Ini bukan balapan yang pada akhirnya membuat orang lain enggan membaca konten (post) kita. Disini tak ada pemenang dan tak ada yang kalah selayaknya pertandingan bola, apalagi mengejar pengunjung seperti angkutan yang mengejar setoran. Internet terus berkembang, bukan salah blog dan sosial media yang memberikan jalan termudah bagi kita seperti seorang artis. Tapi manusia telah berubah menjadi lebih egois dengan perangkat yang ada.
Satu jam Satu post, bukan menyindir blogger ataupun facebooker yang setiap saat mengupdate post, wall dan catatan penting lainnya. Kertas tak digunakan lagi oleh karena media telah menggantikan diary kertas yang dianggap sudah kuno. Jadi, apa yang akan dibahas bukan semata mata sebuah hobi dan kesenangan belaka, atau hanya ikut meramaikan kancah dunia online.
Satu Post, Balapan Menulis?
Putraku masih gemar menggambar apapun yang dilihat dan disenanginya, telah mencoret berbagai kertas kosong tak terpakai. Tak salah, bahkan secara langsung mendidiknya menjadi lebih terlatih dalam hal melukiskan sesuatu. Dalam satu jam dia bisa membuat satu gambar yang terkadang aku sendiripun belum melihat kesempurnaan. Setiap hari dia terus menggambar 2 hingga 3 jam dengan berbagai ekspresi yang dimiliki, tapi tehnik menggambar yang dimiliki belum berubah. Artinya, ketika menggambar kereta api yang tergambar hanya sebuah kereta, tak ada rel dan alam sekitarnya.

Labih hidup dengan alam
Kemudian aku mulai mengajarkannya bagaimana membuat gambar menjadi lebih hidup. Dengan menambahkan langit, rumput, dan alam sekitar pada ide cerita ‘kereta api’ hingga membuat gambar menjadi lebih baik dibanding sebelumnya. Perlahan lahan dia mulai menerapkan, dan kini dalam beberapa jam tak lagi menghasilkan banyak gambar seperti sebelumnya.
“Ingat Nak,…. Doing Better, bukan Doing More!”
Blog Walking, Bayar Hutang Setelah Post?
Posting semaumu dan sesukamu, tak ada yang melarang. Anda bebas menulis apapun tak perduli orang lain suka atau tidak. Bukan hanya Facebooker narsis yang sering muncul, bahkan blogger narsis yang terus menerus menceritakan dirinya selayaknya seorang artis, bahkan twitter pun terus update tak ketinggalan. Sayang, tulisannya tak berubah, membahas itu-itu saja tak ada perkembangan.
“Urusan Anda apa, ko’ malah mencampuri?” Saya tak mencampuri, hanya kasihan pada yang membaca postingan, merana dan dusta karena memberikan komentar ![]()
Yang namanya blog walking menurut saya adalah hutang, Anda harus bayar hutang saat orang lain berkomentar! Blog walking itu bukan sekedar silahturahmi ataupun suap kepada pemilik blog agar mau kembali berkunjung ke blog kita. Secara tak langsung meminta pendapat orang lain agar tulisan kita menjadi sempurna, tak semua bahan bisa dimasukkan kedalam satu post. Apa jadinya jika suatu ketika saya harus membayar hutang di blog seperti ini? Apakah setiap saat harus mengatakan ‘Nice post, info menarik, salam kenal, dst’ yang menurut saya adalah suatu pendustaan besar.
Satu jam Satu posting, bukan masalah ketika Anda mampu melakukannya apalagi bisa menerapkan Doing more dan Doing Better sekaligus. Saya sendiri tak suka merebus telur setengah matang, lebih enak merebus hingga kulitnya pecah sendiri walaupun waktu yang diperlukan lebih lama. Tapi, ini hanya masalah kesenangan, ekspresi Anda tak ada yang melarang.
Doing more dan Doing Better hanya sebuah pilihan. Hanya saja, tak adakah keinginan membuat ‘Post’ menjadi lebih baik?
