Musik Mu Di Zaman Mu

Bagi saya mendengar musik era 90-an merupakan salah satu karya terbaik musik yang ada saat ini. Bukan hanya mengenang (bagi mereka yang mempunyai kenangan) tapi membandingkan musik yang ada saat ini bukanlah suatu hal yang rumit. Anda suka rock, jazz, ataupun rap yang sekarang menjamur di negeri Sam. Itu dalam sudut pandang saya, bukan diri Anda yang setiap orang punya kesenangan berbeda.

Kaset Musik Mu Di Zaman Mu

Kaset, tak dibutuhkan lagi?

Hipnotis Musik Artis Indonesia

Musik Indonesia bagus, dan artis Indonesia semakin kreatif dalam menciptakan musik dan lirik lagu. Bahkan musik kita di gemari banyak kalangan, negeri tetangga, dan menggeser musik Melayu yang sempat merajai negeri kita di tahuan 80-an. Saat bintang bersinar, musik kita perlahan lahan menggeser papan atas musik barat. Tak heran, sekarang kita jarang mendengarkan musik barat di stasiun TV. Padahal sebelum tahun 2003 musik barat masih bercokol di negeri ini dengan penjualan album yang cukup fantastis. Saya pun tak ketinggalan dalam hal koleksi kaset dari band papan atas tersebut.

Hanya kurang dari 10 tahun artis Indonesia telah berhasil menghipnotis penggemar musik untuk meninggalkan lirik lagu barat. Dari kota hingga pelosok desa telah mendengarkan musik mereka melalui ringtone ataupun musik player yang saat ini terjangkau dalam segi ekonomi. Band di negeri ini sudah tak terbayangkan jumlahnya, mulai dari junior disebut ‘alay’ hingga senior yang tak juga meluncurkan album terbaru. Inilah industri musik anak negeri yang berhasil menggebrak pasar dan kita hampir tak mengenal musik barat. Saya pun tak luput dari mereka dan tak pernah menjamah kaset usang berusia lebih dari 10 tahun.

Ini Masalah Selera Musik

Kalau ada yang berkata bahwa musik jadul lebih bagus dari pada musik sekarang, itu hanya pendapat pribadi (sama seperti saya icon smile Musik Mu Di Zaman Mu ). Saat seorang remaja yang terus menerus di cekoki musik saat ini hingga dewasa, nantinya akan berpendapat bahwa musik ditahun ini adalah yang terbaik. Ini hanya masalah selera dan ingatan seseorang yang diukir terus menerus hingga menciptakan sebuah kenangan saat itu. Wajar jika remaja sekarang tak tertarik dengan musik 90-an karena mereka asing dan tak memiliki kenangan didalamnya. Dengan kata lain “Musik mu di zaman mu”.

Akhir Hayat Didalam Kardus

Bukan tak ingin memutar kaset lama, tapi teknologi tak lagi memproduksi pemutarnya. Ini zamannya disc yang mampu menyimpan ribuan format musik. Kaset, tak lagi dilirik vendor sebagai salah satu produk laris. Semua berujung disebuah ruangan, ruang koleksi, gudang yang menyimpan musik kenangan, atau kardus bekas yang biasa kita buang.

Inti Post:

    musik indonesia dulu dan sekarang, lagu barat tahun 80 an, lagu barat era 90 an, lagu barat jaman dulu, lagu barat 90an yang enak, lagu2 dangdut era 80an, lagu barat jaman dulu yang enak, pemutar kaset terbaik, lagu barat tahun 90an, lagu barat terpopuler tahun 80an, lagu barat tahun 2000an, lagu era 90 an barat, lagubarat populer, lagu barat tahun 80an, kumpulan lagu dangdut jaman dulu, sejarah musik indonesia dulu dan sekarang, gudang lagu sentimentil thn 80 an, kaset kaset bagus, judul lagu barat dr th 80 sampai 90, lirik lagu mancanegara tahun 90an,
Advertisement
50 Responses to “Musik Mu Di Zaman Mu”
  1. May 17, 2011 at 3:52 AM #

    Musik itu menggambarkan masyarakat saat itu juga sih. Aku pernah mencoba membuat bagan sejarah musik per dekade, dan meskipun tidak ada statistiknya, secara garis besar bisa dilihat kecenderungan musik pada jamannya.

