Jadi, apakah kau sadar bahwa kita berada di lingkaran krisis air minum yang harus mengeluarkan lembaran uang dari kantongmu?
Dulu, si Mbok harus menimba air sumur yang bersih dan merebusnya diatas tungku kayu, irit tanpa banyak biaya. Air minum mengandung mineral alami bisa di peroleh dari sumur-sumur yang kini menjadi bagian dari kota. Tanpa lemari pendingin, air minum itu tetap segar walaupun dituang ke dalam kendi di siang hari.

Lebih baik dari pada menggali sumur
Eh, ternyata nasibku berbeda dengan si Mbok yang harus mengeluarkan banyak uang untuk menghilangkan dahaga. Ya, apalagi kalau bukan air minum kemasan botol ataupun galon. Jangan berfikir untuk merebus air PAM yang terkadang masih berwarna dan terkadang berasa pula. Apalagi mencoba untuk membuat sumur ataupun air bor yang dalamnya puluhan meter, musim panas juga tak bakal kebagian jatah air.
Kita Bukan Kekurangan Air Minum Bersih
karena wilayah hutan kita masih lebih luas di banding pemukiman. Dan bersyukurlah desa-desa yang masih merebus air diatas kayu api, tak banyak biaya dan menjamin kesegaran air minum untuk melepas dahaga. Nah, coba hitung sendiri berapa biaya yang Anda keluarkan untuk membeli air minum? Padahal waktu saya kecil sering membuka mulut di saat hujan, tapi jangan coba-coba melakukan hal yang sama di zaman asap hitam. Kepikiran untuk minum langsung dari keran? Saya sadar teknologi pengolahan air minum di negara kita tak seperti negara tetangga.
Outlet air minum kemasan tumbuh bagaikan jamur, baik isi ulang dengan harga murah hingga produk kemasan branded. Bagi ekonomi sulit pilihan air minum isi ulang setidaknya bisa menutupi kebutuhan dibandingkan harus merebus air keran.
Kemana lagi kita harus mencari air bersih? Satu-satunya jalan menuju Roma cuma melalui outlet, yang sebenarnya air minum sebagai kebutuhan publik sudah menjadi bisnis menggiurkan.
Inti Post:
- krisis air minum, dispenser menggunakan air pdam ledeng untuk air minum, gambar air mineral, negara yang menerapkan air minum langsung, mencari air sumur bor bersih, mengapa air minum harus beli, membuat filter air dengan bekas galon aqua, outlet air bersih, pembuatan air kemasan dan hutan, pengelolaan air bersih di negara maju, memasak air dengan kayu, upaya menjaga kelestarian air bersih di pedesaan, pengolahan air bersih, pengolahan air bersih rumahan, trend mengelola air minum, teknologi pengolahan air minum rumahan, teknologi pengolahan air minum dinegara maju, teknologi pengolahan air bersih, teknik menggali sumur bor dan kendalanya, sumber mata air minum,













Kita bukannya negara miskin air. hanya saja tidak mampu mengelolanya dengan bijak. Saat musim hujan air kita umbar hingga jadi bencana, saat kemarau giliran muncul bencana kekurangan air.
Harusnya tiap kota di bangun waduk yang siap menampung air yang berlebihan sekaligus sebagai cadangan air bersih
ia betul kata kang alamendah.. kita blm bisa mengelolanya dengan baik…
tanya kenapa?
Ngga usah dibahas deh, wong pemerintah kita masih sibuk di KPK
Saya kira itu ga bagus Mas.
Membangun waduk hanya akan merusak ekosistem dan paradigma yg salah. Ada baiknya kita menata kembali daerah tangkapan air di hulu. Meski hasilnya membutuhkan waktu lama namun efeknya bisa dinikmati sekian generasi ke depan.
Bandingkan dengan membangun waduk. Walau hasilnya mungkin langsung terasa, namun efeknya akan menyegsarakan generasi2 berikutnya.
Sekali lagi, kalau mau hasilnya bagus ya harus menjauhi cara2 instan. Termasuk pula dalam hal pengelolaan air bersih.
Oh iya, ada benernya mengingat kejadian akhir-akhir ini. Tapi, air tangkapan hulu ditempat saya malah sudah dibor pengusaha air minum yang terkenal itu.
Ironisnya, outlet itupun juga menyuling air dari sumber yang seharusnya kita pakai ya…. Ikut prihatin dengan semakin sulitnya air bersih…
Bener Mas, di tempat saya pengusaha air isi ulang memasang sumur bor gede yang menyerap banyak pasokan air. Akibatnya sumur rumahan harus menggali lebih dalam dan sering kekeringan
miris juga ya, padahal air kan salah satu SDA yang takkan pernah habis
Begitulah nasib yang hidup di negara tercinta
di Tokyo, kita bisa mengonsumsi air ledeng, karena memang bisa diminum. Tapi tetap ada “rasa”nya. Nah dulu aku beli “Aqua” di sini dan waah mahal jatuhnya. Skr aku mengambil air gratis dari supermarket yang merupakan air RO. Supermarket itu memberikan pelayanan thd pelanggan.
