Hidup bertetangga kini tidak seperti dulu, kala malam datang sarung pun melintang dileher pria, tak kenal usia tua ataupun muda, pos ronda siap melayani giliran Anda.
Sewaktu kecil, masih ingat dengan sebutan giliran pos ronda yang terkadang memberatkan kaum Ayah ketika bekerja esok paginya. Eh,… siapa bilang ronda hanya dipinggir kota, padahal waktu itu hunian kami termasuk di kota walaupun pusat kota sudah dikatakan aman dengan segala atribut militer menjaga rumah Pak Walikota. Bukan niat mengatakan bahwa Pak Walikota tidak pernah ikutan pos ronda, tapi dulu…. ronda sempat menjadi sebuah kebanggaan warga disela kesibukan esok harinya.

Jangan tanya riuh pos ronda di malam hari
Pos Ronda, Ramah!
Membandingkan kehidupan bertetangga di kota saat ini akan terasa sangat jauh berbeda ketika kita berada di 20 tahun yang lalu. Hunian sekarang sudah sangat diatur, mulai dari bentuk yang sama atau istilah kerennya komplek hingga keluar masuk pun harus menjamin KTP. Terang saja, semenjak kejatuhan presiden kedua hidup ini serasa semakin tak aman. Apalagi mereka keturunan Tionghoa merasa tak bisa tidur hingga harus menyewa penjaga didepan rumahnya.
Siapa sangka komplek saat ini seperti tempat persembunyian, manakala seseorang di panggil Tuhan kita pun tak tahu bahkan tak pernah saling sapa, padahal huniannya hanya beberapa meter dari kediaman kita. Ya, hidup mereka tak akan pernah merasakan nikmatnya pos ronda malam dengan manyisakan uang untuk membayar satpam. Bukan saya atau Anda, tapi kita tak akan pernah melihat sebuah pos ronda di hunian komplek yang katanya ‘Hidup lebih aman dan tentram’. Apakah hidup ini yang kita maksud?
Apakah kita pernah tahu siapa saja yang hidup didalam hunian mereka, termasuk keluarga atau bahkan menampung seseorang yang menjadi incaran petugas keamanan? Warga komplek tak akan pernah tahu aktivitas malam karena mereka tak se-ramah ronda yang selalu keliling kampung mengamati kejadian hunian warga.
Pos ronda bukan anti maling, tapi lebih terfokus terhadap kebersamaan dan ke-ramah tamahan warga dalam bertetangga.
Lihat saja bentuk sumbangan makanan malam yang diberikan, walaupun hanya beberapa gelas teh dan kopi tapi sikap perduli dengan yang lain merupakan wujud ramah terhadap sesama.
Pos Ronda, Bukan Pos Pengaman
Bersyukurlah Anda yang masih dikenakan giliran ronda, karena lingkungan ini telah menciptakan suatu kehidupan harmonis diantara warga. Pos ronda bukan pos pengaman, tapi suatu wadah yang menciptakan keperdulian dan kebersamaan yang tidak ditemukan warga komplek. Bergeser kepinggir kota, mungkin akan melihat pos ronda yang bisa dihitung dengan jari. Apakah tradisi ronda yang sedari dulu dilakukan juga akan musnah?
Kembali lagi ke diri kita masing-masing yang menginginkan hidup aman dan tentram dengan membayar upeti kepada satpam, dan pos ronda nantinya hanya berupa dongeng bagi generasi mendatang.
Inti Post:
- gambar pos ronda, gambar kegiatan keamanan warga, bentuk pos ronda, foto kegiatan ronda malam, foto ronda lingkungan, gambar post ronda pada malam hari, model pos kamling, model model pos ronda, manfaat pos ronda di komplek perumahan, kehidupan bertetangga di perkotaan, kewajiban penjaga ronda kampung, alat ronda, model-2 bangunan pos kamling, pos-ronda net, posronda net, poto gambar orang tidur di pos ronda, rincian dan gambar pos ronda, ronda, sejarah tradisi ronda, judi di pos kamling,













Salam Takzim
Tradisi yang sudah hampir punah bang, maklum sekarang keamanan diserahkan sepenuhnya kepada hansip, padahal dengan RONDA kita banyak tau fungsi bertetangga bang. Saya setuju dengan ungkapan, bersyukurlah kepada sahabat yang masih mendapat giliran ronda
Salam Takzim Batavusqu
Sekarang ini zamannya gampang, serba gampang. Malah ada yang berfikir lebih enak tidur ketimbang jagain rumah orang
Asik juga waktu di kampung ikut ronda sama bapak-bapak, tapi malah asik main kartu aja, hhehehe
Asik main kartu, tipi tetangga pun hilang
enaknya kalau ronda ada wedang rondenya beberapa ronde yah
EM
Rondenya sampai gelas kosong Mbak Em, biasanya jam 3 malem yang ngga kuat tidur di pos ronda
daerah saya kost-kostan mas, rondanya ya anak kost yang kluyuran tiap malam gak jelas itu. hahaha, jadi maling biasanya pagi datangnya, saat anak kost pada terlelap tidur akibat begadangan.
