Menjaga Atau Merambah Bisnis?

Tak seperti kota-kota di Eropa dengan bangunan kuno yang tertata rapi, merupakan ciri khas sebuah kota tua yang menyimpan sejarah didalamnya. Menghargai sejarah secara tidak langsung mengajarkan kepada kita betapa besarnya perjuangan pendahulu kita pada masa itu, hikmah dan pengorbanan. Setiap kota dan sudut-sudutnya memiliki akar budaya serta sejarah yang bisa mengingatkan ketika kita ‘terlalu memandang keatas’. Inilah hidup, saat manusia telah lupa maka apapun dilakukan sekalipun memanipulasi pandangan umum.

Sebagian dari mereka menyebut bahwa undang-undang dibuat untuk di ‘langgar’ dan di ‘patuhi’ ketika mereka mendapat peringatan. Itulah hukum dan warga kita, peraturan hanya membuat hidup mereka semakin nyaman. Bisnis yang kita lihat putih belum tentu benar-benar ‘putih’.

Disingkirkan Kaum Kapitalis

Inilah sebuah bangunan kuno, peninggalan kolonial Belanda yang pernah menjadi kantor pemerintahan di kota Medan. Bangunan itu memang terawat sebagai bangunan tua, tapi sekarang menjadi sebuah pintu masuk sebuah hotel berkelas ditengah kota. Fisik tidak berubah tetapi ‘rasa’ dari sejarah itu hilang ketika kita melintas didepannya. Tidak lagi seperti sebuah peninggalan yang mengingatkan kita tentang masa lalu.

gedung belanda Menjaga Atau Merambah Bisnis?

Gedung peninggalan Belanda menjadi pintu masuk hotel berbintang

Ada banyak bangunan sejarah yang telah hilang dan berubah menjadi bangunan modern, sejauh mana tata kota sebenarnya? Apakah dengan me-modrenisasi tata kota menjamin bahwa kota tersebut berkembang dari segi ekonomi? Justru dengan menjaga nilai dan budaya yang tenggelam akan menambah wisatawan yang bisa meningkatkan ekonomi kota tersebut.

Menjaga Hanya Sebuah Motif

Sebelum bangunan megah itu muncul dipermukaan bumi, pemerintah mengumumkan tentang programnya dalam hal menjaga warisan sejarah kota tercinta. Banyak yang mendukung dan banyak pula yang merasa puas dengan hasil kerja mereka. Gedung-gedung peninggalan sejarah diberikan perhatian khusus baik melalui perawatan maupun penggantian sisi bangunan yang telah rapuh agar tetap seperti semula. Inilah akhirnya, program menjaga hanya sebuah motif dibalik sebuah bisnis ditengah kota. Siapa yang peduli? Nyatanya bangunan megah itu telah menyatu dengan bangunan sejarah, mau tidak mau bagi Anda yang ingin melihat sejarah gedung tersebut harus masuk kedalam hotel mewah, setidaknya duduk dan memesan di lobby.

Inti Post:

    transportasi musim mas, bangunan peninggalan belanda di indonesia, gambar Bangunan Bersejarah peninggalan Belanda, gambar bangunan bersejarah belanda, bangunan belanda medan, bangunan bersejarah belanda, gambar bangunan di tengah kota2 besar, peninggalan sejarah pada zaman belanda, bangunan peninggalan belanda di medan, bangunan peninggalan belanda, bangunan jaman belanda di medan, 10 bangunan peninggalan belanda, bangunan perjuangan jaman belanda, bangunan modern kolonial, bangunan kolonial modern, gambar gedung hotel, peninggalan sejarah di medan banyak yang hilang,
Advertisement
9 Responses to “Menjaga Atau Merambah Bisnis?”
  1. January 20, 2011 at 7:24 PM #

    Sejarah harus di jaga yang utama sejaran budaya terlebih dahulu seperti rumah adat dan yang lainnya candi misalkan.

    Kalu untuk bangunan londo biarkan saja, di juga merampas sejarah kita di amsterdam.

    • Kaget
      January 20, 2011 at 7:38 PM #

      Bangunan Belanda itu merupakan wajah kita terdahulu, bukan masalah mereka merampas atau tidak. Tapi dari dulu kita memang sudah dirampas. Bangunan tua itu ukiran sejarah, bahwa mereka pernah berada disini.

  2. January 20, 2011 at 9:38 PM #

    Di Tangeran malah ada rumah peninggalan Belanda yg sudah jdi resto Mc-D

    :(

    • Kaget
      January 21, 2011 at 9:51 PM #

      Sedih melihat sejarah kita…

  3. January 21, 2011 at 6:15 AM #

    Sejarah itu mengandung nilai2 tiada terhitung. Nilai positif dibalik sejarah perlu tetap dijaga sebab itu peninggalan yang tidak sengaja untuk ditinggalkan.

    Mau belanda atau portugis atau inggris, semua telah pernah menjajah bumi kita, tapi tidak selayaknya jika saat ini kita juga mengasingkan diri dari mereka.

    Just Share..

    Salam Kenal

    • Kaget
      January 21, 2011 at 9:51 PM #

      Tidak terhitung, terlebih lagi dimasukkan kedalam nilai ‘Bisnis’.

  4. January 23, 2011 at 8:02 PM #

    Terimakasih atas informasinya. salam sukses

    • Kaget
      January 25, 2011 at 9:52 AM #

      Selamat datang dirumah kecilku!

Trackbacks/Pingbacks
  1. Kereta Api, Dari Dulu Hingga Sekarang | Kang Narada - October 31, 2011

    [...] penuh dan berlebih muatan, hingga setiap daerah yang telah dibangun jalur Sepur menjadi bagian pemerintah dalam peningkatan ekonomi. Sebagian besar jalur Sepur atau kereta api melintasi daerah perkebunan [...]

Leave a Comment

Comluv