Bersaing Dengan Bensin Kemasan

Sudah menjadi kewajiban kita untuk mengisi bensin, bahan bakar kenderaan yang dimiliki POM bensin terdekat. Atau malah tak pernah mengisi bahan bakar untuk kenderaannya (sepeda) dengan biaya yang irit dan tetap menjadi salah satu kenderaan bergengsi saat ini. Siapa yang tak pernah membeli bensin? Dari mereka yang belum pantas memiliki SIM pun sudah sering keluar masuk POM bensin.

Bensin Kemasan Bersaing Dengan Bensin Kemasan

Bukan pedagang teh ataupun minuman kemasan

Sejak dua tahun terakhir, pedagang bensin kemasan mulai marak dari pinggiran hingga pusat kotaku (Medan). Padahal, dulunya pedagang bensin kemasan hanya berada di daerah yang jauh dari POM bensin tapi kini mereka berani bersaing dengan memasuki wilayah di pusat kota. Inilah persaingan yang sedikit demi sedikit membuka mata warga kita untuk hidup dengan wirausaha. Tak sedikit jumlah mereka, bahkan di daerah pinggir kota antar pedagang hanya berjarak tak kurang dari seratus meter. Ini hanya sebuah bentuk usaha yang mereka jalankan didepan rumah masing-masing.

Dulunya, saya mengira pedagang bahan bakar motor sama saja di tiap daerah. Ternyata beda, seperti yang dituliskan Isnuansa tentang Pertamini memberikan gambaran bahwa setiap daerah memiliki ciri khas tersendiri. Bahkan saya pernah kedatangan tamu yang salah mampir hendak membeli minuman kemasan di pedagang bensin, ini wajar karena mereka jelas menggunakan kemasan bekas dan terkadang tak mencopot labelnya.

Ada juga yang mengira bahwa mereka menjual teh bunga kemasan, hanya karena tak memajang label “Menjual Bensin”. Setiap kota itu memang penuh kejutan.

Soal harga jangan takut, kita tak pernah membeli bensin kemasan dengan harga berbeda. Dan POM Bensin sendiri tak merasa tersaingi, pasalnya pembeli biasanya menggunakan maksimal dua botol kemasan atau setara dengan dua liter. Lebih dari itu tak pernah, seperti mengisi bahan bakar mobil yang tetap harus ke POM Bensin. Pedagang membeli pasokan bensin dari POM Bensin dengan menaikkan harga dagangannya sebesar 500 rupiah per liter, cukup murah bagi kalangan yang berada jauh dari POM Bensin.

Pedagang Bensin, Bantu Sekitar Anda

Ini sisi positif diantara sulitnya zaman, berinisiatif dengan wirausaha yang sangat sederhana. Saya sendiri bahkan hampir tak pernah menyentuh POM bensin dengan motor, apa artinya beda harga 500 rupiah dibandingkan dengan memelihara wirausaha yang setidaknya mengurangi pengangguran? Mereka tak sedikit, di kecamatan saya mungkin ada lebih dari 50 pedagang bensin kemasan. Saya membeli tak menetap, berganti dari pedagang satu ke pedagang lainnya yang secara tak langsung memberi semangat bagi mereka untuk tetap mempertahankan wirausaha tersebut. Membantu tak hanya dengan dana yang ternyata banyak disalah gunakan saat ini, ada banyak faktor yang bisa membangkitkan jiwa wirausaha. Tak mampu memberi dana (apalagi mengharap dana pemerintah), bantulah dengan membeli sekalipun tak lebih dari tiga kali. Untuk saat ini saya masih menganggur, tapi setidaknya tak menambah pengangguran seperti yang dilakukan pedagang bensin itu.

Inti Post:

    botol bensin literan, pedagang yang curang, jual bensin eceran di medan, CONTOH WARUNG BENSIN, penjual bensin 2tax, pom bensin yang jauh dari kota, resiko usaha bensin eceran, resiko usaha pedagang eceran, warga lebih memilih beli di pom dari pada eceran, warga lebih memilih beli di pom daripada eceran, wirausaha tentang pedagang yang curang, air kemasan murah, pedagang bensin, kios2 pedagang miras, harga bensin, bisnis pom bensin 2 tax, bisnis bensin, bensin otomatis, bensin lebih murah daripada air kemasan, benci bensin eceran,
Advertisement
61 Responses to “Bersaing Dengan Bensin Kemasan”
  1. May 5, 2011 at 1:09 AM #

