Blogger mana yang tidak familiar dengan Timeline Twitter?

Follow me (Credit to: technmarketing.com)
Tentunya, sebuah jaringan social network akan lebih bermanfaat daripada sebuah percakapan biasa. Dan mengapa blogger lebih akrab dengan twitter dibandingkan social media yang lain, itu hanya karena pentingnya sebuah informasi. Dasar inilah yang terkadang membuat blogger saling mengikuti dan tidak sedikit dari mereka tak memperoleh satupun informasi terkini, hanya karena kesalahan blogger menggunakan Timeline twitter.
Timeline Berbanding Sama
Ini hanya sebuah kenyataan pahit bagi kita sang Blogger yang bukan artis, tak memiliki banyak fans dan hanya memiliki satu jalan pintas yaitu folback. Saling mengikuti hingga following dan followers berbanding sama, bukan hal yang dilarang walaupun itu berjumlah puluhan ribu. Tapi, apakah Anda yakin dengan jumlah ribuan dapat menyerap informasi yang cepat, atau hanya melintas dibagian bawah timeline yang tak pernah di lirik?
Saling mengikuti antar blogger adalah hal wajar, kita bukan artis yang hanya memiliki follower tak lebih dari seribu orang. Yang terpenting adalah bagaimana cara kita mengatur timeline menjadi bermanfaat ketika following mencapai ribuan. Ketika ratusan following update bersamaan, mungkin sebuah informasi penting berada di bagian paling bawah timeline. Dan disinilah seorang blogger akan merasa tertinggal ketika mereka tak mampu mengendalikan mesin informasi. Tak satupun informasi penting yang diperoleh dalam sehari, melainkan hanya obrolan antar blogger di Timeline.
Timeline Dalam Listing, Bukan Following
Dan bersyukurlah sekali lagi dengan adanya Listing, mempermudah kita untuk memilah Timeline, siapa saja yang ‘pantas didengarkan‘. Berapapun jumlah following Anda bukan menjadi sebuah ganjalan untuk mendapatkan informasi penting dari mereka.
Saya memiliki akun twitter dengan following & follower berjumlah ribuan, hingga setiap detik timeline terus mengalir seperti air terjun. Tak ada satupun tweet yang bisa dibaca hingga akhirnya harus membuat 5 listing. Sejak saat itu saya lebih mengoptimalkan listing daripada following, dan pastinya listing menjadi jaminan bagi saya untuk membacanya.
Pendapat orang lain berbeda, mereka mungkin menghitung jumlah follower yang sebenarnya bukan jaminan ‘informasi Anda terbaca oleh mereka’. Senanglah ketika orang lain me-listing Anda dan bukan jumlah follower yang menjadi ukuran, tapi sejauh mana informasi yang mereka baca dan menyebarkannya. Listing itu lebih menjamin tweet terbaca daripada timeline yang lebih deras daripada air seni.
Listing membuat kita menjadi lebih bijak memilih Timeline tweet dibalik keharusan narablog untuk saling follow. Sebenarnya follow bukan suatu keharusan, tapi kebutuhan informasi membuat kita terbiasa dengan folback. Bahkan lebih dari itu, banyak user yang langsung ‘unfollow‘ ketika saya tidak ‘follow‘ mereka.
Ada berapa list yang Anda buat? Atau aplikasi ini hanya bagian dari rencana spam Anda? Mulailah membuat listing, dan ribuan followers tak ingin mendengar Spam. Saatnya berinteraksi yang nantinya Timeline Anda dalam listing mereka.
Inti Post:
- follow me on blogger, timeline fb bikin bingung bacanya, agar timeline kita tak dibaca oleh orang lain tanpa harus di lock, melihat tweet akun lock, membuat timeline twitter tidak dapat dibaca selain followers, membuat tweet tidak terbaca, memilih akun timeline twitter, ngeliat yg mute kita, siapa saja orang yang mute akun twitter kita, ko timeline ku ga keliatan di facebook, kenapa artis lebih sering pake twitter dibanding facebook, jejaringan sosial timeline, following atu follower yang harus dibanyakin, cara melihat account twitter kita di mute, cara baca ngetwet di twitter, cara agar timeline twitter tidak terbaca, beralih dari timeline ke biasa, bagaimana nge mute twitter orang, timeline twitter tidak bisa dibaca satu orang saja,













Perlu membaca ulang dan memahami betul yang ini biar akun twitter saya gak percuma, ki….
hehehehe
Hehehe,… iya Mas Alam. Kebanyakan dari kita cuma bisa melihat timeline selancar air keran
betul juga ya. kayak saya, kadang musti find dulu akun yg pengen saya baca meski udah ngefollownya soalnya terlanjur tenggelem ama tweet lain yang ga penting. repot kan. mungkin saya akan mencoba listing ini
Apa lagi listing gebetan, langsung cepat dijawab
kalo saya lebih memilih untuk follow para blogger, selain banyak dapat refensi, twit para blogger cenderung leih bermanfaat dari pada user biasa.. bersyukurlah saya sudah mem-follow akun abg
Ngga semua tweet blogger bermanfaat, contohnya “saya”
semenjak ada google +, saya jarang lagi membuka twitter, mas, hehe …. bahkan sekarang hanya dengan g+ kita bisa ngelink sekaligus ke twitter dan fb.