Inti Post:
- cara menggambar kereta api, background tulisan crayon, status facebook menyindir hutang, ucapan maaf tidak ada niat menyindir, ucapan maaf telah menyindir, posting blog 1 jam sekali, status facebook menyindir orang agar membayar hutang, status menyindir orang, status nyindir orang, status nyindri orang yang kita sayang, status untuk menyindir orang, pengertian ekspresi terkejut, menyindir orang yang egois, cara membuat gambar kereta api di fb, gambar membuat orang kaget, jam posting blogger, kata kata menyindir, kata kata menyindir orang yang punya utang, kata kata status nyindir orang, kata-kata yang menyindir buat facebookers,













“Posting semaumu dan sesukamu, tak ada yang melarang..”
Yup, setuju mas broo.. selama itu bermanfaat, setidaknya bagi kita sendiri..
Salam kenal…
Yup, bukan cuma coretan mengejar listing mesin pencari
wow nice posting hahahaha
Yupz menulislah.. sing penting ora SARA dan saru.. kalau bisa bikin orang yang baca ngguyu..
met dini hari mas
Yang bisa biking ngguyu itu,… saya belum bisa
Hehehe .. setiap orang memang punya pola menulis yang pasti tidak sama dengan orang lain. Bisa jadi saya atau banyak orang lain yang merasa perlu sering menulis, karena masih dalam tahap membiasakan diri untuk menulis. Bisa pula sebagian lagi memang sudah pada tahap DOING BETTER, jadi sudah terbiasa menulis sehingga merasa perlu meningkatkan kualitas tulisan.
Saya kira keduanya sah-sah saja, kembali pada individunya, karena merekalah yang lebih tahu mereka sedang berada di tahap yang mana.
Btw, saya kok tidak merasa berhutang yang setiap teman blogger datang ke rumah maya saya, tapi saya belum sempat, karena saya selalu bersangka baik bahwa teman blogger berkunjung dengan niat tulus, sehingga dalam meninggalkan komentarpun pastinya menuliskannya dengan ketulusan pula. Seperti yang saya lakukan di sini, saya datang dengan ikhlas, dan meninggalkan jejak dengan ikhlas pula. insya Allah
Wah, saya pun dulu berfikir bahwa komentar pengunjung berdasarkan niat tulus. Tapi ko’ malah kepikiran bahwa mereka juga butuh pendapat orang lain untuk melengkapi postingannya. Oh ya, saya juga salut lho dengan Mba’ Nique yang sering posting tapi bukan sekedar posting biasa
bersangka baik saja

setiap njenengan singgah dan sejenak meninggalkan jejak di blog saya, selalu saya sikapi dengan positif, menjalin silaturahmi bukankah berpahala terutama bagi yang memulainya?
ah, saya tersanjung, semoga itu pujian yang tulus adanya hehehe
tetap semangat ya mas!
Bener tulus ko’, malahan kalau lagi sibuk yang disempat2 kan berkunjung ke Nique
Theme nya uniq, berikut postingan yang bisa diacungi jempol!
Masing-masing orang berlainan dalam memaknai ngeblog, Mas. Bukan masalah merasa artis atau bukan, terkadang orang butuh egois juga, menulis saat kita tidak bisa menikmatinya, bukankah itu sama juga membohongi diri sendiri?
Pada dasarnya setiap orang punya maksud tersendiri dalam setiap tulisannya, suka atau tidak suka, sebagai pembaca kita harus bisa menerimanya. Seandainya kurang sepakat, itu wajar, bukan?. Toh ada cara yang lebih ekstrem lagi untuk mengungkapkan ketidak sukaan/ketidak cocokan kita: tutup browser!. he.he..
