Pantaskah Menganut Kebebasan Seks?

Ini bukan cerita pribadi, kebebasan seks disekitar kita bahkan senang menerima pelaku menjadi bagian dari keluarga.

Siapa yang tak ingin menjadi suri tauladan bagi orang lain dan keluarga, saat menikah menjadi salah satu penilaian yang membuktikan bahwa kita masih beragama dan berbudaya. Setahun menikah dan beranak satu adalah hal yang sangat wajar dalam berkeluarga, tak memiliki beban moral dan sang anak terhindar dari ejekan ‘anak haram‘. Ini hanya sebuah kenyataan bahwa hampir dalam setiap keluarga kita memiliki sepasang pengantin yang terpaksa di nikahkan akibat kebebasan seks. Agama, budaya, seolah olah hanya sebuah perbincangan mulut.

kiraya Pantaskah Menganut Kebebasan Seks?

Hasil kebebasan seks???

Kebebasan Seks Memprihatinkan

Saya tak berbicara tentang generasi sekarang, karena saya juga bagian dari generasi tersebut. Sejak 10 tahun yang lalu pun menikah dadakan sudah sering saya lihat, bahkan lebih parah dari itu. Dan kini jumlahnya terus meningkat seperti di budidayakan. Hubungan seks itu memang sebuah kebutuhan dan bukan munafik ketika banyak remaja melakukannya walaupun belum cukup umur.

Ini bukan masalah agama dan setiap orang punya pertanggung jawaban terhadap Tuhan. Tapi kita tak pernah memikirkan nasib si buah hati yang ‘diciptakan’ sebelum menikah.

Terlebih lagi anak yang dilahirkan tersebut seorang wanita, apakah menurut Anda ayahnya pantas menjadi wali padahal dia ‘diciptakan’ sebelum ucap nikah? Belum lagi beban moral, psikologis ketika tetangga keceplosan bahwa teman bermain anaknya dilahirkan kurang dari 9 bulan setelah menikah. Dan kebanyakan dari orang tua mereka berpisah ditengah jalan hanya karena terpaksa dan memang bukan pilihan dalam kebebasan seks.

Setahun menikah dan beranak satu bukan lagi menjadi trend saat ini, banyak yang menganut faham lebih cepat lebih baik hingga bisa memutuskan untuk tetap menjalin keluarga atau cerai. Pasangan sekarang terlalu mudah mendapatkan tempat untuk berduaan, bahkan disediakan tempat peraduan nyaman.

Orang tua bilang ‘dunia akan kiamat’ dan mereka berucap ‘menikmati kebebasan seks sebelum kiamat’. Soal dosa dan norma bukan hal tabu bahkan kelakuan mereka diketahui khalayak ramai, bukan menjadi coreng diwajah dan menjadi kebanggaan dengan istilah ‘gaul’.

Kebebasan Seks Dalam Media

Sinetron pun ikut menampilkan tragedi yang sama, seperti sebuah pengenalan terhadap remaja bagaimana mengatasi keadaan tersebut. Menikah bukan lagi menjadi jalan terbaik menikmati hubungan seks karena semua sudah tak ada batas dan perangkat terjual bebas. Peran orang tua tak lagi berfungsi disini, menentukan pilihan dan resiko kebebasan seks.

Inti Post:

    anak kecil hamil, aku dinikahkan dengan gadis kecil, nikmatnya kawin di usia muda menikmati setubuh di malam pengantin baru, orang sudah tua masih senang setubuh, Nikmatnya kawin muda, ngeseks karena terpaksa, menikah karena terpaksa hamil duluan, masih kecil nikah, masih kecil hamil, pendapatan rumah tangga yang menikah muda, peran orang tua setelah anak menikah, perlukah menikah lagi jika kita hamil duluan, perlukah menikah muda, pernikahan karena hamil, psikologi anak yang hamil duluan, psikologis anak hamil, psikologis anak yg telah menikah, saya menikah karena dipaksa, status anak yang orang tuanya menikah karena hamil duluan, lindungi hamba yaallah,
Advertisement
79 Responses to “Pantaskah Menganut Kebebasan Seks?”
  1. July 11, 2011 at 12:45 PM #

    kenikmatan sesaat yg harus dibalas dengan kepahitan dalam jangka waktu lama :D

    • July 13, 2011 at 6:47 PM #

      Sekali berbuat, tak terhapus. Hati2 mengambil keputusan :)

    • July 15, 2011 at 8:47 PM #

      Celakanya, tidak hanya di dunia tapi hingga di akhirat. Astaghfirulloh!

