Saya akan tersadar ketika orang lain menyentuh, tapi tidak semua dari kita merasakan hal yang sama. Saya akan tersadar ketika orang lain berusaha menghargai, tapi ini bukan membuat diriku angkuh dimata yang lain. Inilah yang terjadi ketika beberapa hari yang lalu seorang blogger mengutip nama saya di tulisannya. Wienolala (blogger yang hampir salah sebut ‘Mbak’) entah bagaimana memberikan saya Award. Saya sendiripun tak mengerti kenapa tulisan saya dianggap menarik, padahal tulis menulis ini hanya hal biasa seperti blogger lainnya. Tapi bukan Award yang menjadi permasalahannya, blogger itu memang perlu banyak membaca tulisan orang lain, blogger itu perlu banyak berinteraksi, dan blogger itu akan lebih bijaksana ketika mereka menghargai karya tulis orang lain.
Menjelajah Lautan Kabel
Sejak tujuh tahun yang lalu saya sudah ikutan ngeblog, tapi tak seperti sekarang. Blog saya terlihat sangat Copas waktu itu, tak punya ide sendiri, dan memang masih terus belajar dibalik seorang blogger. Hingga setahun yang lalu saya mulai fokus dengan ide sendiri, menulis apa yang dilihat dan membuang jauh konten yang bukan milik sendiri. Sudah cukup waktunya belajar,… sudah cukup merugikan karya orang lain, dan blogging lah dengan benar. Setidaknya inilah motto yang saya tanamkan hingga saat ini.
Dibalik sebuah Award hanyalah tradisi antar blogger untuk saling berbagi. Mengenalkan blog lain dengan cara ini merupakan cara ampuh disamping blogroll, padahal niatnya juga sama yaitu link
Apakah salah ketika blogger lain memberikan Award kepada kita? Tidak, ini tak beda dengan trend kostum sepak bola ‘Irfan Bakhdim’ dan kita tak tahu trend kostum apa lagi yang akan muncul tahun berikutnya.
Menjelajah dunia maya atau lebih dikenal blogwalking sudah menjadi konsumsi blogger saat ini. Bahkan bagi saya lebih mampu menyerap pembaca dibanding mesin pencari. Ada beberapa blogger yang membuat saya inspiratif selain karya tulisnya mampu membuat saya tak berkedip, diantaranya Pria uzur yang senang blogging
komentator yang menganut faham‘anti simpel’, Bahasa dan Sastra nya, waduh…., Blogger yang dulu saya ikuti, kini ngeblog lagi
, lagi-lagi nona cerewet ini disebut sebut
, Pakde, yang sibuk mengajar. Masih banyak lagi blogger yang ngga bisa saya sebutkan, dan rata-rata blogger sekarang lebih kreatif ketimbang lima tahun yang lalu ![]()
Antara Award Dan Blogger
Memberikan Award kepada orang lain hanya wujud penghargaan bahwasannya blogger tersebut telah ‘jatuh cinta’ dengan blog tersebut. Lantas,.. kenapa saya tak memajang dan memberikan Award seperti Wienolala ataupun Simple Life? Alasan saya hanya dua; tak pintar olah gambar, dan semua blogger itu baik hingga saya tak tahu harus memberikannya kepada siapa ![]()
Inti Post:
- disaat orang lain,













Kalau pusing mo ngasih ke siapa, kasih ke saya saja hehem becanda
Saya ngeblog cuma buat hiburan saja.
Hiburan yang ada biduannya, mas?
Saya juga bingung mas waktu dikasih,,, mau dikasih ma sapa aja ini?? tapi ya menurut saya juga ga ada salahnya diberikan kepada blog yang kita sukai.. supaya oranglain juga bisa kenal ma blog tersebut, sayang saja blog bagus dengan tulisan-tulisan bagus seperti mas ini ada yang belum tahu, begitu mas… ^_^
Ya ngga apa apa, namanya juga tradisi. Seperti memilih barang, yang paling bagus ya dibeli
salaam..
sama mas, saya dulu juga paling copas2 gitu, tapi ya sebagai bahan belajar dulu, dan sekarang sih sebisa mungkin menulis menurut apa yang ada di pikiran saya sendiri..
Mengenai award, yang terpenting adalah ketulusan dari sahabat2 blogger dalam berbagi, bukan masalah awardnya…
Yup, salaman dulu
Tentang masalah award blogger itu saya juga bingung seandainya diberi dan harus meneruskannya ke siapa dan blog yang mana. Saya pekewuh (sungkan), takut tidak tulus memberinya, hanya sekedar melempar saja.
“komentator yang menganut faham‘anti simpel’”
Oh, anti simpel? Apa karena saya seringkali tiap berkomentar selalu lebih dari satu paragraf dan tak bisa beri komentar pendek, ya? Terima kasih, Mas dan juga untuk backlinknya.
Wohoo, ternyata ada yang menganut faham AntiSimpel sama kayak saya
Waduh, saya lupa kalau ada yang punya ‘nama’
Ya itu dia, panjang lebar
Tapi saya suka dengan tipe komentator yg beginian, bisa menjadi bahan koreksi.
Untuk backlink, saya kira blogger bukan hanya berbagi informasi. Tapi bagi2 backlink juga jangan terlalu pelit
wah malu sebenernya saya kalau disebut sebagai blogger mas, blm layak…punya blog aja baru 6 bln, saya suka dan tertarik dengan tulisan2 di blog Kaget Net ini karena saya ingin sedikit demi sedikit belajar bagaimana menulis dan menyampaikan ide sendiri…bukan hanya copas.
Oiya kalau masalah awardnya itu hanya utk seneng2 aja kok mas…saya kan juga cuma ikut2an
Award kan bukan masalah. Kalau ngga diikuti, mungkin difikiran orang lain ‘ngga gaul’. Tapi tergantung pengertian masing2 kan?
sippp blog walking juga sebagai media silatuhrami antar BLOGGER
Yup, salaman
Lain orang, lain sudut pandang. Begitu juga dengan pemaknaan blogwalking, award dan sebagainya yang ada keterkaitan dengan ngeblog. Semua kembali kepada diri masing-masing, karena setiap orang lain “pencarian” dan lain “tujuan”.
Salam
lain orang, lain fikiran, jadi Award hanya berguna ketika blogger menganggapnya penting. Begitu kan?
banyak yg manggil wien itu “mbak” kok..
dia udah terbiasa,,, upsss.
saya tau banyak blogger dr award..
tau kaget.net juga dari award…
Wah, kalau begitu.. Trima kasih
saya pun terkadang bingung ketika dapat award, aplagi klo awardnya itu bertulis best friend … rasa seperti apa gitu, krn baru beberapa kali mampir jadi ada sedikit tdk nyaman tp tetap berusaha semampu saya utk mncoba walaupun terkadang bingung mau ngapain lagi setelahnya selain dibiarkan saja, xixixi
Dirasakan aja, ngeblog itu kan seharusnya tanpa beban.