Kaya Dan Miskin Diantara Kita
Kaya dan miskin, banyak orang menganggap sebuah batasan hidup menjadi lebih besar hanya karena dua golongan, yang sebenarnya masing-masing memiliki ketergantungan.
Ini hidup yang kaya warna tanpa kita sadari bahwa miskin adalah anugerah terbesar dalam hidup dibandingkan hidup bergelimang harta. Dalam miskin kita bisa lebih mendekatkan diri dengan Tuhan dan terkadang memiliki rasa cemburu yang berlebihan. Kaya lebih dipandang orang menjadi patokan hidup, tapi sebenarnya kita tak sepenuhnya mengetahui dari mana mereka memperoleh harta. Terkadang, si Kaya sibuk memikirkan bagaimana menambah dan menyelamatkan hartanya.

Miskin, menunggu zakat fitrah (Depan grosir, simpang limun-Medan)
Kaya Dan Miskin Dalam Satu ‘Ruang’
Kaya akan selalu mencari miskin untuk memberikan sebagian hartanya sebagai pembersihan, dan miskin selalu mengharapkan kehadiran tangan suci si Kaya untuk membantu hidupnya menjadi lebih baik. Kaya dan miskin adalah suatu rantai dan akan selalu mengikat satu sama lain. Hidup hanya sekali, kita dilahirkan dalam keadaan miskin tanpa membawa harta.
Jangan pernah menyesali ketika miskin berada di lingkungan kita karena mereka adalah anugerah bagi Anda untuk tetap disebut Kaya dan selalu di sanjung si Miskin hingga lupa siapa Anda sebenarnya.
Kaya dan miskin,….. Untukmu, sekali dalam hidup untuk mengulurkan tangan kepada si Miskin agar tetap dirimu disebut si Kaya. Anda tak akan di sebut Kaya jika belum pernah ‘membantu’ si Miskin menjadi layak hidupnya, bahkan Anda akan disebut miskin dibalik harta yang tersimpan.
Inilah negara kita yang menyimpan banyak budaya dan beragam agama, tak sedikit dari kita yang memiliki hidup lebih dari cukup. Yang kaya sibuk menambah harta benda tanpa pernah membantu kehidupan si Miskin. Kaya dan miskin, bahwa hidup bukan hanya ber-zakat, memberi sekarung beras di hari lebaran dan ber-infaq, atau Anda lebih senang agar tetap ‘dipandang’ di tengah-tengah lingkungan miskin?
Inti Post:
- antara miskin dan kaya, orang kaya jadi miskin, cerita si kaya dan si miskin, kaya dan miskin, cerita simiskin dan sikaya, cerita orang kaya menjadi miskin, cerita si miskin dan si kaya, kisah nyata miskin jadi kaya, cerita si miskin si kaya, mengapa ada kaya dan miskin, kehidupan simiskin, cerita dua manusia yang berbeda kehidupan kaya dan miskin, kisah dari miskin jadi kaya, cerita dari miskin menjadi kaya, ayat alkitab - didunia ini ada kaya ada miskin ada senang ada susah, kisah nyata kehidupan, yang kaya tambah kaya yang miskin tambah miskin, yang kaya semakin kaya yang miskin semakin miskin ayat di alkitab, kisah nyata seorang yang miskin menjadi kaya karena sedekah, kisah nyata si miskin menjadi kaya,













semoga diri selalu menyadari apa tugas sebagai hamba itu, pada saat kaya ataupun miskin.
Cuma bisa bilnag “Amiiin”
benar sekali kesenjangan sosial semakin terasa, sehingga tidak ada celah untuk si miskin berkarya….:)
Bukan tak ada celah, tapi Tak ada uluran tangan
Dimata Alloh umat yang kaya dan miskin itu sama kedudukannya, dan bagi kita itu sebuah cobaan..
Yang membeakan cuma hati dan iman, tak lebih
betuuuul mas.. like thiss..
Banyak ketimpangan yang terjadi di negeri ini. Yang kaya bisa semakin kaya, yang miskin bisa semakin miskin. Seandainya keseimbangan antara yang kaya dan yang miskin bisa terjadi, mungkin permasalahan sosial di negeri ini bisa sedikit teratasi, bukan malah semakin timpang.
Hingga membantu orang lain bukan lagi menjadi budaya terdahulu, hidup tanpa memikirkan nasib orang lain
Kaya dan miskin itu sebenarnya ditentukan oleh seberapa besar dan ikhlasnya kita dalam mensyukuri yang dipunyai.
Benar Bang, banyak harta tapi tak pernah ikhlas walau sepeser pun
Akankah dunia ini menjadi dunia si kaya, tak ada satupun si miskin?
Seperti lingkungan perumahan elit yang ngga kenal siapa tetangganya?
Komentar2 yang masuk sudah bagus2, saya cuma mau menambahkan >
Sekarang bagaimana cara untuk memusnahkan “PEMISKINAN” di negeri ini bang?
Yg pasti bukan dibakar habis
Yang selalu saya ingat bahwa dalam setiap harta saya ada hak orang lain yang wajib kita berikan. Dan itu hak dari si miskin yang merupakan kewajiban kita agar memberikannya, Mas. Betul?