Tapi ya itu tadi, semua kembali pada diri masing-masing, ketidak cocokan dan kitadak sukaan kita adalah hal wajar dan bukanlah sebuah alasan untuk kita menilai seseorang dari tulisan-tulisannya…
Memang, terkadang kita merasa tulisan orang lain itu tidak bermanfaat, tapi bagi si penulis, mungkin tulisannya sangat bermanfaat, minimal buat dirinya sendiri. Kalau misalnya blogwalking itu dianggap hutang, terus kita merasa membayarnya dengan komentar balik kan bisa memberi komentar yang positif, bukan?. Tak selalu komentar itu meng-iya-kan tulisan, bisa saja mengkritik atau memberi saran, itu menurut saya lebih baik, dari pada merasa merana dan dusta karena memberikan komentar. Bukankah dengan terpaksa berkomentar sama artinya membohongi diri sendiri? he.he..
*Kok jadi panjang banget kometarku…
Maaf Mas, ini hanya pendapat saya, beda sudut pandang beda pemaknaan… Semua kembali pada tafsir masing-masing orang.. Yang penting semangat
Semoga kita bisa menjadi lebih baik lagi, terus berbagi dan memberi yang terbik bagi diri sendiri dan bagi semua orang. 
Terimakasih
Justru yang saya tunggu beda sudut pandang dan bukan pandangan saya seorang. Komentar yang panjang lebar ini melengkapi kekurangan dan bukan berdasarkan egoisme penulis yang harus diterima dengan paksa
banyak blogger yang hanya mengejar trafik dan berharap ada di page 1 google tapi melupakan esensi tulisan..memang setiap orang bebas berkreatif tapi alangkah baiknya kalau memberi tulisan yg bermanfaat bagi orang lain seperti tulisan yang sedang saya komen ini..
Dan yang paling penting Originalitas Karya Tulis harus di utamakan,copas boleh asal sumbernya disebutkan.
Dinneno, sekarang komennya udah mulai beda dari sebelumnya. Semenjak ikutan kopdar kah?
hahahaha..jangan gitu lah bang kan aku malu. tapi benar juga ternyata ngeblog gak cuma sekedar nulis. harus ada manfaat untuk orang lain.

haduh kupikir beneran mau ikut program satu jam satu post. Wong aku satu hari satu post aja belum sempat hihihi.
Hmmm 24 tulisan satu hari? Kalau satu tulisan = satu paragraf mungkin saya bisa
Maaf aku belum tahu, putranya usia berapa ya? Semoga hobi menggambarnya bisa terus ditingkatkan. Jangan seperti Riku yang sekarang lebih senang main game daripada menggambar
EM
Usianya masih menuju 5 Mbak, tapi hobi menggambarnya terkadang sering kumat

Kalau melihat saya main game, malah menggusur saya dan ikutan main. Tapi yang namanya anak2 gaming tetap menjadi nomor 1, sekarang tinggal pembatasannya saja yang sangat merepotkan
Benar banget. ..
ane setuju sama artikel ente..
Sebagai blogger harusnya terus menerus menyajikan artikel yang lebih baik dari sebelumnnya.. .
Mending ga perlu post aja kalo artikel ga baik apalagi baru jadi setengah
Kadang2, setengah jadi malah ditambahin chapter (bagian/bersambung). Ko’ malah ngalahin sinetron ya?
“Yang namanya blog walking menurut saya adalah hutang”
Kata-kata itu sangat menyindir saya, Mas.
Begitulah, saya pun merasa begitu kalau sudah dikunjungi oleh blogger yang saya kenal. Kecuali pengkomentar asal lewat saya tak pernah merasa berhutang. Paling dia hanya sekedar meninggalkan jejak saja atau cari backlink dan biasanya tak datang lagi.
Tapi, khusus blog-blog tertentu yang saya tahu selalu mendapatkan value setiap berkunjung ke blognya, saya tak peduli dan terus berkunjung. Saya tak peduli dia berkunjung balik apa tidak.
Oh, ya khusus di blog saya, saat ini mendapatkan komentar sudah bukan tujuan utama saya lagi. Dikomentari apa tidak bukan sesuatu masalah bagi saya. Bahkan kalau ada yang lebih senang membaca lewat RSS dan email pun juga tak masalah. Dengan ada yang membaca itu sudah cukup membahagiakan buat saya. Serius!