Mudah2an G+ nantinya tak bernasib sama. Setiap aplikasi punya kelebihan sendiri, tapi sayang masih banyak yang belum mengerti penggunaannya
Saya belum punya akun twitter Mas, hehe.. ketinggalan kereta nih.
Ha??? Selama ini cuma exist di FB, Mas? Ko’ bisa?
Contohnya saya mas.. Saya juga belum ngerti. Dan mulai sekarang saya akan coba membenahi kesalahan saya…

Artikelnya bermanfaat banget.
Memangnya kesalahan sampean apa? Kalau belum ribuan ngga masalah kan?
Wah, saya malah belum memanfaatkan Listing ini. Follow saya masih 200-an jadi belum terlalu seperti air terjun. Namun untuk beberapa orang yang saya follow ada yang saya mute sebagian. Yang saya mute ini yang karena terlalu hyperaktif updatenya dan juga para bule2.
Biasa itu, Mas. Robot! Ngga mungkin seharian terus di depan monitor, tapi sayangnya ko’ nye-pam ya?
Waaah… saya tergolong gaptek kalo mengenai kicau berkicau…
jadi gak pernah ngikutin… yang saya follow juga kebanyakan artis. hahahaha
Saya bukan artis ko’….
Berarti Om Kaget saya pertimbangkan dulu buat di follow…. kekekekeke
Tuha, kan….. Nambah fans lagi
saya masih malas ngetwit mas.. ya itu tadi malah keliatan semrawut liat timeline.. meski udah dilisting kadang2 jg masih kurang sreg
Listingnya yang penting2 aja mas, kan ngga harus semua diikutin
Kalau aku seh tetep mengfungsikan twitter untuk mencari informasi dan hiburan seh, gak penting juga followers banyak atau gak. Bahkan temen dekat sendiri aku gak follow loh
Temen sendiri ngga di follow? Ntar dibilang sombong lho
Paling males gan, ane pake Twitter… Ngeliatnya kayanya berantakan…. Rieut…
Memang semrawut, apalagi kalau isinya cuma gosip dan 4lay
Saya ingin mengutip kata-kata ini :
Itu akun twitter Mas yang mana ya?
Hehehe,… akun ngga harus satu kan?
Yang satu ini cuma buat bule, biasanya untuk share blog satu lagi
saya sependapat dengan pak Sawali Tuhusetya, karena kelihatanya G+ lebih fleksibel,,,
Katanya sih begitu, tapi kita lihat aja kelanjutannya
sayang sekali saya jarang memahami soal listing di twitter. hehe. jadi ya masih sebatas follow2an, gtu.
Listing penting, apalagi kalau following terlalu banyak dan pastinya sangat membantu
following dan follower saya masih dikit nih,
).
ikut di list dong
(berkicau aja ga pernah, ada-ada aja
Hahahaha,…. kalau ngga mau pusing, mending ngga usah deh, Mbak
selama ini saya hanya following
dan memang sih aku rasa banyak spam nya
okelah, aku akan mengubah kebiasaanku
Twitter memang banyak spam, dan itu kenyataan bahwa kita harus unfollow segera
aku memang jarang ngetwit, sehingga following dan folloernya masih sedikit.
makasih pals infonya
Jarang ngetwet bagus juga sih, daripada harus mendengarkan info yang kadang isinya cuma ‘nyampah’
twitter blakangn ini semakin trend, antara FB dan twitter memng bda2 tpis, jadi pusing pas buka jejaring sosial, apakah harus fokus di twitter atau facebook,belum lagi buka blog temen, huuu jadi pusing, banyank informasi, jadinya sakit kepala deh,,,,,,,,,,,,,,,,,
salam
Kalau blogger mending pakai semua socmed, biar lebih akrab walau sedikit memusingkan
Yep! Satu tips yang berharga banget. Bisa jadi solusi saat following terlalu banyak sehingga timeline jadi kenceng banget, seperti yg diutarakan di atas.. Makasih banyak mas buat mengingatkan!
Memangnya following sampean sudah mencapai titik ‘air keran’ ? Mulailah me-listing!
wah berarti saya harus membuat acount twitter
terimakasih sangat banyak, salam kenal .