Betul, jangan sampai lupa diri
Aku termasuk yg sedang aja deh mas.. gak kaya banget tp jg gak miskin.. hehehe
Nah, yang itu kayaknya lebih nikmat. Cukup diantaranya
Setuju banget dengan yang ini, Sob:
“Kaya akan selalu mencari miskin untuk memberikan sebagian hartanya sebagai pembersihan, dan miskin selalu mengharapkan kehadiran tangan suci si Kaya untuk membantu hidupnya menjadi lebih baik.”
Juara!!!
Mohon maaf lahir bathin dari dhila13 yaa
Saya paling anti mas dg gap kaya dan miskin,bagi saya istilah kaya dan miskin hanya untuk iman saja,banyak sdh contoh mereka yg kaya harta tp miskin iman,…
Sudah banya sekali, dan tak terhitung jumlahnya
Seseorang keliatan kaya karena ada yg miskin disekitarnya Mas
Bismillah
Miskin dan Kaya di hadapan Allah tidak ada bedanya, yang Allah lihat hanyalah keimananan dan ketakwaan kita saja. Walaupun dalam berbagai kondisi hendaknya kita tetap bersyukur supaya setiap nikmat yang Allah berikan dapat kita rasakan. Karena nikmat dan rezeki bukan hanya harta, nikmat bisa berupa sehat bahkan waktu luang pun termasuk nikmat. Masya Allah..
Terkadang memang kita mengeluh dengan kemiskinan dunia kita tapi hendaklah kita banyak berharap dan berusaha agar kita bisa menjadi kaya di akhirat kita aamiin
– Walau mungkin sering juga berharap kita bisa kaya di dunia hehe.
Salam Cerita Pasutri
Kaya harta dan kaya iman, tentunya dua hal yang sulit ditemukan pada saat ini
Kaya dan miskin dalam bentuk harta benda yang dititipkan-Nya,
hanya dalam pandangan manusia.
miskin karena dimiskinkan penguasa itu yang menyedihkan.
Dimiskinkan penguasa, seperti miskin iman?
takada keinginan untuk menjadi kaya selain kaya hati …*trim’s sdh mengingatkan saya agar senantiasa mawas diri
SElama ini yang sering disebut dengan kekayaan adalah yang berujud materi, uang, harta dan sejenisnya. Padahal kekayaan bisa lebih dari itu. Kesehatan pun merupakan kekayaan yang tak ternilai demikian pula anak.
Benar sekali, jadi harta bukan ukuran sesungguhnya
TOlok ukur kaya tidak selalu dari harta pak, kesehatan, keluarga yg harmonis adalah beberapa kekayaan kita.
salam kenal..
Tadi pagi saya baru dengar di radio, betapa pengemis-pengemis di Jakarta ini banyak yang penghasilannya sampai 18 jt perbulan. Mereka memanfaatkan sedekah dari si Kaya, dan si Kaya juga bersedekah untuk membersihkan hartanya.
Di satu sisi, memberi uang pada pengemis tidaklah mendidik, lebih baik bila ingin memberi langsung saja pada yang membutuhkan (tetangga atau keluarga) atau bisa juga melalui badan penyalur. Tak mendapat sebutan KAYA juga tak masalah sebenarnya, karena tak semua orang kaya ingin orang lain tahu saat dia bersedekah. Yang paling baik adalah kaya hati, selain juga kaya harta.
Waduh, keadaan memang membuat kesempatan si miskin untuk memanfaatkan situasi. Padahal sedekah tak ada artinya kalau si penerima mengharapkan lebih dari cukup
Kaya dan miskin, keduanya menjadi warna-warni hidup.
Bersyukur bila menjadi kaya, bila miskin ya tetap bersyukur juga.
Walau kadang diantara keduanya terdapat pembatas, bagaikan berbeda kasta
Kaya dan miskin hanya singgah sementara, bukan titipan seumur hidup
Postingan singkat tapi luar biasa sekali mas… syarat akan pesan didalamnya.
Trima kasih, semoga ita tetap eling
Dear.
Sebuah analogi dan cerita nyata akan kehidupan yang saat ini semakin lebar gap antara kaya & kismin….. any way… how to reduce it?… itu mungkin pertanyaan laen….
regards,
… Ayah zahia …
Dari dulu kita juga mepertanyakan, berapa kali ganti pmerintahan malah ngga berubah
aku selalu ingat ayat di alkitab: “Berbahagialah mereka yang miskin, karena mereka kaya di hadapan Allah”.
EM
Amieen….
di Indonesia sendiri, kesenjangan antara si kaya dan si miskin sangat lah mencolok. apalagi dengan bebalnya otak para pejabat yang, seakan-akan lupa dan tak tahu diri dengan mereka yang sudah menitipkan amanah. saya suka dgn tag line anda “blogging hanya kebiasaan buruk”, kebisaan buruk yang sangat2 bermanfaat. huahahaha. salam kenal
Trima kasih, ini cuma kebiasaan buruk selain nge-gosip