      • July 16, 2011 at 11:39 PM #

        Urusan yang panjang…

  2. July 11, 2011 at 12:46 PM #

    ya begitulah jaman sekarang.. kesempatan untuk melakukan “itu” sangat terakomodasi.. huhuhu..
    makanya nikah muda lebih baik, kalau sudah mampu kenapa harus menunda nikah, ya kan.. nikah tu enak kok.. :mrgreen:

    • July 13, 2011 at 6:49 PM #

      Enak dari segi yang mana? Kalau pendapatan ngos2-an banyak juga yang ngeluh ‘Nikah itu menyebalkan’. Makanya, pilah pilih calon juga penting :P :

  3. July 11, 2011 at 2:41 PM #

    Bahkan, tidak jarang yang baru akad nikah 4 bulan, ee….sudah melahirkan.

    Maaf ikut nimbrung.

    • July 11, 2011 at 8:14 PM #

      Ngga apa, silahkan nimbrung. Tapi bukan bagian dari cerita diatas kan? :D

  4. July 11, 2011 at 2:49 PM #

    Menikah itu lebih baik daripada tidak menikah… :)

    • July 13, 2011 at 6:51 PM #

      Ya, setidaknya ‘ngga takut hamil’ :mrgreen:

  5. July 11, 2011 at 2:56 PM #

    Audzubillah,, semoga tidak terjadi pada saya atau keluarga saya..

    itulah salah satu alasan saya ingin menikah muda…
    membentengi diri..

    • July 11, 2011 at 8:17 PM #

      Lebih baik daripada tidak :)

  6. July 11, 2011 at 3:18 PM #

    Hidup memang semamin ueeedaaaaaaaaaaaan. semoga saja tidak terjadi pada anak dan cucuku. amien. doain ya kawan.

  7. July 11, 2011 at 3:46 PM #

    Aduh yang penting ketemu jodoh deh, hehee

    • July 11, 2011 at 8:18 PM #

      Tapi, jangan asal caplok walaupun niat ‘asal ketemu’ :P

  8. July 11, 2011 at 4:01 PM #

    kalau sudah ketemu jodohnya, pasti sesegera mungkin menikah… :D

    • July 11, 2011 at 8:19 PM #

      Segera Mas, nunggu apalagi?

  9. July 11, 2011 at 4:41 PM #

    Kalau di Jawa saya suka menyebut pasangan yang suka hamil duluan sebelum nikah itu dengan sebutan LKMD (Lamaran Kari Meteng Disik). :) Artinya, lamaran belakangan hamil duluan.

    Saya sudah entah berapa kali menjumpai pasangan yang seperti itu. Nikah karena terpaksa sebab hamil duluan. Ya, akibat bebasnya pergaulan jaman sekarang dan mulai lunturnya nilai2 budaya dan norma yang ada di masyarakat, juga agama, Mas. Prihatin! :(

    • July 11, 2011 at 8:25 PM #

      Saya tiap minggu denger, ada yg pakai pesta dan ada yang tiba2 sudah menempati rumah. Dunia wes edan!

  10. July 11, 2011 at 4:43 PM #

    Akhirnya berhasil comment, Mas. Semalam sampai 5 kali submit error terus makanya terus saya laporkan via Google+

    • July 11, 2011 at 8:26 PM #

      Trima kasih laporannya Mas, kemarin baru update dan sedikit problem :D

  11. July 11, 2011 at 9:00 PM #

    saya jadi kepikiran hal yang lain, tentang muda mudi yang menikah sekarang ga ampe setahun udah melahirkan yang itu berarti mereka hamil sebelum nikah.. :(

    • July 12, 2011 at 10:23 PM #

      Prematur juga bisa, jangan buruk sangka dulu :D

  12. July 11, 2011 at 9:23 PM #

    itulah anak gaul jaman sekarang bang…sukanya menggauli…hahaaa :lol:

    • July 12, 2011 at 10:24 PM #

      :lol: Bukan salah satu diantaranya kan?