    Saya malah jarang mengisi bensin di warung eceran, bukan apa-pa, biasanya sekali isi saya langsung (hampir) penuh, jadi tidak bolak balik isi bensin.
    Memang perlu “kerjasama” antara pedagang dengan pembeli, jarang orang yang berpola pikir seperti Anda. Patut menjadi contoh :)

    • Kaget
      May 5, 2011 at 3:57 PM #

      Saya bukan contoh yang baik, mas. Masih banyak yang lebih baik. Thanks ;)

  2. Diari Hati Seorang Pria
    May 5, 2011 at 3:20 AM #

    wah..ane kira itu tadi adalah Pedagang Deterjen…….hahahhaha

    • Kaget
      May 5, 2011 at 3:58 PM #

      Mungkin si pedagang sekalian jual detergen :mrgreen:

  3. Taman Sambas
    May 5, 2011 at 3:23 AM #

    Kalo ane gan lebih sering ke SPBU yang mana harga murah, Terjamin juga ke aslian nya..di tempat ane, terkadang di daerah2 tertentu menjual Bensin yang bercampur air gan..trus di Kios2 gitu mahal..kalo di SPBU di jual 4.500 kalo di Kios hampir 7 Ribu..malah ketika BBM langka sampe mencapai 30 Ribu Rupiah Per liter..bayangkan….

    • Kaget
      May 5, 2011 at 4:00 PM #

      Kalau harganya tinggi, itu sudah rencana menuju umroh, tak ada toleransi. Di tempat saya harganya cuma naik 500 rupiah dan semuanya sama :D

      • May 6, 2011 at 6:58 AM #

        Hahahah….ngeri ya kalau sampai ambil untung berlipat2. Bener2 mau umroh ? lol.
        Saya belum pernah beli di eceran, karena memang belum pernah kehabisan di tengah jalan. Tapi waung2 eceran seperti itu memang diperlukan, membantu yang jualan dan jg yang membutuhkan.

        • Kaget
          May 6, 2011 at 11:09 AM #

          Yang paling butuh biasanya yang jauh dari SPBU :mrgreen:

  4. May 5, 2011 at 8:40 AM #

    Pedagang bensin kemasan? jarang denger kata2 ini, kirain tadi jenis bensin apaan gitu…hehe…soalnya di tempat saya namanya Pedagang bensin eceran bang :)
    Sudah lama juga saya menjadi pelanggan bensin eceran, soalnya cuma buat ngisi tangki motor yg kadang hanya butuh 2 liter, jadi tidak perlu ikut antri di POM bensin.

    • Kaget
      May 5, 2011 at 4:01 PM #

      Selain tak perlu antri, juga membantu usaha kecil itu sudah bagus.

  5. May 5, 2011 at 10:05 PM #

    ada benarnya juga, jika membeli bensin di kios2 pinggir jalan berarti kita mendukung kelangsungan usaha mereka, apalagi selisih harganya pun masih dalam taraf wajar.

    di daerah kami juga menjamur penjual besin kemasan, kadang2 kami menggunakan jasa mereka juga, tapi sering juga tidak, karena itu tadi, sekali isi langsung full, daripada bolak balik gitu :)

    • Kaget
      May 6, 2011 at 11:03 AM #

      Sepertinya mereka sudah banyak diberbagai daerah, hanya masalah perbedaan harga

  6. May 5, 2011 at 10:45 PM #

    hehe iya ya unik juga judulnya, “bensin kemasan” sama seperti wien dietmpat saya juga disebut “bensin eceran”, kalo saya sih tergantung situasi, klo cuman buat isi 1-2 liter ke bensin eceran, tapi kalo mood lagi pengen isi full, langsung aja ke SPBU terdekat hehe, tapi kasian juga sih motornya kalo sering pake bensin eceran…

    • Kaget
      May 6, 2011 at 11:06 AM #

      Ada juga yang nakal, mencampurnya dengan bahan bakar lain. Tapi tak semua, SPBU juga terkadang nakal ko’ dengan takaran liter yang dikurangi :)

  7. May 6, 2011 at 12:26 AM #

    Untungnya kecil yaa 500 rupiah akan tetapi berapa kali jumlah motor yng beli, jadi banyak donk..hhe

    • Kaget
      May 6, 2011 at 11:07 AM #

      Kalau seharian cuma 500 rupiah, bukan dagang namanya!

  8. May 6, 2011 at 4:34 AM #

    mas di kotasaya bensin tembus 15 rb / liter …. gila emang
    … habis di spbu tutup mulu

    • Kaget
      May 6, 2011 at 11:07 AM #

      Kalau kasus bensin, lapor sama siapa ya? :lol:

  9. anank
    May 6, 2011 at 12:07 PM #

    kalau saya sih tergantung kebutuhan, di mana bensin motor habis ya disitu ku beli.. hehe..
    soalnya di daerah yang saya tinggali saat ini, pom deket, orang jualan eceran pun berjubel.. :D

    • Kaget
      May 6, 2011 at 5:31 PM #

      Banyak juga ya yang disekitar SPBU!