Dan memang menurutku, kita harus berhati2 dengan air minum. 50 th lagi air lebih mahal dari makan siang mungkin
EM
Air gratis? Disini beda, walaupun duduk juga tetap harus membayar. Ngga kebayang kebutuhan air di masa mendatang dengan jumlah penduduk yang semakin membludak
Jadi, apakah kau sadar bahwa kita berada di lingkaran krisis air minum yang harus mengeluarkan lembaran uang dari kantongmu?
setuju sekali karena aku tinggak di desa jauh dari kota pun tiap hari aku minum galonan…..
Atau karena ngga mau repot merebus air?
Bijak merawat yang masih ada agar tidak jatuh ke pangkuan swasta… karena nantinya tidak hanya kita yang akan menyesal.. tapi juga anak cucu kita… #syedih
Di tempat saya mata air pegunungan sudah berdiri industri air yang terkenal itu, dan akan berdiri lagi di tempat lainnya
Eh mas aku di pontianak dan masih bayak org disini minum dari tadahan air hujan loh.. kalau air pam lumayan bersih seh *kadangkadang* tapi ttp aja gak seenak rebusan air hujan.. klo galon ada seh di rumah.. tapi bukan jadi minuman pokok..
Mungkin jumlah industri ‘berasap’ di Kalimantan tak seperti di daerahku yang sudah memiliki beberapa kawasan industri, setiap harinya asap seperti awan mendung
Ke tempat saya aja pak, Kaligiri-Sirampog..
hehe,,, alhamdulillah sumber mata airnya meskipun musim kemarau tetep lancar2 aja… bersyukur banget pokoknya…
Bisa di pindah ketempat saya Mas?
Wew.
Saya juga lagi membahas tentang air bersih nih di blog.
Memang sekarang cari air layak konsumsi itu semacam mencari nasi goreng di Malaysia uehueeu…. ada sih ada, tapi muahal….
habis baca posting ini jadi merasa beruntung tinggal di desa, butuh air tinggal nimba dari sumur. Bahkan kalo kepepet kadang masih mentah juga diembat
Aris FM Posting Terakhir..Responsif Desain
Inget di kampung si Mbok dulu, jarang masak air
Ditempatku kemarin hampir aja krisis air minum
Danu Akbar Posting Terakhir..Ketika Cinta Bertandu Partelu
Yang sempat kejadian di waduk itu ya?
mari kita sama sama memberanikan diri memulai utk menjaga kelestarian serta keseimbangan ekosistem alam kita ini *halahhh…
tapi emang bener ko’.. pan nantinya tu buat anak cucu kita semua 
Takutnya belum nyampe ke anak cucu harga air minum udah 2 kali lipat harga nasi bungkus
Hmm,, Bener juga Boss, sekarang diKota2 udah seperti kesulitan Air bersih yach.. satu2nya pilihan adalah membeli Air Galonan yg mana akan menguntungkan Para Pelaku Bisnis Air Kemasan isi Ulang itu…
^_^
Alhmdllh Ayas masih berada didaerah Pedesaan yg gak kesulitn dgn Air Bersih.. Silaken mampir Boss???
Hwehehee…
Kapan2 saya mampir
alhamdulilah dikampung saya persediaan air masih cukuplah..langsung dari mata air pegunungan..(maaf bukan iklan yah mas,,:D)
mank akalu dikota, suatu sumber daya pasti bakal g ada cukupnya, penuh dengan keserakahan dalam menggunakannya..
post yang menarik..real live..
Itu sudah menjadi hukum metropolitan, semakin banyak penduduk kebutuhan air minum pasti meningkat. Dan massa ngga mau di persulit dengan merebus
lama lama semua orang harus beli air buat minum. gawat juga kalo susah cari sumur yang masih ada air bersihnya.
Yuk, pindah ke pinggir kota yang bisa digali sumur
Jalan mencari air bersih di jaman sekarang
gak susah mas. Ada koq di setiap sudut dan pojok gang pasti ada sumbernya 
Saya setuju dengan mas Alamendah, negara kita ini tidak pandai memanfaatkan sumber air. Apalagi jaman sekarang (reformasi), di satu daerah banjir sampai untuk mengeringkan baju saja susah namun di daerah lain kekeringnan melanda. Ya inilah Indonesiaku meskipun dengan nada miris tapi tetap Indonesiaku yang berlimpah air dan miskin air
Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan
Bener, saya juga bilang bahwa negara kita bukan krisis air bersih, tapi sulit air minum. Hanya saja belum ada respon positif pemerintah untuk mengatasi agar air PAM bisa langsung diteguk seperti negara tetangga
outlet air minum juga ga bisa dipercaya, krn airnya belum tentu bersih
Belum tentu bersih, tapi pemanas selalu dinyalakan sebagai upaya safety, tho?
sering kali kita berlebihan membuang air dengan seenaknya tanpa pernah berpikir bahwa sebenarnya air itu menjadi mahal
Kadang2 masih setengah botol air kemasan langsung dibuang, beli pakai duit kan?