    Selain warna musik dan ritmenya, jika dilihat dari liriknya bisa dikatakan musik Indonesia bergerak dari : Nasionalisme – sosial dan keluarga dan semakin kemari semakin individu. Cinta pun berubah dari cinta alami menjadi cinta selingkuhan. Saya rasa lagu bertema selingkuhan itu baru ada akhir 90-an, persis saya menjadi DJ Radio di Tokyo. Saat itu saya baru kenal kata “selingkuh”. (Atau saya terlalu naif ya?)

    Untuk bahan siaran dulu saya punya ratusan kaset Indonesia (sampai yang cemen-cemen. Dulu lagu dangdut mana ada yang kuat buat CD). Sekarang sedang bingung mau dikemanakan kaset2 itu. Dibuang sayang.

    Salam kenal ya. Terima kasih sudah bertandang ke Twilight Express. Saya suka kata-kata perkenalan di Who Am I :D

    EM

    • May 18, 2011 at 12:46 AM #

      Duh, makasih mbak Em yang senior dan sudi ikut mengotori halaman ini :D
      Saya jadi inget kalau dulu radio sangat populer dengan berbagai aliran musik, dan mbak juga pastinya sangat tahu bahwa siaran tak hentinya menerima deringan telphone. Bahkan request saya pun dilewatkan karena tak cukup waktu.
      Kalau masalah kaset, jangan dibuang deh. Apalagi sekarang toko kaset banyak yang tutup, bahkan sudah tak menjual kaset tape lagi :mrgreen:

  2. May 17, 2011 at 8:12 AM #

    Saya jarang punya kaset krn ga trlalu hobi mendengar musik jadi tak punya banyak koleksi kaset kecuali kaset punya ortu yang lagunya sesuai jaman mereka, :)

    • May 18, 2011 at 12:48 AM #

      Jadi selama ini hanya mendengarkan lagu jadul milik ortu Anda?
      Oh,…. malangnya… :lol:

  3. May 17, 2011 at 11:16 AM #

    masih banyak koleksi kasetnya tuh bang, pasti banyak menyimpan kenangan :)
    saya dulu punya beberapa juga, tapi sekarang udah lenyap berikut pemutar kasetnya… :(

    • May 18, 2011 at 12:49 AM #

      Itulah teman, gampang meminjam tak ingat mengembalikan :lol:

      • May 19, 2011 at 11:31 AM #

        wah kalau itu penyakit bang…hahahaa

  4. Sugito Kronjot
    May 17, 2011 at 1:28 PM #

    Musik hampir ndak bisa dipsahkan dri khdupan saya…

    Prnah dlu bli kaset tape yang asli, wah bner2 nguras uang saku selama seminggu untuk satu kaset.

    Seneng, bangga juga sh trus jadi semakin ngefans sama band kesayangannya.

    • May 18, 2011 at 12:51 AM #

      Kalau dulu kaset asli memang mahal, tapi begitu terbeli berminggu2 untuk mendengarkan seperti tak tergantikan :D

  5. May 18, 2011 at 1:42 AM #

    Saya sekarang malah sudah tak punya tape player di rumah. Adanya hanya CD/DVD player saja. Jadi kaset pun saya tak punya samasekali di rumah.

    Saya pun termasuk orang yang menganggap musik era 90-an lebih indah dari musik sekarang. Saya tidak tahu persis apa karena penyanyi dulu memang benar-benar bakat nyanyi sehingga suaranya enak di dengar. Kalau penyanyi sekarang saya cepat bosan dengar lagu-lagunya.