Satu Jam, Satu Post? Kalau saya beda, sedikit terganggu di Twitter. Satu Menit, satu Update Status yang isinya mengulang-ulang tweet yang sama. Berisi broadcast link blog yang diulang-ulang secara berkala. Broadcast pakai mesin. Sialan! Rasanya telinga saya seperti dikilik-kilik pakai mesin
Dengan begini, saya semakin banyak hutang Mas
Padahal, ngga semua blogger sempat saya bayar hutangnya berhubung waktu dan kesempatan yang sempit dan semakin sempit.
Nah, kalau RSS jangan ditanyakan lagi. Bahkan hampir semua blogger yang saya komen sudah masuk RSS. Karena terlalu banyak, maka sayapun membaginya, sehari 15 RSS yang artinya ‘sehari 15 komen’. Mudah2an

Soal twitter, saya pun benci dan merasa si pengirim seperti banci. Terus terusan mengirim link berulang2, kelihatan tuh ngga ada yang RT atau malah dagangannya ngga laku
artikel di Harian Kaget.Net sudah masuk di sana…saya udah liat…
mantab bang…awas, Bandwidth Limit Exceeded…wkwkwk
pisss bang 
Awal bulan bandwith ngulang lagi, jadi ngga takut Exceed
satu jam satu post??? masih berat utk dilaksanakan,
banyak hal yang membuatnya berat,
lalu tentang hutang, terus terang ketika seseorang berkomentar di blog saya ada rasa “WAJIB” membalas komentar tsb baik dg cara berkunjung balik atau hanya sekedar mereply, tapi itu semua juga masih belum 100% terlaksana…..
Hutang, bukan berarti harus dibayar dengan komen lho. Bisa saja dengan berkunjung dan membacanya. Itu juga penghargaan
Blogwalking terkadang dilakuakn dengan membaca sekilas dan memberi komentar, hanya untuk meninggalkan jejak. Padahal blogwalking lebih dari itu. Tahukah? Dengan banyak membaca tulisan2 para blogger akan menumbuhkan ide untuk menulis postingan. Makin rajin makin terlatih!
satu jam satu postingan…..ya..ya…itu gue bangeeet! he…he…
nice postingan
Salam kenal,
Seru jadi Guru
@ErfanoNalakiano on twitter (tetep ya kenalannya pasti begini hihihihihi), tapi bener loh adanya FB atau twitter bisa mempromosikan tulisan kita. Temen juga makin banyak!
Ya itu dia, kita bukan hanya membayar hutang. Setidaknya dengan merespon posting orang lain juga terhanyut kedalamnya yang menambah wawasan baru.
saya sepakat om…
saya bukan tipe orang yang kejar target harus nulis saban hari hanya untuk dapet trafik tinggi atau mencari komentar blogger lain.
ini karena keterbatasan waktu luang, maklumlah jadi kuli sekarang ini banyak kerjaan, minim waktu luang
juga masalah ide. alangkah naif kalo kita nulis yang gak mutu lalu kita keluyuran ke setiap blog teman hanya untuk meminta dikomen balik… ini naif wal narsis alias tidak mutu…
namun harus diakui ada orang yang demikian. bahkan banyak
tapi sependapat dengan pak Sukadi
selera orang ngeblog memang beda-beda
ada yang memang tipe populis, ada yang idealis
tak ada yang salah, dan maaf: ini pandangan pribadi
gimana om?
sedj
Wah, ngga papa. Saya malah seneng ada yang punya pendapat lain. Posting bukan pendapat pribadi, tapi menggabungkan beberapa pendapat orang lain yang tentunya akan membuat posting menjadi sempurna. Kekurangan itu biasa, kalau mau lengkap ya nulis buku atau novel
Secara tiap orang punya motif dan kematangan tersendiri dalam umur perjalanan-nya mengarung dunia maya serta menjalin relasi antar sesama penghuni cyber space.. acapkali para blogger juga lupa bahwa jalinan awal di dunia maya itu bisa ditambal dengan jabat tangan erat pada dunia nyata, kelak dimana seiring waktu berjalan dan konsistensi hubungan baik itu terus dipupuk, akhirnya dapat menyambung saudara.. meski acapkali pasti ada kalanya perihal ‘jarang absen’ dan ‘jarang menulis lagi’ akan terjadi pada hampir setiap dari kita..
