Menahan emosi, itu yang terkadang jarang dimiliki setiap orang hingga harus mendahului orang lain dan tak sedikit berujung ribut.

Satu yang paling kubenci ketika ada orang lain yang mendahului antrian dengan alasan “penting”. Setiap orang punya kepentingan, tapi kalau itu menjadi alasan malah akan membuat keributan. Siapa mereka, tak lain (lebih banyak) kaum pria yang menjunjung tinggi emosi diantara desakan orang lain.

Wanita terkadang lebih lambat dan tak terkesan buru buru, hingga membuat pria barisan belakangnya bergumam. Berbeda dengan angkutan umum yang terkadang lupa menutup tank bensin, ya…. ini cuma masalah kejar setoran.

antri, menahan emosi, pom bensin, isi bensin

Antri mengisi bensin

Ini bukan masalah isi bensin saja, tapi di antri-an lain pun berlaku demikian. Banyak yang menahan emosi, tapi sayang yang tak mengendalikan emosi jumlahnya berlipat. Sejak kapan kita menjadi bangsa yang tak bisa mengendalikan emosi? Dan itu mungkin sejak adanya pembagian sembako gratis, di mulai setelah kita mengalami krisis. Kita sepertinya terbiasa dengan emosi dan nafsu, padahal sedari dulu pembagian seperti ini sudah ada. Tapi tak menimbulkan keributan apalagi korban jiwa.

Mendidik Rakyat Melalui Emosi

Dan lebih tepatnya kukatakan bahwa selama era reformasi kita telah di didik atas dasar emosi. Lihat saja tragedi yang sudah berlalu dimulai sejak tragedi 98, perlawanan rakyat mengambil tanah pemerintah, demonstrasi yang tak karuan, perang suku, dan masih banyak lagi yang dilatar belakangi emosi. Perlahan lahan pihak lain telah berhasil menciptakan sosial budaya dan suatu sifat yang melekat di bangsa ini, itulah “Emosi”.

Siapapun di balik itu, tentunya mereka telah berhasil hingga untuk membuat suatu kerusuhan akan sangat mudah, seperti menekan tombol dinamit.

Jadi, jangan heran ketika kalian berada dalam antri-an terdepan dan seseorang dibarisan belakang berteriak “cepat!!!” Dimanapun kalian berada, mereka ada dan emosi itu tumbuh subur di tubuhnya. Seperti malam tahun baru nanti, dimana antri-an bensin akan sangat panjang dan bisa membuatmu menghabiskan sekotak rokok.

Happy New Years dan selamat menikmati antrian :D

Sering Dicari:

Tags: Kebebasan Berekspresi, Realitas Sosial, Serba Serbi, Sosial Budaya, Wide Image, Wong Cilik