Paling tidak malingnya ngantuk nungguin anak kost tiduran
Wah..
nendang banget.. ne
ane baru aja tinggal di dusun .. ga pernah ikt ronda apalagi kenal orangnya ..
waduh.. ane harus ikt ronda dan kenalan sama penjaganya . .makasih banyak yah. .
Wah, gawat donk kalo sampe ngga kenal tetangga. Bisa dianggap sombong nantinya
Kenal dunk gan ..
cman ga akrab ..
ada anak mudanya yang blm kenal ..
maklum ane kerja dari pagi ampe sore.. malem uda lemes,ditambah lagi pake ngeblog..
untuk menutupi kekurangan ane,ane slalu coba menyapa tetangga dluan ,walau ga kenal akrab ..
ane mw akrabin tetangga dlu ye gan wkwkw
Asal jangan yang ‘miring’ ikut disapa, takutnya malah ketularan
bener banget,,,
apalagi sekarang rumah2nya sudah pada dikelilingi pagar, shingga untuk bertetanggaan rasanya gimanaaa gitu.
beda kalau di kampung yg rumahnya tak dikelilingi pagar, jadi kesannya monggo kerso, membuka pintu lebar2 untuk tetangga….
Bener itu mas, tetangga masak daging setengah kilo kita pun tetap disamperin. Saya malah kepingin tinggal di desa, seperti Sirampong yang nyaman
eh, sy jg mau nulis ttg pos ronda :-s
keduluan deh
tp emang pos rou prakteknya lbh mjd seperti ajang ber ramah tamah
tp yg paling agak bikin g sreg itu klo pos ronda jd tempat mabuk dan judi
Mabuk dan judi biasanya terjadi kalau pos ronda ngga terpakai lagi, begini akibatnya.
salam kenal mas. kunjungan perdana saya,, semoga menambah tali silaturahmi..
Amiin, temen saya makin banyak
saya setuju banget mas… ramah itu bukan hanya saling sapa.. kalau itu sih saya anggap basa basi
Saling sapa memang basa basi, ngga lebih dari sekedar ngerumpi
Alhamdulillah…dikampung gue ronda dan pertemuan warga tetap lestari hinggi kini…happy blogging
Adem ayem donk linkungannya
di kampung saya ronda malam masih aktif dilakukan secara bergilir, mas, meski ndak sampai larut malam. setiap keluarga wajib menyediakan jimpitan 500-an rupiah utk mendukung khas kampung.
Menarik itu mas, 500 rupiah ngga berat ko’. Itu pun seharga beberapa kali SMS
Rumah saya sekarang di perumahan, Mas. Mirip model cluster. Ada gerbang di depan satu pintu plus pos satpam dan sekelilingnya tertutup rapat pagar tembok dan rumah. Hal ini membuat sepenuhnya keamanan diserahkan ke satpam perumahan. Tapi alhamdulillah tiap malam minggu masih ada acara kumpul-kumpul bapak-bapak untuk melekan jaga keakraban. Hem, sayangnya saya justru jarang datang dan lebih sering menyendiri ngeblog di rumah. HaHaHa
Sama donk Mas, saya juga nulis ini bukan berarti ikutan ronda. Malah jarang hadir
Pos ronda sekarang kelihatannya sudah ‘lain’ dengan waktu dulu, meski tidak semuanya, yang jaga di pos ronda kadang ada petugas khusus…
Kalau dulu bisa digilir, ada jadwal ronda yang terpasang di pos, tapi sekarang kelihatannya sudah jarang.. semoga saja pemahaman saya ini tidak benar..