Web.. FB, Blog dan segudang moda komunikasi jejaring sosial modern ini tidaklah akan ‘bernyawa ikhlas’ bila tidak didampingi dengan hubungan antar manusia yang sesungguhnya (real), maka akan hampa dan menipu seperti terlukis komentar tipikal asbun: “pertamax, nice posting, thanks for sharing, dllsb…”
It takes time for people to get mature in their understanding in engaging communications with other on the internet.. how they speak, the language they use, the courtesy they extended, and the effort to continue making the blog and all the relationship built in between –> getting more personalized.. and in return accepted as another form of touch base, thus further a chemistry in the relationship..
Nice to have landed on this page, reading them through and hope my comments or critics be taken wisely. Kind regards from Iraq.. yes, that Iraq that still blowing…
Lebih mengherankan lagi, mereka bangga dengan label ‘pertamax’ yang mengira dirinya paling update tentang berita. Padahal tak menyumbang apapun kedalam postingan tsb. Posting itu tak hanya pendapat penulis, sumbangan pendapat orang lain lah yang akan membuat komunitas dan arti posting itu menjadi lebih berguna
saya beberapa kali coba mengoment disini, sering gagal sepertinya saya kurang beruntung dan smoga kali ini bruntung.
Dulu saya mencoba utk menjadwal postingan saya namun pada kenyataan itu gagal krn trnyata ide saya utk nulis ga bisa diatur2, dtang ga nentu trkadang saat bangun tidur. Masalah blogwalking, saya mencoba utk membalas selama saya bisa.
Nulis selagi ingat dan sempat. Ngga ada jadwal tertentu kan?
Saya menganut “doing better” aja deh.
omong2 komen sekelas “salam kenal” dan “nice post”, nggak benget deh komen kyk gitu. Walau dulu juga aku sempat terbawa arus kesana.. hehee…
dulu aku sempat merasakan sepinya ngeblog, yang sebenarnya karena kesalahan aku juga yang segan berkunjung ke blog lain… satu langkah aku ambil, maen ke sembarang blog dan mencari-cari shoutbox untuk sekedar meninggalkan kata-kata klise dan berharap ada yang menekan namaku hingga akhirnya tersesat di blogku yang sebenarnya setia menganggur…
Kalo sekarang, rasanya ada yang janggal kalo nggak update blog setiap harinya, dan berkunjung ke blog lain… ^^
Blog sepi karena kurang bersosialisasi, tapi ketika sudah dikenal orang lain akan datang sendirinya. Update blog setiap hari, hebat donk banyak inspirasinya
Emmm, apa ya menurut ane ngeblog itu skr…lebih mengungkapkan mungkin ya..
Mungkin, perubahan ngga hanya pada fisik, juga pada pemikiran
Maksudnya?
bener sekali tuh, mas. tapi saya salut juga pada facebooker yang bisa meng-update status di dinding yang tidak hanya dalam hitungan jam, tapi juga menit, bahkan detik, hiks. beda dg saya yang ndak pernah update status di fb. tapi kalau blogger kok masih jarang saya temukan, kecuali tulisan kopas yang “miskin” inovasi. tentang komentar, saya sedih juga kalau membaca komentar OOT “nice post”, yang pasti ndak pernah baca isi postingan. yang begini ini sepertinya kok tidak layak mendapatkan kunjungan balik, hehehe ….