  13. July 11, 2011 at 9:52 PM #

    yang sudah menjadi orangtua justru deg-degan untuk memberi tameng “pilihan” hidup yang benar bukan hanya g4ul nih.

    • July 12, 2011 at 10:25 PM #

      Orang tua hanya berdoa, yang tahu seluk beluk calon cuma si anak.

  14. July 12, 2011 at 9:33 AM #

    ngeseks tapi blum nikah?
    aduhhh
    mending nikah siri dulu deh :(

    • July 12, 2011 at 10:27 PM #

      Walaupun banyak yang ngga setuju, tapi sudah ngucap nikah dan itu halal.

  15. July 12, 2011 at 10:56 AM #

    Hehehehe…
    Saya tak mau pacaran mas, cari duit dulu dah…
    Udah banyak duit, baru pilih-pilih cewek yang paling cantik di dunia…
    *cewek kan mata duitan!
    hihihi… :lol:

    • July 12, 2011 at 10:28 PM #

      Jiaaah, cepet bangkrutnya!

  16. Adib mahdy
    July 12, 2011 at 11:21 AM #

    wa senangnya uda dpet titipan

    klo aku ..buka usaha dulu baru nika

    • July 12, 2011 at 10:29 PM #

      Itu bagus, terencana dulu :)

  17. July 12, 2011 at 2:27 PM #

    Ujung2nya ke sinetron dan film2 yang “ngajarin” kalo emang itu udah jadi budaya –”

    • July 12, 2011 at 10:30 PM #

      Yang jadi PR sebenarnya, ‘bisa ngga kita tak menonton sinetron?’

  18. Fenonema yang sangat disayangkan bahwa banyak pasangan disekitar kita yang terpaksa dinikahkan. Agama sudah tergeser oleh pergaulan bebas..

    Google +1 untuk artikel ini

    • July 12, 2011 at 10:30 PM #

      Trima kasih sudah tekan tombol :D

  19. July 12, 2011 at 6:57 PM #

    Banyak banget yang pingin punya anak, tapi banyak juga yang buang2 anak. Kenapa yah ?

    • July 12, 2011 at 10:33 PM #

      Karena ngga pengen punya anak diusia muda, setelah dibuang nantinya malah banyak yang susah hamil. Kemudian adopsi atau beli orok tabung.

  20. Fikri share
    July 14, 2011 at 3:29 AM #

    pilih nanem anak atau buang anak? hoyo pilih mana.. :)
    tragedi “kecelakaan” ini memang sekarang lagi tren di indonesia, baik yang miskin maupun yang kaya, belajar dari pengalaman beberapa teman SMA saya dulu yg baru lulus2 bahkan si ceweknya pun masih sekolah langsung menikah karena kena tragedi itu yang membuat saya kini lebih berhati2 dalam menjalin hubungan. setelah menikah pun mereka emput2an mencari rezeki untuk si buah hati, namun yang saya pikirkan dari masalah ini adalah “Buah jatuh tak jauh dari pohonnya” (bagi yang anaknya pria) dan “hukum karma berlaku” (bagi yang anaknya cewek).

    • July 14, 2011 at 5:24 PM #

      Dongeng orang tua begitu, tapi ada juga anak yang tumbuh berbeda dari sikap orang tuanya. Tergantung bagaimana mereka mendidik.

  21. July 14, 2011 at 3:55 AM #

    Penyajian yang penuh dengan pesan moral. Semoga kita beserta keluarga tidak menjadi pelaku bahkan saksi dari suatu pelegalan hukum Tuhan mengatasnamakan kebenaran. Karena tidak dapat dipungkiri bahwa setaip langkah yang menjdi keputusan kita merupakan beban dan tanggung jawab kita terhadap Tuhan kita sendiri. Karena kita tidak akan pernah bisa lari dari hukum Tuhan.

