Ketika Obat Tumbuh Bagaikan Jamur

Tidak sulit untuk mencari obat yang kita inginkan saat ini, mereka tumbuh bagaikan jamur segar disetiap sudut kota. Mulai dari apotik, toko obat, toko jamu, grosir, bahkan supermarket dan mini market kini telah menyediakan berbagai macam obat. Ini adalah perkembangan ekonomi dan kesehatan yang cukup pesat. Saya masih ingat ketika 15 tahun silam membeli sebuah obat harus berjalan kaki lima belas menit untuk menemukan sebuah apotik. Tapi kini, obat tersebut cukup mudah ditemukan di berbagai toko, bahkan warung kecilpun sudah ikut andil didalamnya.

Mengupas masalah obat yang sangat bebas beredar saat ini, saya sempat menelusuri beberapa toko obat di sebuah pasar. Beberapa diantaranya memasarkan produk luar negeri bahkan obat yang belum pernah kita temui bisa ditemukan disini. Anggap saja ini sebuah toko obat china, mereka menyajikan berbagai macam ramuan khusus yang asalnya sendiri tidak jelas diketahui. Apakah ramuan itu dibuat dengan cara yang aman, atau bahkan hanya dikerjakan sebagai bagian dari industri rumah tangga (kemudian dipasarkan dan dianggap sebagai obat impor….. siapa yang tahu?). Tidak semua ramuan tersebut memiliki merek, adakah jaminan yang sah sebagai obat yang bagus?

Toko Obat 300x225 Ketika Obat Tumbuh Bagaikan Jamur

Beragam obat impor dan dalam negeri

Mungkin pertanyaan itu akan dijawab ‘bagus’ bagi si pemilik toko, tapi tidak bagi medis. Kita tidak pernah tahu bagaimana cara pembuatannya, apakah dengan cara yang aman atau bahkan hanya mencari keuntungan besar semata. Bisnis seperti ini mungkin tidak begitu diperhatikan pemerintah, padahal BPOM sendiri seharusnya mengklarifikasi bentuk obat yang bagaimanakah seharusnya dijual kepada masyarakat. Pemerintah sudah selayaknya memberikan aturan khusus untuk obat seperti ini, tidak hanya mengurus perusahaan obat-obatan yang terdaftar.

Konsumsi Obat Impor

Berbicara tentang obat impor, saya kemudian mencoba membeli salah satu obat yang diproduksi negara tetangga. Tapi saya tidak menemukan izin BPOM, dan saya yakin bukan satu jenis saja, mungkin ada ratusan obat yang lolos dipasaran. Yang lebih parah lagi, pembeli berkonsultasi dengan pedagang tentang obat yang paling baik digunakan.

“Kalau sales berbicara, semua produk miliknya tetap nomor satu.”
Oleh sebab itu, kenapa saat ini banyak orang yang memiliki sakit berkepanjangan, ubah sikap kita agar berkonsultasi kepada orang yang benar. Mungkin kita tidak menyadari ketika sedang bertransaksi dalam pembelian obat, pedagang menawarkan obat lain yang sejenis tapi belum tentu komposisinya sama bahkan harganya lebih murah. Kebanyakan orang lebih memilih harga terjangkau daripada mengikuti saran ahli medis.

Jamu dan Rempah Lebih Alami

Ini memang benar kalau kita sendiri tahu cara mereka mengerjakannya. Yang ditakutkan saat ini ketika ramuan tersebut dicampur dengan pengawet agar lebih tahan lama. Seperti kasus penjualan ikan segar dengan formalin, apa yang kita dapatkan setelah mengkonsumsi produk ini? Ada ratusan industri rumah tangga (home industri) yang bergerak dibidang ramuan dan rempah tradisional, apakah mereka diawasi dengan ketat? Mungkin mereka menjaga mutu, tapi tetap mementingkan keuntungan dengan berbagai macam cara persaingan.

Inti Post:

    toko obat, gambar toko obat, toko obat cina, toko jamu, toko obat pertanian, obat china, foto toko obat, gambar toko obat dari dalam, toko kesehatan, obat cina, industri rumah tangga, obat cina murah, photo toko obat, obat jamur yang bagus dari china, macam macam toko obat, www kedai obat cina com, industri rumah tangga di china, grosir obat cina, TOKO PERDAGANGAN OBAT PERTANIAN, Warung obat,
Advertisement
2 Responses to “Ketika Obat Tumbuh Bagaikan Jamur”
  1. December 27, 2010 at 3:20 AM #

    Ini negeri yang mengerikan. Pemasaran dan konsumsi produk farmakologis sangat bebas — termasuk peredaran barang palsu, belum lagi ditambah jamu produk rumah tangga yang mengaku tradisional tapi untuk jamu hipertensi ternyata menambahkan Valium. Tempo hari saya baca bahwa WHO memprihatinkan kondisi Indonesia karena pemakaian antibiotika sudah berlebihan. Oh! :(

    • Kaget
      December 29, 2010 at 10:56 PM #

      Bukan cuma memprihatinkan mas tyo, tapi sudah kritis. Bangsa kita lebih percaya dengan tradisi yang akhirnya dimanfaatkan demi mengisi kantong2 yang kering!

Leave a Comment

Comluv