Ini yang repot mas, kualitas air sumur di daerah perkotaan sudah semakin buruk. Jarak antara sumur dengan tempat pembuangan limbah keluarga terlalu dekat. Apalagi di lokasi perumahan, saya yakin banyak yang sudah tercemar sehingga tidak baik untuk kesehatan. Di tempat saya bahkan ada satu lokasi yang kadar besi dalam sumurnya sudah terlalu over sehingga sangat membahayakan. Konon itu dulunya merupakan bekas aliran sungai yang sumbernya dari Gunung Merapi.
HALAMAN PUTIH Posting Terakhir..Mengapa Bayi Lucu Dan Menggemaskan?
Wah, begitu ya?
Tak ada jalan lain kecuali konsumsi air PAM atau air kemasan. Negara ko’ semakin memprihatinkan, apa beras juga mengalami hal sama?
Masalah air bersih ini menurut saya salah satu hal paling mendesak untuk mulai dibikin solusinya. Paling tepat menurut saya yaitu membuat installasi pengolahan air bersih dari air baku yang sebelumnya kurang layak pakai. PDAM/PAM tidak boleh memonopoli lagi untuk hal ini. Solusi lain, alat-alat penyaring air kotor menjadi air bersih (setidaknya untuk mandi) mungkin perlu disosialisasikan lebih luas. Tapi kendalanya, alat tersebut cukup mahal.
Dari dulu kendalanya hanya karena peralatan ‘mahal’. Tapi saat perencanaan gedung DPR baru anggota parlemen setuju2 aja, dan kalau ngga ada yang protes proyek milyaran sudah berlangsung. Apa salahnya memperbaharui instalasi PAM hingga kita bisa minum air langsung dari keran? Pemda kan punya banyak cadangan, apalagi Sumatera
Hahaa. Setuju banget! Pemerintah dan anggota dewan kita benar-benar tidak peka akan kebutuhan yang paling mendesak saat ini. Apa nunggu terjadi bencana krisis air bersih secara nasional baru nyadar ya
yup sekarang air sudah dijadikan komoditi, semoga udara bukan yang selanjutnya
Di negara maju kualitas air bersih sangat dijaga bahkan air ledeng pun bisa diminum karena saking sterilnya. Air minum juga diobral gratis. Di tempat wisata, di mal-mal, di bandara semua memberi gratis. Di sini ada beberapa tempat yang memberikan air minum gratis sebagai bentuk value added kepada pelanggan. Ya, kebutuhan air memang vital. Keluarga saya pun per 3 hari sekali galon AQUA pasti habis. Jadi sebulan minimal 10 galon harus saya beli, Mas.
Kalau melirik negara maju, kita bakalan ngiri. Tak sebanding negara kita yang air kerannya terkadang pun enggan digunakan untuk membersihkan buang hajat
Alhamdulillah mas, di tempat asalku (Lombok) gak pernah kekurangan stok air. mata airnya bersumber dari Naarmada.
Naarmada? Yang group band itu ya?
Pasti airnya seger, lebih seger dari air kemasan
air adalah salah satu hal yang menjadi hajat hidup orang banyak. oleh karena itu sudah sewajarnya pengelolaan dikelola oleh pemerintah. namun, apa daya. aniway, sebenarnya permasalahan air sudah sepantasnya menjadi isu bersama.
Sedari dulu memang sudah menjadi isu santer, tapi pemerintah ogah-ogahan dengan alasan sudah diurus BUMD yang dibiarkan begitu saja
cuma bisa bilang: Tanya Kenapa?
Ayo sosialisasikan terus akan pentingnya air mas. Tak dukung wis
saya saking krisisnya, dispenser saya bukan ditindih galon, tapi botol mineral yang kecil..
)
Lho, apa bisa? Lain kali saya coba kalau duit dan stok habis
air isu ulang bukan hanya merambah di kota saja, di desa pun sudah mulai “ogah” untuk merebus air dari sumur…
k instan dan cepat saji, namun sayang “kebeningannya” mengakibatkan efek yang mengkhawatirkan…
Banyak juga pengusaha air kemasan isi ulang yang kabarnya menaruh obat. Apa benar ya?
saya paling anti minum air isi ulang
soalnya sering berasa..dan baunya cukup ane..
mending masak air sendiri..
lebih yakin matangnya *gubrak
Lha iya, air minum isi ulang katanya di beri obat. Jelas beda rasanya