Disiplin Dengan Aturan Mama

Beberapa hari yang lalu saya menemukan hal yang unik di antara pemukiman sederhana. Sebut saja ini suatu kebetulan yang menemukan contoh baik yang mungkin bisa kita ikuti didalam membentuk rumah unik. Rumah unik bukan berarti harus memiliki tatanan dan bentuk yang menarik, tetapi dari sisi kebiasaan hidup yang mampu membentuk karakter seseorang menjadi lebih disiplin dan mandiri.

Ini adalah aturan kerja, disiplin dibawah aturan Mama yang memang memaksa penghuni rumah tersebut lebih mengenal peraturan rumah. Apakah di sekeliling kita masih menerapkan pembentukan karakter seorang anak dengan mengadopsi aturan orang tua sebelum kita? Ini zaman berkarir, tak satupun perumahan kelas menengah keatas membentuk karakter keluarga mereka dengan benar. Dengan kata lain, pekerjaan itu sudah diambil alih oleh pembantu rumah tangga.

aturan kerja Disiplin Dengan Aturan Mama

Ikuti aturan tugas Mama!

Listing Aturan, Itu Penting!

GambarĀ  yang sempat saya jepret merupakan penegasan aturan kerja ataupun peraturan rumah dengan detil, setidaknya akan membuat karakter sang anak menjadi lebih disiplin dan mandiri. Salah satu aturan Mama yang menjadi kewajiban untuk tetap melaksanakannya secara terus menerus:

  1. Fahmi, ingat Mama. Cari uang bukan untuk Polisi (mungkin anaknya tak patuh berlalu lintas icon smile Disiplin Dengan Aturan Mama )
  2. Jangan lupa, rumah disapu dan di pel. Ini tugas Fahmi!
  3. Sebelum tidur, kontrol pintu dan lampu!
  4. Duh, kasian bunga Mama belum disiram!
  5. Halaman depan belum disapu, kalau kotor malu!

Aturan Mama sepertinya tak begitu penting, tapi dengan terus menerus membaca tugas anak setidaknya mampu mengingatkan kepada penghuni bahwa mereka punya kewajiban. Ini bukan hanya sekedar memberi peringatan, ini masalah disiplin! Saya yakin bahwa hunian tanpa pembantu rumah tangga mempunyai tugas bagi setiap penghuninya. Akan tetapi, ada berapa hunian yang menerapkan disiplin dengan menuliskan pembagian tugas?

Mambuat listing itu hanya membuang waktu dan tempat menjadi kotor atau penuh coretan. Anggap saja penghuni rumah tersebut memiliki daya ingat yang baik sehingga tak perlu mengotori dinding. Ketika salah satu lalai melaksanakan tugas maka pada saat itu dia bisa berkelit bahwa tugas yang dibagi tidak merata, lebih berat, ataupun tak pernah disebut bahwa tugas itu menjadi kewajibannya. Ini juga bukan hanya menerapkan disiplin kerja, tetapi masing masing penghuni bisa membandingkan tugas mereka satu sama lain, apakah sudah adil?

Inti Post:

    peraturan rumah, contoh peraturan di rumah, gambar disiplin di rumah, contoh aturan di rumah, peraturan di rumah, aturan dirumah, kata kata peraturan kerja, disiplin di rumah, contoh gambar disiplin dan tidak disiplin, peraturan dirumah, contoh gambar disiplin di rumah, pembuatan peraturan rumah, contoh peraturan di rumah untuk anak, contoh gambar disiplin, DISIPLIN DIRUMAH, hidup disiplin di rumah, aturan kerja pembantu rumah tangga, gambar disiplin dirumah, contoh peraturan disiplin kerja kerja, contoh aturan dirumah,
Advertisement
16 Responses to “Disiplin Dengan Aturan Mama”
  1. March 29, 2011 at 4:58 PM #

    Syukurlah, sedari kecil Ibu sudah menerapkan berbagai aturan terkait pembagian tugas rumah karena kami ga punya pembantu. Tidak ditulis, tapi ditetapkan bersama. Jika ada yg lupa yg lain harus mengingatkan.
    Saya kebagian menyapu lantai ruang tamu sampai teras serta mengontrol air di Bak. Adik2 saya lain lagi. Itu semua berlaku sampai kemudian anak2 beliau meninggalkan rumah (merantau)
    Alhamdulillah efeknya baik sekali :-)

    • Kaget
      March 29, 2011 at 10:59 PM #

      Saat muda seperti terbeban. Setelah berpisah akan lebih berasa betapa semua itu sangat berguna

  2. March 29, 2011 at 6:04 PM #

    tulisan reflektif yang layak direnungkan orang tua, mas. konon, karakter memang dibangun dari lingkungan terkecil dan terdekat dg anak, yaitu keluarga.

    • Kaget
      March 29, 2011 at 10:58 PM #

      Yup, bener mas. Sekarang malah jarang mendidik seperti ini :)

  3. March 29, 2011 at 6:20 PM #

    klo saya, juga punya di rumah, misal : jgn jln2 mnjelang magrib, klo slesai magrib baru boleh, sepatu & pakaian langsung dicuci dan dibersihkan setelah dtang, nyapu halaman setiap pagi n msh banyak lagi tp ga ada beban sich ngerjain semua karena pd akhirnya ternyata itu punya manfaat stlah berpisah rumah nantinya :)

    • Kaget
      March 29, 2011 at 10:56 PM #

      Secara tak langsung membentuk kepribadian

  4. March 30, 2011 at 8:23 AM #

    Wah, ini keres banget, terutama poin pertama.

    Kocak juga nyokap ente gan :D

    • Kaget
      March 30, 2011 at 9:49 PM #

      Bukan ane Gan, ini juga nemu saat bertamu ke rumah temen

  5. March 30, 2011 at 2:04 PM #

    sepertinya bikin list kayak gt keren.. biar lebih rajin :P

    • Kaget
      March 30, 2011 at 9:52 PM #

      Rajin nempelin dinding? :)

  6. March 31, 2011 at 9:34 AM #

    karakter anak bs terbentuk mulai dr lingkungan yg terdekat,yaitu dr keluarga…….

    • Kaget
      March 31, 2011 at 10:43 PM #

      Setuju, mbak!

  7. niee
    April 2, 2011 at 4:33 PM #

    Pakai list seperti itu lebih mengingatkan daripada hanya sekedar diomongkan yak! Sepertinya lebih berhasil untuk membuat anak bergerak, hehe

    • Kaget
      April 3, 2011 at 11:41 PM #

      Anak sekarang di omongin masuk kanan malah keluar lagi dari kuping kanan :)

  8. April 3, 2011 at 1:56 PM #

    saya benar2 terinspirasi.
    kelak jika punya anak, akan saya coba cara ini. Amiin.

    • Kaget
      April 3, 2011 at 11:42 PM #

      Amiin, mas!

Leave a Comment

Comluv