  10. Taman Sambas
    May 6, 2011 at 1:46 PM #

    Ne BBM kembali langka lagi..Menyedihkan bagi kami anak2 Kost :(

    • Kaget
      May 6, 2011 at 5:32 PM #

      Duh, jangan sampai lama deh!!!

  11. Wandi Sukoharjo
    May 6, 2011 at 3:23 PM #

    Salut ama usahanya gan. Semoga bisa bertahan.

    • Kaget
      May 6, 2011 at 5:34 PM #

      Monggo, jangan dibaca judulnya aja mas!
      *Contoh spammer yang ngga suka baca, atau malah salah komen saat surfing? Maaf, link dihapus!*

  12. May 6, 2011 at 6:15 PM #

    saya suka dengan gaya tulisan ini
    so.. setuju banget
    terkadang kita berhitung hanya demi seribu rupiah
    padahal itu bisa menjadi rezeki bagi kalangan tak mampu
    salut tulisannya Bung
    salam sukses…

    sedj

    • Kaget
      May 6, 2011 at 11:03 PM #

      Sedikit sama dibagi, kalau nilainya besar saya juga mikir :lol:

  13. May 6, 2011 at 7:01 PM #

    Kalo di daerah saya, kebanyakan pake kemasannya botol bekas anggur gitu, jadi keliatan beda nya ama yang jualan air mineral 8)

    Mungkin ini yang disebut ciri khas y kang :)

    • Kaget
      May 6, 2011 at 11:05 PM #

      Jadi kalau yang doyan minum ‘Anggur’ mesti tanya dulu saat berkunjung kesana. Takutnya malah salah minum :roll:

  14. May 6, 2011 at 9:41 PM #

    bensin kemasan?
    baru denger juga istilahnya. tadi kirain bensin yang muahaaal banget harganya.
    eh tapi memang penjual bensin kek begini membantu banget, karena aku sering lupa dan penunjuk bensin [apa namanya itu?] di motor rusak, jadi suka tiba-tiba mogok pinggir jalan gara-gara kehabisan bensin, maka penjual bensin kemasan inilah penolongnya,
    dan kalau di sekitar sini sih harganya cuman naek 500, sama kek di situ…

    • Kaget
      May 6, 2011 at 11:10 PM #

      Tadinya saya malah punya :idea: “Bensin Kemasan Kaleng”
      Kalau harga, seperti dikebanyakan tempat harganya hampir sama berkisar naik 500 rupiah.

  15. May 7, 2011 at 11:30 AM #

    kalau saya sih biasanya pas pulang kampung lebih memilih yang di POM bensin sih.. kecuali kalau terpaksa sekali harus beli eceran.. he he he

    salam hangat dari saya blogger UMY

    • Kaget
      May 7, 2011 at 9:13 PM #

      Pulang kampung kan jauh, justru tak cukup kalau membeli literan :P

  16. May 7, 2011 at 12:30 PM #

    Saya tak pernah berpikir sampai ke arah itu. Dengan membeli bensin ke mereka otomatis sama saja dengan membantu mereka. Ah, saya selama ini justru berprasangka buruk kalau pedagang bensin eceren bensinya tak murni (dicampur). Paling-paling kalau saya terpaksa beli karena kepepet aja karena mau ke POM bensin kejauhan dan tangki udah keburu mau habis. :-)

    • Kaget
      May 7, 2011 at 9:17 PM #

      Tak semua pedagang yang mencampur. Bahkan saya membeli dari beberapa SPBU memiliki warna yang berbeda pula. SPBU juga tak semuanya jujur, pedagang eceran yang kena imbasnya :roll:

  17. May 7, 2011 at 4:25 PM #

    Ga boleh jualan seperti itu, melanggar aturan…..

    krn dikhawatirkan BBM bisa dimainkan spekulan dgn melakukan penimbunan, dan BBM pun hilang

    • Kaget
      May 7, 2011 at 9:19 PM #

      Sejauh mana sih spekulasi kelas bawah :?:
      Selama ini yang saya dengar malah pemilik SPBU banyak yang menimbun (termasuk minyak tanah) :x

  18. Bambang HS
    May 7, 2011 at 6:53 PM #

    Berdagang bensin kemasan atau eceran, kalau di perkampungan padat, resiko tinggi terjadi kebakaran. Sebaiknya di tempat terbuka yang mudah dilakukan pengamanan jika terjadi hal yang tidak diinginkan.