    Apakah karena melimpahnya pilihan, ya sehingga lagu sekarang cepat membosankan? Atau jangan-jangan karena banyak penyanyinya yang karbitan? Entahlah. :)

    • May 18, 2011 at 11:53 AM #

      Karbitan, kebanyakan rekomendasi. Artis yang cuma nongol sementara hanya untuk cari jodoh, atau ujung2nya ingin jadi anggota DPR :lol:

  6. anank
    May 18, 2011 at 4:15 AM #

    saya malah blas gak punya koleksi kaset sama sekali.. hehe..
    ngomong masalah selera, terus terang saya lebih suka dengan musik tahun 90-an.. walaupun bisa dibilang umur saya lebih layak menikmati musik jaman sekarng.. tapi kembali lagi ke “selera”..
    seleraku selaramu tak sama.. hehe..

    • May 18, 2011 at 11:55 AM #

      Selera memang beda, tapi kenapa sekarang banyak yang mengakui musik 90-an ‘bagus’ :)

  7. May 18, 2011 at 5:21 AM #

    Alhamdulillah..
    musik Indonesia jadi tuan rumah sendiri bagi negerinya sendiri…

    • May 18, 2011 at 11:55 AM #

      Baru nyadar mas? Kan sudah beberapa tahun berjalan :D

  8. May 18, 2011 at 5:39 AM #

    KAsetku semua berakhir lebih targis mas. KArena tidak pernah di hiraukan, sama anak2 ku dikiran gak terpakai. DAn ujung2 nya pitanya ditarik sampai molor panjang. Mungkin bagi anak2 ku menemukan permainan baru :lol:

    Aku juga pengemar musik jadul koq mas. Musik sekarang paling lama 6 bulan sudah dilupakan orang :razz:

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    • May 18, 2011 at 11:57 AM #

      Waduh sayang sekali kaset pita nya mas, saya malah dijauhkan dari anak2 yang mencoba bereksperimen :mrgreen:

  9. May 18, 2011 at 8:31 AM #

    eh iya ya, kalau koleksi tapi ga ada pemutarnya percuma dongs hehe #terpaksamengkarduskankaset

    • May 18, 2011 at 11:58 AM #

      Itulah tak adilnya teknologi, pemutarnya dihilangkan berharap penggemar membeli produk DVD :lol:

  10. kang ian dot com
    May 18, 2011 at 10:18 AM #

    hahaha bener banget dulu saya punya koleksi kaset sekardus loh..tapi saya hidup di akhir 90an dan awal 2000an saat yang ngetop itu sheila on 7, padi, cokelat, jamrud, boomerang dll n baratnya y Linkin Park, Limp Bizkit, Korn, System of Down hahaha saya punya koleksi kasetnya..tapi sekarang udah saya kardusin entah pada kemana dan gimana kondisinya :D tapi saya pikir emang lebih bagus musik jaman dulu deh lebih berkualitas dr segi lirik dan makna..g kaya sekarang alay :D
    tapi ada juga sih yang bagus kaya vierra, geisha :D

    • May 18, 2011 at 12:02 PM #

      Akhir 90-an masa2 band mengeluarkan ‘Platinum’ atau best album, setelah itu mulai jarang ngeluarin album baru. Sekarang sudah diganti dengan band baru yang kebanyakan ‘Alay’ :D

  11. May 18, 2011 at 1:39 PM #

    Hiks… maap saya baru sempat ke sini… :cry:

    Saya jadi rindu ama koleksi kaset saya di Surabaya… ada lumayan banyak kaset2 musik turunan dari ayah saya, juga ada kaset lagu anak-anak, dan ada juga kaset keluaran sejak tahun 2000-an awal sampai saya SMA sekitar tahun 2005. :)

    • May 18, 2011 at 6:39 PM #

      Banyak ko’ yang tergerus musik dulu melalui kaset warisan, sering didengar saat kecil menjadi ukiran di ingatan sendiri :D

      • May 18, 2011 at 8:38 PM #

        Iyap, jadi kangen juga dengerin lagu anak-anak jaman saya dulu…. Susan dan Ria Enez, Trio kwek-kwek, eno lerian, bondan prakoso, chiquita meidy, banyak lagi deh! :D
        Saya punya kaset2 mereka, yang album maupun yang kompilasi. :)