    Sukses selalu
    Salam
    Ejawantah’s Blog

    • July 14, 2011 at 5:28 PM #

      Ya, manusia sekarang lebih takut dengan apa yang dilihat ketimbang penciptanya sendiri. Kalau ngga kelihatan orang lain, mereka bebas mlakukan apa saja :)

  22. July 14, 2011 at 7:55 AM #

    Saya sedang dalam proses setahun menikah beranak satu, setahun lebih dikit sih

    • July 14, 2011 at 5:29 PM #

      Mantep mas, yang penting ngga kurang dari setahun :D

  23. rizkyzone
    July 14, 2011 at 7:58 AM #

    kalau ditanya apakah ayahnya berhak jadi wali, pemahaman saya teh masih kurang untuk soal iti, tapi yang pernah saya dengar ada yang boleh ada juga yang engak

    • July 14, 2011 at 5:30 PM #

      Memang ada 2 pendapat, dan itu bagi saya menjadi sebuah pertanyaan besar.

  24. July 14, 2011 at 8:27 AM #

    wah, kayak krisdayanti dong… umur kehamilan ama umur perkawinan lebih tua umur kehamilannya…

    • July 14, 2011 at 5:31 PM #

      Wakakakaa…….. saya ngga mau ikutan nge gosipin artis satu ini :P

  25. July 14, 2011 at 9:10 AM #

    Fungsi agama adalah bukan untuk menghilangkan nafsu, tetapi untuk mengaturnya agar tidak menyesal dengan kenikmatan dunia.

    • July 14, 2011 at 5:32 PM #

      Justru disitulah kekurangan manusia yang selalu ingin nikmat dan menikmati :(

  26. July 14, 2011 at 9:57 AM #

    mungkin pergaulannya yang keliwat bates, dan pengetahuan agame yang minim!!

    • July 14, 2011 at 5:33 PM #

      Kalau sudah nafsu, dipinggir jalan juga bisa terjadi. Ujung2nya yang disalahkan ‘kurangnya nilai budaya dan agama’!

  27. July 14, 2011 at 10:57 AM #

    Setiap di akhir telepon, bapak ibu pasti mengingatkan “Nak, jaga diriiiiiii”. Disini ini, jaga diri bukan hanya jaga kesehatan, jaga keselamatan juga yang pasti jaga kehormatan. Bukan hanya 1 atau 2 tapi lebih dari itungan teman saya yang hamil duluan sebelum nikah.
    Di TV juga, artis fine2 aja kayanya hamil duluan.
    Ya Allah, lindungilah hamba.

    • July 14, 2011 at 5:34 PM #

      Hamil duluan sudah jadi trend, dan syukurlah Sampeyan yang pengen ikutan ngetrend :D

  28. July 14, 2011 at 11:56 AM #

    wah jaman sekarang mah udah banyak yang berbuat,urusannya belakangan.

    • July 14, 2011 at 5:35 PM #

      Urusannya memang belakangan, ngga pernah lebih dulu. Pastinya tanggungan menunggu walaupun usia muda :)

  29. July 14, 2011 at 7:01 PM #

    mending klo setahun menikah beranak satu
    klo sebulan menikah beranak satu? hehehe

    begitulah kehidupan
    yang asal2 malah berbuah si jabang bayi
    yang serius2 blom dikasi2 :D *curcol*

    • July 16, 2011 at 11:34 PM #

      Kalau begitu, sepertinya dunia ini tidak adil, ya :(

      • July 17, 2011 at 4:49 AM #

        adil? emangnya yang adil itu seperti apa mas? :P
        dan lagipula sejak kapan dunia ini pernah adil? Hehehe

        • July 17, 2011 at 11:22 AM #

          Dunia ngga pernah bercerita soal adil atau tidak, tapi saat niat baik selalu tertunda.
          seharusnya yang sah dan halal lebih gampang dapt orok ketimbang yang bgituan *maunya saya* :P

          • July 18, 2011 at 2:20 PM #

            hahaha maunya saya juga begitu, wong udah ngarep teramat sangat jeee :P

          • July 18, 2011 at 5:30 PM #

            Saya cuma bisa bilang Amiin, mbak. Tetap yakin aja Allah itu Maha adil :)

  30. July 14, 2011 at 10:59 PM #

    Zaman kerajaan dulu namanya Lembu Peteng ya? Itu bukan karena kita impor budaya dari Barat melainkan warisan moyang kita juga, sayangnya.