Hampir benar lho mas, sekarang malah banyak yang keberatan dengan berbagai alasan. Akibatnya hansip dengan upeti ikut turun tangan
saya suka ikut ronda karena malah bisa begadang dan ngobrol2 dengan teman2 yg lainnya mas hehehe
Kalau ngga ada ronda, saya pun ngga diberi izin begadang oleh istri
Intinya ronda itu sekedar bisa berbagi dengan tetangga dan sarana interaksi serta menjaga tali silahturahmi. Tentunya tugas utama menjaga keamanan tidak bisa dikesampingkan
Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan
Silahturahmi, yang kenal semakin akrab, tetangga baru bisa ketahuan belangnya
Ada dilema memang mengenai ronda dengan pola hidup orang modern dg kesibukannya bekerja yang menuntut untuk istirahat yg cukup di malam hari. Pola hidup modern secara tak langsung membuat kekeluargaan berkurang.
Seharusnya, kalau ronda ditiadakan paling tidak ada suatu perkumpulan yang membuat interaksi semakin berkembang. Bukan sama sekali mengurangi toleransi bertetangga
Dulu dilingkungan rumah saya pernah ada yang ngeronda. Karena waktu itu lagi rawan2nya maling. Tapi sekarang udah gak ada yang ronda, yang ada malah ngeremi (main remi) >.<
Hehehe,…. nunggu musim maling baru ada ronda lagi?
Tapi maen remi kalo semaleman kan lumayan buat jaga2 kang, walo cuman da satu spot sih –”
Hahaha,… saya kalau sudah pegang kartu pasti lupa keliling
jadi inget waktu disuruh ngeronda pas mau pemilu,
amppuunnn…pas masuk kerja mata 5 waattt….
Kalau yang bekerja semua pada minta giliran weekend. Biasanya yang hari biasa sih cuma pemuda ataupun pelajar masuk siang.
Kalau ada tetangga kemalingan, baru ronda ditingkatkan. Setelah itu hilang. Setelah ada tetangga kemalingan lagi, ronda pun muncul lagi. Tapi setelah itu ya hilang lagi. Terus begitu
Ya begitu, nasib kebiasaan bagus di negeri kita dari dulu seperti musim durian
Di tempat saya namanya pos kamling :p
Pos kamling kebanyakan yang jaga Hansip, dibayar
selamat meronda pals, semoga aman-aman saja
Yuk kita pupuk rasa kebersamaan mas.
boro-boro di kota mas.. di kampung aja udah g ada lg jadwal ronda..mungkin karena udah ada satpam semuanya menjadi tenang-tenang aja..padahal maling sekarang pintar-pintar..selain pake senjata api datangnya juga gerombolan.. satpam cuma satu atau dua orang mah bs ditilep hehe
Bener itu, maling sekarang ngga berani sendirian,satu mini van datang. Satpam bisa apa?
jadwal ronda ku malam sabtu.
(
jadi kalau malam sabtu gak bisa blogging.
Mending dibawa aja perangkatnya ke pos ronda, tapi hati2 dicuri maling
kekekekek…. kayanya sekarang udah jarang ada ronda. di komplek udah ada satpam. tapi disekitar rumah saya masih ada ronda. Bapak saya kebagian cuma 2 kali dalam setahun. curang banget yaa… hahaha
Atau bapaknya Kepling?
tidak ada ronda seharusnya tidak langsung diidentikkan dengan tidak ada kebersamaan.
Masih ada kegiatan lain yang bisa dijadikan ajang kebersamaan seperti kerja bakti, rapat RT/RW, pengajian rutin bulanan, dan lain sejenisnya.
Persoalannya adalah apakah para anggota RT/RW/perumahan itu mau komit untuk bersosialisasi atau tidak, itu saja.
Oh iya, tapi kebanyakan penghuni komplek ngga ada yang komit
Di lingkungan tempat tinggal saya yang sekarang sudah lama tidak ada kegiatan ronda warga, masalah keamanan sudah diserahkan kepada beberapa orang, sebagai dispensasinya setiap bulan kita membayar sejumlah iuran.
Masih mending, dari pada ngga ada yang jaga sama sekali. Banyak perumahan rawan kerap terjadi kejahatan, tapi masih belum menerapkan pengamanan lingkungan.
jadi inget jaman kuliah dulu, waktu kontrak rumah kebagian jatah ronda hahaha
tapi seru juga sih, jd bisa kenal sama tetangga2, soalnya kalo siang jarang di rumah, kalo ga ngampus ya ngenet
kalo sempet mampir jg ya bro…thx
Mampir ke tempat ronda?
Saya setuju banget kutipan ini mas
Kalau anti maling, sekalian aja pasang satpam didepan rumah
sepertinya ronda sudah jarang dilakukan, padahal fungsi lainnya adalah bersosialisasi antar warga