        • May 18, 2011 at 9:59 PM #

          Saya justru ngga punya kaset anak2, maklum,…. ortu saya ortodok plus keras. Lagu2 juga dengerinnya ngga boleh keras2, yang boleh keras cuma ngaji :)

  12. May 18, 2011 at 3:14 PM #

    Jadi ingat dengan postingan di blog Paman Tyo yang membahas hal serupa :)

    Secara kualitas, musik era 90-an memang layak dibilang lebih baik dari era sekarang ini. Kalo yang sekarang entah kenapa cepet bikin bosen aja, mau musik pop kek, rock, atau genre lainnya. Saya tidak tahu apakah karena selera pasar atau memang karena musisi sekarang rata-rata kurang berkualitas.

    Secara musikalitas, musik 90-an saya akui lebih baik. Ini bukan karena selera sih, tapi memang karena saya rasakan sendiri.

    • May 18, 2011 at 6:42 PM #

      Oh iya, Paman Tyo pernah membahas musik jadul era 80-an dengan band2 jadulnya :D
      Musik sekarang gimana ya, belum matang tapi sudah berani tampil, yang penting jadi artis dulu. Urusan naik daun belakangan!

  13. May 18, 2011 at 3:58 PM #

    Lagu jadul.. nampaknya membuat banyak terheran saat pelesir karaokean malah lebih hafal nyanyi lagu jadul ketimbang lagu dijaman-nya.. maklumlah kaset2 dan lagu2 orang tua melekat bener :D

    Seneng udh bisa mampir kesini, teruslah menulis karena tulisanmu terbaca jauh sampai ke Irak.. ya Irak yang masih meledak-ledak itu…

    • May 18, 2011 at 6:44 PM #

      Yang membuat hafal itu,… karena kita terbiasa saat kecil mendengar musik orang tua kita. Alhasil, setiap kali mendengar alunan serasa kembali ke masa lalu :)

  14. niee
    May 18, 2011 at 7:40 PM #

    Bagi aku musik2 jaman 90an emang lebih bagus daripada musik Indonesia sekarang. Mungkin karena mereka dulu gak ‘seragaman’ dalam hal bermusik. Gak seperti sekarang..

    Tapi mungkin dengan mudah2an membuat album atau single jadi orang kadang asal2an aja, yang penting terkenal dulu gitu >.<

    • May 18, 2011 at 9:57 PM #

      Mau tenar sekarang gampang, ada duit suara dan lagu urusan belakangan! :D

  15. May 18, 2011 at 10:15 PM #

    saya juga orang yang suka musik era 90-an,,, menurut saya musik2 jaman dulu lebih berkualitas dari segi lirik dan aransemennya, ini menurut saya lho ya,, heheh
    dan musik2 sekarang terus terang ga terlalu ngikutin banget…
    mengenai kaset,, kayany di almari masih ada satu deh… :D

    salaam

    • May 19, 2011 at 6:36 PM #

      Musik sekarang terlalu ramai, lirik dan nada nya hampir semua mirip seperti mengcopy. Yang bagus bisa dihitung dengan jari :)

  16. May 19, 2011 at 8:50 AM #

    penghasilan musisi kita saat ini sih dari NSP dan manggung :)

    • May 19, 2011 at 6:37 PM #

      Lebih banyak meraup rupiah daripada kaset yang terus2an dibajak :D

  17. May 19, 2011 at 10:30 AM #

    Assalaamu’alaikum wr.wb, Kaget…

    Saya setuju bahawa musikmu di zamanmu. Di sana ada kenangan yang tak terlupakan. Lagu2nya tentu mengikut selera zaman tersebut. Kini sudah jadi oldies song yang menyenangkan.