    • July 16, 2011 at 11:35 PM #

      Dari dulu juga ada, tapi ngga sebebas sekarang ini yang hampir tanpa rasa malu

  31. July 15, 2011 at 2:46 PM #

    “menikmati sblm kiamat”..kalimat ini yg mmg dipake anak2 skrg..tabu dan saru bukan lg kata2 yg hrs di ingat dan diperhatikan..mgkin inilah puncak kebejatan jaman..atau baru permulaannya?..

    • July 16, 2011 at 11:38 PM #

      … atau 2012 memang benar? :shock:

  32. July 16, 2011 at 5:56 PM #

    inilah kenapa peran keluarga menjadi sangat penting.
    bagaimana menciptakan keharmonisan di dalam rumah tangga dan keluarga. DI keluarga saya, kami sejak kecil dibiasakan untuk saling berkomunikasi secara terbuka bila ada masalah.

    Pun orang tua juga tidak terlalu konservatif dan mau belajar ‘bahasa anak sekarang’ sehingga tidak terjadi gap komunikasi. Ortu bukanlah lagi ortu. Sekarang yang dibutuhkan adalah ortu sebagai teman yang bisa diajak berbagi tanpa beban.

    • July 16, 2011 at 11:41 PM #

      Nah, yang itu malah dibutuhkan. Orang tua tak bisa hanya bertahan dengan sistem pendekatan orang tua terdahulu yang masih terikat tradisi. Zaman sudah berubah, dan anak semakin pintar tanpa mengenal norma.

  33. July 16, 2011 at 10:32 PM #

    wah emang bener sob.. zaman sekarang udah bnyak yg gak benar, smoga keluarga kita jauh dari kelakuan yg gak baik ini…

    • July 16, 2011 at 11:42 PM #

      Kalau dibilang ‘sudah banyak’ sih, ngga juga. Cuma semakin bertambah peminatnya :D

  34. July 17, 2011 at 10:58 AM #

    aku udah tulis komentar di posting ini tapi selalu eror. semoga yang ini masuk. Yang saya tulis wkt itu :
    Saya lebih kaget kalau setahun menikah anaknya dua dari dua perempuan hihihi

    EM

    • July 17, 2011 at 11:32 AM #

      Oh iya Mbak EM. Minggu lalu blog ini sempat eror akibat update tiba2, saya ngga persiapin dulu, untungnya masih bisa login :D
      2 dari 2 perempuan? Hebat donk pria nya, poligami ngga bisa dihindari. Beruntung benar Mbak.

  35. July 18, 2011 at 8:14 AM #

    Luar biasa, Mas… ini topik yang… menarik… :) Menarik sekaligus serius. :D

    • July 18, 2011 at 5:26 PM #

      Jangan cuma menarik, kalau bisa menghindar Sop. Bosen kalau tiap minggu nerima undangan ‘Kawin dadakan’ :mrgreen:

  36. July 18, 2011 at 11:28 PM #

    kok saya kurang ngeh ya sama judulna hehe apa karena dah error malam2 blogwalking ke rumah orang :P

  37. July 19, 2011 at 5:26 AM #

    cerita yang ‘seram’ moga saya bukan trmasuk golongan ‘kecelakaan’. Lindungi hamba ya Allah dr godaan trsebut. Amin
    #kasian nanti anaknya :(

    • July 19, 2011 at 8:46 PM #

      Membentengi sejak dini juga perlu kan? Melihat sekitar yang harus menanggung anak dengan modal izajah SMU :(

Leave a Comment

Comluv