saya paling malas pakai helm kalau rambut sudah dijelly rapi sehingga helm sengaja tak saya pakai. Sekarang, saya lebih sayang kepada diri saya daripada membiarkan muka kena panas, debu dan angin, ya pakai helm saja. Masalah rambut masih bisa dirapikan lagi, kok. Betul? 
Kebiasaan saya malah menggunakan jelly setelah tiba ditempat, biar terus kelihatan rapi. Apalagi Jelly keras
harus hati hati
Fonega Posting Terakhir..Pereda Pusing Tanpa Obat
Jangankan berkendara, makan juga harus hati2, bisa tersedak
waduh, kalau aku kelamaan pake helm malas pusing mas, hohoho..
Tapi tenang, sampe sekarang aku jarang banget kok pergi gak pake helm, palingan klo masih dala satu gang dan gak di jalan raya aja,
Rata rata yang naik motor sekitar lingkungan memang ngga pakai helm, katanya ribet
hehehe, betul sekali mas memang para pengguna motor sekarang ini sudah banyak yang enggan untuk menjaga keselamatan mereka. masa pakai helm aja koq malah emoh hanya dengan alasan seperti yang telah disebutkan diatas. nanti kalau udah kecelakaan dan terjadi apa-apa sm kepalanya, siapa yang mau nanggung? aduduuh..
Yang naggung ya keluarganya, atau malah minta tanggung jawab yang nambrak. Padahal pengendara juga ngga pakai helm
walau cuma jarak 100 meter, alhamdulillah saya sudah terbiasa menggunakan helm, sebab musibah bisa saja terjadi kapan saja…
kebiasaan bisa membawa hikmah….
Helm bisa melindungi kepala dari benturan, itupun banyak yang males makai. Kebiasaan orang memakai helm karena takut di tilang bukan karena keselamatan..
Hahaaha,…. saya juga takut ditilang, kalau tak dijaga kadang2 suak lupa pakai helm
kalo menurut saya helm penting untuk melindungi kepala, dan bisa untuk gaya juga
andre Posting Terakhir..Blogilicious Trah Yogyakarta sukses besar
saya orangnya penakut, berkndara di dalam komplek pun saya lebih suka pakai helm
Tapi, didalam rumah ngga kan?
Saya belum punya motor mas, masi pake angkot kalo mau kemana-mana…
jd gak merasa pentingnya sebuah helm..
Ya beli helm aja dulu bulan ini, bulan depan roda, bulan selanjutnya stang. Ntar kan lengkap
tu mau daftar seleksi jadi superhero kali om di kecamatan wkwk
Kalo saya sih merasa malu, Mas, kalo gak pake helm. Entah karena malu wajah yang pas-pasan atau malu karena nggak menaati peraturan.
Pake yang half-face aja rasanya masih bisa kelilipan… saya heran deh dengan orang2 yang bisa bepergian dengan motor tanpa helm. Kok gak kelilipan ya?
Tapi yang jelas kalo gak pake helm full-face itu rasanya mata kemasukan debu terus.
Justru itu yang saya mau tanya, matanya ko’ tahan debu ya? Padahal saya 5 menit aja udah berasa kering ;(
bisa karena biasa ya bos