Selama ini kemana aja? Ko’ belum punya akun……
saya belum mengerti bagaimana caranya membuat listing…. *langsung nyembah mbag gugel*
Listing itu gampang Mbak, yang susah nyari follower
Saya sendiri sudah sangat jarang ngetwit bro, apalagi sejak kemunculan google plus…
Hahaha,…. Banyak yang sudah teracuni G+ ya. Tapi inget, blogger sebenarnya mesti memanfaatkan semua Socmed. Bukan bertumpu satu tempat saja
Menurut saya ngga semua social media harus digunakan, tapi yang kita suka saja yang digunakan…
Memang kalau dipikir-pikir saya punya akun di 20 lebih di situs social media, tapi yang sering saya gunakan hanya facebook, google+ , twitter (kadang-kadang)… Tapi yang lain hanya buat penyebar artikel untuk keperluan SEO (ngga tahu juga tekniknya benar atau tidak)
Kalau untuk SEO penting sih, saya pun termasuk diantaranya yg sering lupa pass dibanyak Socmed.
Sebelum banyak pengguna beralih penuh ke G+, saya masih mempertimbangkan Twitter
time line saya banyak sih, mungkin dikarenakan kebanyakan follow yang ga jelas ya.
Ha?…. atau malah following bot?
Nah..saya sendiri malah gak tau mas gimana caranya buat list di Twitter, wkwkwwkk…


Asli deh, selama ini cuma tau memfollow dan followback
Oh..iya, unfollow juga ding
Keseringan foll-back nanti malah kebanyakan following, pasti bakal perlu listing
udah bs kok membuat listingnya… ahahhaha
Saya ngga perlu dilisting, Mbak
*ngarep*
hahaha..jangan merendah gitu lah bg.
tapi hampir rata-rata tweet para blogger bagus2 kok
Kalau iklan menjerumuskan, apa masih dibilang bagus?
Tips yang bagus, tweeting menggunakan listing!
Saya suka pusing dengan TL yang begitu cepat bergerak, memusingkan.
Dan sangat memusingkan kalau itu semua cuma boot
artikel yg berguna..
suatu hari nanti saya mungkin memerlukannya ketika saya punya ribuan follower
kalo sekarang sih baru seiprit, hihihihi
Itu juga kalau twitter masih selaris sekarang
Assalaamu’alaikum Kaget…
Saya kok antara blogger yang tidak mengenal Twitter malah tidak pernah masuk dalam dunianya.
Saya mendapat informasi tentang hal di atas tetapi tidak punya komentar tentangnya kerana tidak punya akun tersebut. Untuk saya, satu blog itu sudah mencukupi kerana tidak mampu mengawal yang lebih dari itu. Alhamdulillah, dengan BW yang serba sempat, dapat juga informasi seperti di Kaget.net ini.
Selamat berpuasa di Ramadhan yang mulia ini.
Salam dari Sarikei, Sarawak.
Bener Bunda, terkadang Twitter terlalu memusingkan. Dan yang lebih gampang memperoleh informasi dengan BW, walaupun kadang informasinya sedikit terlambat.
Wah, kalau saya masih gaptek dengan twitter mas. Gabung di situ ada belum lama. Follower saya sampai saat ini baru 30-an orang saja. Istilah listing saya juga baru dengar. Taunya cuma following, followers, tweet, reply, dan RT
Ha?….
Selama ini kemana aja Mas? Ngga pernah sosialisasi?
Lho, bukan gitu mas. Emangnya tempat sosialisasi cuma Twitter? Selama ini saya lebih aktif di Facebook mas. Plus di blog
Hahaha,…. dan saya pun mengakui FB dan blog cara termudah sosialisasi ketimbang meliht timeline ‘seliweran’
Saya tidak terlalu membutuhkan informasi yang update paling yang sering aku lihat adalah portal berita. Dan itu bagiku (sampai sekarang) sudah lebih dari cukup. Mungkin suatu saat nanti aku butuh followers dan following lebih banyak agar imbang, sekarang cukup apa adanya
Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan
Mending follower yang dibanyakin Mas, following itu nantinya cuma bikin semrawut Timeline
sepertinya akun twitter saya cuma ajang ‘nyepam’ aja krn malas sekali nulis2 disana, paling2 main FB aja itupun ngandelin chatnya krn banyak teman2 lama
Kita terbiasa dengan FB yang gampang dan ‘user friendly’ bagi orang awam sekalipun
tulisan bang Kaget harus dibaca baik-baik nih, khususnya utk orang2 yang menghabiskan separuh hidupnya di timeline twitter
Loh, Wien juga termasuk yg menghambur2kan waktu di Timeline????
Hahaha….. mending ngga usah deh!
Euh, soal twitter, saya menyerah. Saya gak punya akun twitter.
betul ini,apalagi kalo spt yg tertulis, ketika following udah ratusan dan arus nya cepet,malah jadi bingungin
Bingung mau baca yang mana
Like this…
aku ngga pernah suka twitter, pusing bacanya. apalagi kalau cuma galau aja. Saya hanya follow orang yang saya tahu/kenal, dan saya lock juga. Hanya approve org yg saya kenal/saya mau dia memfollow saya hihihi. Sombong bener ya?
Karena …bagiku twitter adalah ungkapan hati yg paling dalam.
EM
Di Twitter, sombong adalah kewajiban. Habis, siapa lagi yang mau mendengarkan kicauan kita selain follower :SD
sering gagal klo mau nge-listening orang lain