Secangkir Kopi Di Sore Hari

Bagi Anda yang mempunyai kesibukan, mungkin kopi hangat sering menjadi minuman konsumsi setiap hari.

Betapa tidak, kopi merupakan teman setia bagi banyak pria dan membantu meningkatkan efektifitas fikiran dalam menyelesaikan tugas sehari-hari. Anda seorang marketing tentu faham benar dengan istilah secangkir kopi di sore hari, ini bukan hal asing apalagi disaat menunggu kedatangan pelanggan disalah satu cafe ataupun lobi hotel. Disini saya tidak menjabarkan tentang kopi ataupun manfaatnya, tetapi saya memiliki sebuah cerita menarik di balik secangkir kopi yang disajikan sore hari.

Suatu ketika saya menunggu kedatangan seorang client, walaupun mereka sedikit telat tapi tetap saya tunggu. Di sebuah cafe kecil itu saya memesan secangkir kopi hangat kepada pelayan yang datang dengan senyum manis menegur “Mau pesan apa, Pak?”
“Saya minta kopi hangat”
“Ada pesanan lainnya, Pak?” tanya pelayan. “Belum ada, itu saja dulu.”
Beberapa langkah setelah meninggalkan saya, pelayan itu balik lagi “Maaf Pak, kopinya ingin dicampur cokelat?” tanya sang pleayan. “Tidak usah, yang biasa saja.”
Beberapa saat kemudian pesanan saya tiba, secangkir kopi hangat yang cukup manis.

Analisa Layanan Sebuah Cafe

Dalam kasus ini, mana yang terlihat cacat pada pelayanan tersebut? Bagi saya, menanyakan kembali jenis kopi yang dimaksud adalah sikap yang kurang layak dalam jasa pelayanan. Kemudian cacat yang kedua adalah kopi hangat pesanan saya. Nah, saya akan menjelaskan mengapa sikap pelayan kurang layak.

  1. Dalam memberikan pelayanan kepada seorang pelanggan tidaklah pantas untuk bertanya kembali jenis kopi apa yang saya inginkan. Perbedaan antara pesanan kopi biasa dan kopi cokelat akan berbeda dari segi pengucapan si pembeli. Biasanya, orang yang memesan kopi cokelat akan langsung mengatakan ‘kopi cokelat’ dalam daftar pesan.
  2. Untuk sebuah sajian kopi hangat, tidak seharusnya penjual mencampurkan gula ataupun krim terlebih dahulu. Apakah mereka hanya sebuah cafe kecil atau mengirit biaya dalam penyajian, tetapi ini bisa mengurangi minat pembeli dalam menikmati sajian kopi tersebut. Seharusnya gula dan krim diletakkan secara terpisah sehingga pembeli dapat mencampur dengan sendirinya sehingga rasa sesuai selera meraka.

Pelayanan Adalah Kunci Didalam Permainan Bisnis

Sebagai seorang marketing Anda harus paham dengan pelayanan yang diberikan kepada pelanggan. Terkadang seorang pelanggan tidak mengutarakan dengan detil pesanan yang diinginkannya, tetapi kita bisa melihat dari segi apa saja kebutuhannya. Baik dalam pengucapan ataupun dari jenis kebutuhan. Jika saya membuat pesanan tersebut akan saya berikan secangkir kopi, gula, krim dan ditambah bubuk cokelat pada tempat berbeda. Hal ini tidak akan mengurangi beban biaya karena pada akhirnya pelanggan akan memilih sendiri cita rasa yang diinginkannya dan biaya berdasarkan kebutuhan yang mereka gunakan.

Semakin kita memberikan aneka bentuk penyajian akan menambah nilai bagi usaha yang kita jalankan. Pelanggan akan menemukan hal yang kompleks dimana mereka bisa memilih dan tidak terpaku pada satu layanan produk yang ada. Secangkir kopi ternyata menentukan masa depan bisnis yang dijalankan, gunakan rencana dan pelatihan akan meningkatkan mutu pelayanan usaha tersebut.


Inti Post:

    perbedaan kopi biasa dan kopi coklat, secangkir kopi sore hari,
Advertisement
One Response to “Secangkir Kopi Di Sore Hari”
  1. Surya
    September 19, 2010 at 2:45 PM #

    Servis dan jasa memang hal utama yang dilirik pelanggan, pengaruhnya sangat besar.

Leave a Comment

Comluv