    Namun saya juga menyukai muzik sekarang terutama muzik jazz yang sesuai dengan usia. Lirik dan iramanya juga perlu menepati selera jiwa. Jujurnya, saya menyukai lagu dan lirik dari komposer Indonesia. Liriknya penuh puitis dan menyentuh jiwa terutama lagu2 sentimental.

    Salam mesra dari Sarikei, Sarawak.
    Siti Fatimah Ahmad Posting Terakhir..CT59 16 MEI 2011- SELAMAT HARI GURU – “SURAT TERBUKA BUATMU GURU”

    • May 19, 2011 at 6:39 PM #

      Mendengar oldies song serasa kembali muda ya, Bu :D

  18. May 19, 2011 at 3:33 PM #

    berarti musik indonesia sudah berjaya di negerinya sendiri

  19. May 19, 2011 at 5:40 PM #

    Saya merasa tidak megenal ‘ERA’ dalam menyukai musik. Saya masih suka keroncong yang entah itu masuk ke era tahun berapa, lagu2 Koes Plus, lagu jawa yang mungkin tak terdeteksi kapan pas-nya musik itu menjadi tenar. Lagu sekarang saya juga suka (beberapa) walau hanya “sebuah musim” karena saya merasa musik sekarang (baca: tahun 2000-an) itu cepat membuat bosan dan terkesan instan.
    Tapi apapun itu, yang tak enak didengar sekarang, mungkin saja enak dinikmati nantinya, walau bukan sebuah jaminan.. :)

    • May 19, 2011 at 6:41 PM #

      Benar mas, yang sering kita dengar sekarang mungkin sudah bosan karena lagu itu2 saja yang diputar. Tapi entah beberapa tahun lagi saat mendengar lagu itu, kita mungkin akan hanyut kembali ke masa tersebut :D

  20. May 19, 2011 at 7:02 PM #

    Ya saya rasa lagu zaman dulu yang terkenal oleh telingga saya koes plus..ya nggk..?

    • May 20, 2011 at 3:52 PM #

      Itu kan salah satu nya di tahun 80-an :)

  21. May 20, 2011 at 12:56 AM #

    memang benar, mas. musik sangat erat kaitannya dengan selera, emosi, dan kaitannya dengan nilai kultural *halah* telinga saya sudah kadung terbiasa mendengarkan musik2 tradisional, hehe … era sekarang, media musik pun sudah lebih portable.

    • May 20, 2011 at 3:51 PM #

      Cinta karena biasa mendengar,… apalagi mas Sawali sering mendengar musik tradisi, pasti lebih lekat di hati. Lha kalau saya di kasi lagu tradisi, opo rasane, mas? :D

  22. May 21, 2011 at 7:42 AM #

    Wah, punya Runaway, album pertamanya Bon Jovi. Saya dulu juga punya, sekarang udah ilang semua.

    Mungkin kita juga semakin bosan mengikuti perkembangan industri musik. Jadi, cuma kenal musisi lama.

    • May 22, 2011 at 2:50 AM #

      Terlalu banyak, alhasil apa yang ingat dan biasa didengar yang mendominasi :D

  23. May 21, 2011 at 9:54 AM #

    Saleum,
    kebetulan saya masih punya koleksi mp3 tahun 90-an, soalnya lagu2 lama itu masih indah terdengar dikuping. makanya saya ingin koleksi kembali lagu lama itu.
    saleum dmilano

    • May 22, 2011 at 2:52 AM #

      Kalau sekarang dicari, yang ada mungkin hanya kompilasi atau platinumnya. Itulah enaknya kalau dulu sering beli kaset, belum tentu sekarang dirilis ulang semua albumnya :D

  24. May 25, 2011 at 3:02 PM #

    Bonjovi-nya buat saya saja :)
    kemaren kerendem banjir hiks..hiks..hiks..
    Bonjovi forever dah

  25. Kakinaga
    April 16, 2012 at 1:47 PM #

    Mas bro, boleh request judul2 lagu era 90-an – tahun 2000 ga? (Yang diatas 2000 g usah) lagi hunting nih…

Leave a Comment

Comluv