Hidup itu memerlukan hiburan walaupun berbagai hiburan melalui media sudah membanjiri perangkat elektronik, manusia tetap membutuhkan hiburan nyata. Banyak tempat hiburan malam di kota yang dipenuhi oleh kaum super sibuk, membutuhkan hiburan yang bisa melepas kepenatan satu malam. Dunia hiburan yang dinanti manusia bukan hanya di kota, bahkan di bibir kota hingga desa sekalipun membutuhkan hiburan malam yang nyata.

Pagelaran pasar malam di bibir kota
Ini bukan hanya pembicaraan tentang dunia nyata dan maya, tapi keinginan dan kebutuhan itu tetap akan ada sekalipun harus dibayar mahal. Siapapun akan siap sedia merogoh isi kantongnya demi kepuasan tersebut, tak terkecuali kaum bibir kota.
Menelusuri tempat hiburan malam di bibir kota merupakan hal yang unik, tak berbeda dengan hiburan malam di kota tetapi lebih dinilai ekonomis. Seperti pasar malam yang tidak mempunyai lokasi tetap, berpindah tempat dari satu kecamatan ke kecamatan lain. Rombongan pasar malam membawa perlengkapan hiburan yang digelar diatas lapangan bola ataupun lahan rumput hijau selama 2 hingga 4 minggu. Seperti layaknya kaum Gypsy di negara Bule, inilah penghibur di bibir kota.
Dibalik Hiburan Malam
Hiburan malam yang digelar pasar malam dinilai lebih ekonomis dibanding dengan hiburan bonafit di kota. Membandingkan harga tiket yang ditawarkan lebih murah dan terjangkau untuk kalangan kelas bawah. Permainan yang ditawarkan lumayan beragam walaupun jumlahnya tak lebih dari hitungan jari. Tapi setidaknya mereka juga menawarkan dagangan yang ikut meramaikan pasar malam.

Tong Stand dikelilingi pedagang
Oh, sebagian besar para pedagang bukanlah bagian murni dari kru pasar malam. Mereka mengikuti kemanapun pagelaran dibuka hingga seperti menjadi bagian dari pasar malam. Ini seperti sebuah misi yang menghasilkan banyak keuntungan pedagang, bahkan pedagang sekitar yang memanfaatkan keramaian hiburan malam.
Jarang Di Gelar, Menarik Peminat
Ini yang menjadi seni tersendiri, tempat hiburan malam hanya berkisar tak lebih dari satu bulan. Sehingga pagelaran pasar malam memiliki peminat yang banyak mulai dari anak-anak hingga orang tua, mereka hanya menikmati 3 kali dalam setahun. Unik dan menghibur, bahkan ibu-ibu pecinta sinetron rela berkorban satu episode demi menikmati hiburan malam ini. Berduyun duyun membawa keluarga dan antrian panjang membeli tiket. Apalagi saat ini musim pemadaman listrik, mereka kebanjiran pengunjung.

Masih ingat permainan ini? ![]()
Oh ya, sesekali cobalah hiburan malam di bibir kota. Bukan dianggap tak elit tetapi cita rasa itu sangat berbeda ![]()
Inti Post:
- pasar malam, tong stand, wahana hiburan tong stand, hiburan malam, hiburan rakyat pasar malam, pasar nyata, tongstand, pedagang bule, tong edan, odong odong medan, pasar malam manusia, cara membuat kereta tong stand, pasar malam di desa, tempat kotor pasar malam, tong setand kereta, motif orang pinggiran trans 7, kota hiburan malam, dunia malam di kota, episode orang pinggiran di trans, foto orang pinggiran,













Gak ada tong setan ya?
Kalau di kampung aku pasar malam seperti ini, tong setan paling di nikmati..
Ada tuh mas, ditempat saya memang disebut Tong Setan. Tapi mereka menuliskannya dengan Tong Stand (ngga nyambung ya?)
Bagi sebagian orang pasar malem ada tempat hiburan yang murah dan menghibur, tak jarang banyak orang (biasanya golongan menengah kebawah) berjejal untuk sekedar larut dalam keramaian.
Sekarang kan zamannya konsumsi murah
kota mana tu mas?
Kota2 di Sumatera
Hiburan malam digelar di lapangan dan hanya berlangsung beberapa minggu. Ya, kadang-kadang juga suka ada di daerah saya yang seperti itu. Biasanya sekitar bulan Agustus banyak buka Pasar Malam. Berbarengan dengan bazar murah 17-an.
Lebih unik tuh mas, cuma 1 blan setahun. Pasti pengunjungnya rame
konon setiap manusia memiliki naluri untuk selalu mencari hiburan sebagai media utk me-refresh kepenatan. kelompok hiburan malam seperti itu hingga sekarang masih eksis berputar dari satu tempat ke tempat lain, meski saya sendiri dan keluarga jarang bisa menikmatinya, hehe …
Mereka itu bnar2 unik, keliling sudah seperti mondar mandir dikampung sendiri.
wah, kalau pasar malam seperti ini aku paling suka sama tong edan dan rumah hantu,
tapi beberapa tahun belakangan rumah hantu udah gak ada lagi yak!
mungkin anak2 sekarang udah gak takut lagi sama model2nya yang udah gak update, hehe
Lebih serem yg nonton, bahkan berani mukul beneran. Nantinya kapok
klo aq malah ga prnah jalan2 ke pasar malam, sbelum maghrib udah harus balik ke rumah, xixixi
Loh, ngga bisa mnikmati hiburam malam donk, mas!
terakhir saya ke pasar malam itu pas SD (udah lama banget), lumayan asik juga, tapi keamannya emang kurang terjaga. Kayanya buat pacaran asik nih, murah meriah
Hemat biaya buat pacaran, bisa berkali kali
Dulu sering banget ada pasar malam dirumah saya, tapi sekarang udah jarang >.<
Pasar malam memang lbih bagus jarang digelar, biar ngga bosen
Tapi mulai kelamaan, pasar malem mulai surut pengunjung gan,,,!!
Ngga juga, masih tetap ramai kok!
saya baru beberapa hari ini lihat kehidupan asli mereka di Trans 7 acara orang pinggiran, miris juga! Dibalik keceriaan anak-anak yang larut dalam permainan yang murah, bisa ketawaketiwi ternyata perjuangan para penghibur ini patut diacungi jempol dan begitu keras. Semoga ada wahana khusus yang setiap waktu bisa menampung, sehingga tetep dapat dilestarikan sebagai hiburan wong cilik
Hiburan wong cilik jangan sampai musnah, kalau bisa terus ditambah
pengen banget maen2 ke pasar malam, tapi karena jarang itulah kendalanya, jadi musti nunggu2 kapan adanya. hehe.
Pasar malam kan ngga ada schedule, mas. Biasanya ditempat berpotensi