Mereka Tak Perlu Hijau

Hijau itu sejuk, hijau itu indah, walaupun bagi sebagian kecil menganggap hijau menganggu urusan penting mereka. Disaat hijau mengelilingi kota yang penuh dengan bangunan dan kaca, akan terasa nyaman tempat itu. Disaat panas memuncak, hijau akan memberikan kesejukan bagi pengendara dan pejalan kaki. Kita butuh hijau, oleh karena itu sejak dulu pemerintah kita telah mencanangkan penghijauan disepanjang jalan dan taman kota.

jalanan teduh Mereka Tak Perlu Hijau

Nyaman berjalan diantara hijau jalanan

Mari kita sejenak melirik hijau, bukan hanya warna hijau biasa yang sering Anda gunakan sebagai setelan pakaian sehari hari. Bukan hanya gedung yang berwarna hijau atau apapun itu yang berwarna hijau, menuju hijau dengan segala jenis tanaman yang tumbuh di kota kita. Tapi, kenapa ada segelintir orang yang tak suka hijau dan bahkan menganggap penghijauan telah mengganggu kegiatan usaha mereka?

Seminggu yang lalu saya berjalan sepanjang trotoar jalan yang bisa dikatakan cukup hijau, sejuk dan nyaman. Disaat menikmati teduhnya jalanan, kulitku terasa terbakar akibat tersengat panas matahari. Ini tak biasa dan lain dari hari-hari yang lalu, tak seperti ini,… beberapa pohon besar telah lenyap dan terpotong dengan rapi. Aku sempat bertanya sendiri, apakah hujan lebat telah menumbangkan mereka? Tapi tak mungkin, tumbang dengan rapi hanya dilakukan tangan manusia! Akhirnya berujung tanya kepada penjaga gedung (satpam) didepannya, dan mungkin Anda pun tak percaya dengan jawaban mereka.

Tunggul Pohon Mereka Tak Perlu Hijau

Akibat badai atau sengaja dihapuskan?

Menurut pemilik gedung yang mempercayai fengshui bahwa pohon rindang itu telah menutupi gedung dan buruk bagi usaha mereka. Oh,… aku sendiri baru pertama kali mendengar Hoki seperti ini! Mereka lebih mementingkan gedung yang terlihat megah dibandingkan keteduhan dihalaman gedung. Jelas gedung itu terlihat gersang dan bahkan menurut saya, siapapun yang dibalik jendela akan merasa gerah dengan sinar matahari langsung kedalamnya. Lalu, kenapa harus ditanam lagi pohon sejenis? Ah, ini kan hanya menutupi tujuan penting agar terlihat seperti penataan kembali icon smile Mereka Tak Perlu Hijau

Harus diakui bahwa bisnis dan ego tetap akan mengalahkan usaha kita menuju hijau. Andaikan saja ada sepuluh jenis usaha yang berkeyakinan sama, saya pun sungkan berjalan siang hari dijalanan pendek tersebut. Padahal sepuluh tahun yang lalu saya tak membayangkan betapa panasnya jalanan itu, dan waktu yang cukup lama menunggu sejuk! Kita tak bicara soal bisnis ataupun penghijauan kota, ini masalah ego.

Bukan hanya usaha

Saat pesta besar di rumah tetangga pun harus memotong tanaman peneduh hanya karena tak cukup melebarkan tenda. Tak layak membandingkan pesta satu hari dengan menanam sepuluh tahun icon sad Mereka Tak Perlu Hijau Jangan hanya menyalahkan pemerintah, mulailah dari diri kita sendiri. Atau sebaiknya sosialisasi besar besaran tentang pentingnya penghijauan. Sudah cukup banyak kejelekan yang hampir menjadi tradisi, tak perlu menambahnya lagi. Banyak yang sadar hijau, tapi lebih banyak yang tak sadar bahwa teduh dan sejuk itu penting icon smile Mereka Tak Perlu Hijau

Inti Post:

    taman kota kendari, pohon peneduh taman jalan, fengshui tanaman palem, blog penanaman kembali tumbuhan atau penghijauan, TAMAN KOTA SEJUK, pohon hoki, penghijauan di kota kendari, palem feng shui pohon, mohon peneduh yang baik menurut fengshui, kesalahan penghijauan trotoar, jalanan kota hijau, jalanan di taman kota, gambar jalanan, fengshui palem di depan jendela, dampak penghijauan jalanan, blog tentang penghijauan adib, usaha menghijaukan kota kendari,
Advertisement
26 Responses to “Mereka Tak Perlu Hijau”
  1. adib mahdy
    April 28, 2011 at 9:52 PM #

    smoga smua masyarakat Indonesia sadar akan penghijauan ..jadi pemandangan seperti ini tidak langkah lagi ..benar sekali biasanya para pedagang kaki lima/warung sering merusak penghijauhan yang berguna mengecilkan polusi dengan cara menempatinya sbg stan tetap

    • Kaget
      April 29, 2011 at 5:39 PM #

      Ngga semua pedagang kaki lima merusak, itu hanya sebagian kecil. Malahan mereka menggunakan phon peneduh sebagai penyejuk warungnya :)

  2. April 29, 2011 at 12:51 AM #

    pohon-pohon yg hijau itu kan dapat mengurangi polusi…berarti “mereka yang tak perlu hijau” itu mungkin tidak bernafas dengan paru-paru mas :)

    • Kaget
      April 29, 2011 at 5:40 PM #

      Atu lebih senang beli masker?