Saya pun terkadang malas mengunjungi balik tipe seperti ini. Paling tidak mengerti dulu inti ceritanya apa, kalau cuma ‘nice post’ mending ngga usah komen deh
Gaya tulisannya bersayap mas (karena mengandung banyak sekali perumpamaan). Tapi saya nangkep sedikit maksudnya. Kadang kita dianggap sombong atau tidak berkunjung balik, hanya karena kita tidak meninggalkan jejak berupa komentar. Padahal kita sudah berkunjung dan bahkan secara rutin. Cuma karena kita nggak nampakin batang hidung, jadinya kita dianggap egois.
Padahal bisa jadi, kita malah banyak membuka tulisan di blog yang bersangkutan. Kadang karena keasyikan baca, jadi lupa komen. Selain juga karena sudah merasa cukup dengan hanya membaca.
Itulah, berkunjung kan tak harus berkomentar. Malahan komen singkat sering dianggap ‘nyampah’, padahal postingannya yang tak menarik dan tak membuat kita ‘ingin’ berkomentar.
doing better, not doing more, jleb banget nehhh…
satu jam satu posting juga nggak sanggup, meski postingan ditempatku sangat mudah dibuat, karena sebagian besar tempat sudah dibahas walo singkat singkat, malah sekarang lebih sering menambahkah detail dan foto pada posting yang lama lama…
Oh ya, saya sudah beberapa kali mengunjungi web Anda. Kreatif disaat Yellow pages dan iklan berlomba2 menayangkan tempat mereka. Posting itu ngga gampang, butuh sumber lebih banyak kan?
hahaha terkadang y mas, kita tak suka dengan komen junk seperti itu tapi mungkin kita juga sering tak berusaha keras untuk membuat postingan yang bagus untuk blog kita
ya jangan sewot juga lah.. sesuai 
selamat buat anaknya udah mulai kreatif, terus dibimbing aja mas biar pinter kaya bapaknya ^^
Wahahaha, makasih dukungan buat…. anak saya
di jaman alay skrg ini, emang 1 jam 1 post sangat mengganggu. Di FB dan twitter aja saya sering melihat status, 1 menit 1 status. Itu saja udah mengganggu, apalagi kalo isi status nya menghina orang, menyindir orang, menjelek2kan orang lain.
Skrg ini banyak juga blogger yang spt itu, membahas atau membuka aib orang lagi di post nya. Sangat2 mengganggu. Moga2 semua nya cepat kembali ke jalan yang benar.
Dulu kakek saya sering menasehati, kalo mau berbicara tanyakan dulu 3 hal…
1. apakah yang kita ucapkan bisa dipastikan kebenarannya ? kalo gak bisa, mendingan gak usah ngomong
2. bila benar, apakah ucapan kita ada gunanya buat orang lain ?? Kl gak ada, mendingan gak usah ngomong.
3. kalo ada gunannya buat orang lain, pastikan tidak ada yang dirugikan. pertimbangkan banyak yang rugi atau yg merasa berguna. kalo banyak yang dirugikan, mendingan gak usah ngomong.
Mungkin nasehat kakek saya bisa diterapkan dalam hal kita menulis di blog kita masing2
Wah, itu nasihat bagus. Malahan saya ngga pernah inget yang dipesan Kakek saya. Jadi intinya nulis aja yang bener, kalaupun menyindir pihak lain harus punya bukti kuat
Satu jam satu post??
saya kira itu sulit buat saya mas,dikarenakan waktu untuk buat posting itu sangat sedikit,kalaupun menulis posting saya baru bisa menyelesaikannya minimal satu hari,karena kesibukan saya mengejar target tahun depan harus wisuda,
kalau untuk masalah hutang karena telah berkomentar di blog saya,saya akan mengusahakan untuk kunjungan balik dengan mencari post yg saya anggap perlu untuk dikomentari,sesuai pemahaman saya akan post yg ditulis, mungkin itu saja
Lha tentunya begitu, bukan pemaksaan. Kalau ngga nyambung ya ndak usah beri komentar daripada nantinya malah dianggap Spam