    Salam

    • Kaget
      May 7, 2011 at 9:21 PM #

      Nah, ini yang terkadang mengkhawatirkan. Kebanyakan mereka menyimpannya dirumah setelah usai berdagang. Mengerikan :(

  19. May 8, 2011 at 1:41 AM #

    Langkah yang bagus mas :D
    Toh ini juga salah pemerintah, menaikan harga bensin, tapi rakyat miskin tetep miskin, malah makin menjadi -__-

    • Kaget
      May 8, 2011 at 4:55 PM #

      Pemerintah sudah tepat, cuma bagi ke rakyat yang belum tepat :D

  20. May 8, 2011 at 6:33 AM #

    mungkin juga dia jual deterjen..hehe
    salam

  21. May 8, 2011 at 9:48 AM #

    Biasanya sesuai kondisi, kalau pas jauh pom bensin, ya belinya di emper eceran, walaupun harganya disini bisa seribu sampai duaribu lebih mahal.
    SALAM… 8)

    • Kaget
      May 8, 2011 at 4:56 PM #

      Kalau mahal, memang patut diperhitungkan!

  22. May 9, 2011 at 12:46 PM #

    salaam..
    alhamdulillah bisa silaturahim lagi kemari setelah sepekan menghilang… :D

    wah, tdi juga saya kira merk bensin apaan? eh ternyata eh ternyata.. hehe

    salaam

    • Kaget
      May 9, 2011 at 10:05 PM #

      Kemasan tanpa merk mas, mas. Mau ikutan dagang? :mrgreen:

  23. May 9, 2011 at 1:37 PM #

    hehe itu kebiasaan saya kalau pas bepergian malem2 gan, kalau spbu udah tutup ya terpaksa beli di warung hehe

    • Kaget
      May 9, 2011 at 10:06 PM #

      Loh, SPBU kan kebanyakan 24 jam!

  24. May 9, 2011 at 6:15 PM #

    penjual bensin eceran ini sangat penting keberadaannya ya bos, terutama kalo lagi mogok dan jauh dari pom bensin :)
    Goyang Karawang Posting Terakhir..2 Tahun Blogger Karawang

    • Kaget
      May 9, 2011 at 10:07 PM #

      Tentu membantu, apalagi jalan2 didaerah pinggiran dengan motor yang cuma suply ala kadarnya :lol:

  25. May 9, 2011 at 11:23 PM #

    Setuju mas, penjual bensin eceran memang kadang membantu, tapi sayangnya banyak juga pedagang yang nakal dengan mengoplos bensin dg minyak tanah

    • Kaget
      May 10, 2011 at 9:56 PM #

      Yang ditakutkan malah lebih banyak yang oplos daripada yang jujur!

  26. May 10, 2011 at 1:26 AM #

    Saya malah sebisa mungkin isi di SPBU. Soalnya kalo isi di warung eceran takut sudah dioplos euy.

    • Kaget
      May 10, 2011 at 9:57 PM #

      Di SPBU sudah pernah dapat yang oplosan? Ngga semua SPBU jujur lho!

  27. May 10, 2011 at 7:50 PM #

    seumur2 belum pernah ngisi di eceran….

    • Kaget
      May 10, 2011 at 9:57 PM #

      Cobain seekali, rasanya memang tak seperti coklat :D

  28. Hotels In Bali
    May 12, 2011 at 4:43 PM #

    Apa iya mas kalau SPBU tidak semuanya jujur? Weh, bahaya nih.. Pedagang eceran yang kena getahnya.. Apes deh ..
    Salam kenal mas :)

    • Kaget
      May 13, 2011 at 10:25 AM #

      Kalau ditempat saya ada, tiap daerah kan berbeda.

  29. May 14, 2011 at 10:22 PM #

    hem…. banyak petugas curang (biasanya ditarik2 tuasnya sebelum selese mengisi, sering banget)

    • May 14, 2011 at 11:32 PM #

      Ini sudah biasa, alasannya biar cepat kerjanya :D

  30. May 23, 2011 at 12:26 AM #

    kadang merasa rugi juga mas kalo beli yang kemasan. jadinya jarang beli yang eceran gini.

    • May 23, 2011 at 7:23 PM #

      Yang rugi itu kalau keuntungannya kebanyakan, sepanjang masih dibatas toleransi dan kadar bahan bakar bagus, saya kira sah sah aja :D

Leave a Comment

Comluv