  3. April 29, 2011 at 5:31 AM #

    fengshue kok dipercaya se…..

    • Kaget
      April 29, 2011 at 5:41 PM #

      Masih melekat tradisinya :D

  4. April 29, 2011 at 5:31 AM #

    Sangat memprihatinkan juga kalau situasinya sperti itu ya…padahal penghijauan amat penting untuk menjaga kualitas hidup di bumi yan glebih baik lagi.
    SALAM Hangat dari Kendari… 8) TuSuda Posting Terakhir..WEDDING

    • Kaget
      April 29, 2011 at 5:42 PM #

      Kalau satu atau tiga, masih dimaklumi. Nah, kalau lebih dari itu?

      • April 29, 2011 at 6:19 PM #

        semoga saja mereka bisa mulai lebih peduli dengan pelestarian lingkungan hijau, ya Mas..
        SALAM.. ;)

  5. April 29, 2011 at 7:21 AM #

    hari gini masih pake fengshui….

    *capedeeeeeeeeeeee

    • Kaget
      April 29, 2011 at 5:43 PM #

      Malahan masternya sering singgah tiap minggu. Heran ya, yang kerja ko’ malah spritualis, bukan profesionalis ;)

  6. Popi
    April 29, 2011 at 2:31 PM #

    datanglah ke taman Lapangan Banteng, atau taman menteng…serasa bukan di Jakarta! suer!

    • Kaget
      April 29, 2011 at 5:44 PM #

      Ah,… belum pernah memijakkan kakiku di sana.
      Oh ya, link nya saya hapus, maaf. No Porn, Please!

  7. April 29, 2011 at 4:46 PM #

    saya pernah lewat di hutan saja pohonnya sudah habis, yang tertinggal hanya rumput saja, semoga ini menjadikan kitabisa sayang sama mereka

    • Kaget
      April 29, 2011 at 5:54 PM #

      Yang ditinggalin cuma rumput? Setahu dalam HPH itu ada disebutkan penanaman kembali. :(

  8. April 29, 2011 at 7:56 PM #

    Saya pernah mendengar fengshui seperti itu, tak boleh menanam pohon yang menutupi pintu masuk rumah. Benar, itu bisa menghambat masuknya rejeki ke rumah kita.

    Ah, meski mendengar fengshui itu saya tetap ndablek tanam palem di taman rumah saya persis dekat pintu depan rumah. Kalau saya yang penting tak mengganggu pohonnya dan menghijaukan. Kecuali kalau nanti pohonnya mengganggu baru dipangkas atau tebang. Tapi sekali lagi bukan karena alasan Hoki itu. :)

    • Kaget
      April 30, 2011 at 9:41 AM #

      Lha, klo bukan karena hoki apa juga termasuk tradisi :)

  9. April 29, 2011 at 8:24 PM #

    ga semua pedagang ngerusak tanaman kok :)

    • Kaget
      April 30, 2011 at 9:42 AM #

      Seperti yang saya komen diatas :D

  10. April 30, 2011 at 7:31 AM #

    penghijauan memang harus dimulai dari kesadaran diri sendiri.

    • Kaget
      April 30, 2011 at 9:46 AM #

      Nah, masalahnya banyak yang ngga sadar. Sosialisasi antar teman juga berperan. Seperti saya yang mencoba sosialisasi antar blogger (bukan menggurui, tapi ini penting) ;)

  11. April 30, 2011 at 12:59 PM #

    Mulailah dari diri kita sendiri

    ini setuju banget

  12. May 1, 2011 at 6:47 PM #

    Paling benci kalo alasan ramalan, mitos, dan hal-hal gak prinsip itu dijadikan alasan buat kemudaratan orang banyak dan lingkungan! F*ck them all! *esmosi

    • Kaget
      May 1, 2011 at 9:01 PM #

      Sabar mas, sabar. Ini ngga semua kok. Lambat laun juga tradisi ini mulai hilang, liat saja generasi sekarang, sudah lebih percaya digital dari pada spritual :)

  13. purwanto
    May 2, 2011 at 10:24 AM #

    hijau adalah pemandangan yang bikin segar dikulit dan sejuk dimata !!
    salam kenal …
    purwanto Posting Terakhir..Mantra Google

    • Kaget
      May 2, 2011 at 12:38 PM #

      Kalau saya yang bikin segar mata itu… bikini beach :lol:

Leave a Comment

Comluv